Misteri Terpecahkan? Investigasi AI Sebut Ilmuwan Inggris Adam Back Adalah Satoshi Nakamoto

Andi Saputra | InfoNanti
10 Apr 2026, 14:53 WIB
Misteri Terpecahkan? Investigasi AI Sebut Ilmuwan Inggris Adam Back Adalah Satoshi Nakamoto

InfoNanti — Identitas asli di balik nama samaran Satoshi Nakamoto, sang pencipta Bitcoin yang legendaris, tampaknya mulai menemui titik terang. Sebuah laporan investigasi mendalam yang dirilis oleh New York Times (NYT) pekan ini mengarahkan telunjuk kepada Adam Back, seorang ilmuwan komputer terkemuka asal Inggris sekaligus CEO Blockstream.

Jejak Digital yang Tak Terbantahkan?

Berdasarkan penelusuran selama 18 bulan yang dilakukan oleh jurnalis investigatif kenamaan John Carreyrou—pria yang sukses membongkar skandal Theranos—bersama ahli AI Dylan Freedman, ditemukan kecocokan yang mengejutkan antara gaya penulisan Back dan Nakamoto. Menggunakan teknologi kecerdasan buatan, tim investigasi menganalisis ribuan korespondensi dari milis internet selama beberapa dekade.

Hasilnya cukup mencengangkan. Dari tiga analisis linguistik yang berbeda, Adam Back secara konsisten muncul sebagai kandidat yang paling identik dengan gaya bahasa Satoshi Nakamoto. Beberapa bukti unik yang ditemukan antara lain:

Baca Juga

YouTube Blokir Kanal Bitcoin.com: Sinyal Perang Terhadap Konten Kripto atau Sekadar Eror Sistem?

YouTube Blokir Kanal Bitcoin.com: Sinyal Perang Terhadap Konten Kripto atau Sekadar Eror Sistem?
  • Kebiasaan menggunakan dua spasi di antara kalimat.
  • Penggunaan ejaan bahasa Inggris (British English) yang khas.
  • Pola penggunaan tanda hubung yang salah secara konsisten pada tempat yang sama.

Carreyrou bahkan menyatakan dalam podcast Daily New York Times bahwa ia merasa “99,5% hingga 100%” yakin telah menemukan sosok asli di balik tirai Bitcoin tersebut.

Sanggahan dari Sang Ilmuwan

Meskipun bukti-bukti yang diajukan tampak sangat spesifik, Adam Back dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, kesimpulan yang ditarik oleh tim investigasi merupakan bentuk dari bias konfirmasi. Back berpendapat bahwa kemiripan gaya bahasa tersebut adalah hal yang wajar mengingat mereka berasal dari lingkaran pengembang yang sama.

“Kita berbicara tentang sekelompok programmer yang memiliki ketertarikan serupa pada privasi dan kriptografi. Sangat logis jika kami memiliki latar belakang bahasa pemrograman dan gaya komunikasi yang mirip,” ujar Back kepada media. Ia juga menambahkan bahwa Satoshi kemungkinan besar adalah sosok yang sengaja menarik diri dari sorotan publik dan tidak pernah berpartisipasi dalam konferensi dengan nama aslinya.

Baca Juga

Bitcoin Tembus Rekor USD 77.000: Menguak Manuver Militer AS di Balik Lonjakan Drastis Kripto

Bitcoin Tembus Rekor USD 77.000: Menguak Manuver Militer AS di Balik Lonjakan Drastis Kripto

Benang Merah yang Mencurigakan

Selain kemiripan gaya penulisan, investigasi tersebut juga menyoroti garis waktu aktivitas online Back. Ada periode keheningan yang panjang dari Back di forum online tepat saat Satoshi aktif memposting. Menariknya, Back kembali muncul ke permukaan hampir bersamaan dengan momen Satoshi menghilang secara permanen dari dunia digital.

Terlepas dari apakah ia benar-benar Satoshi atau bukan, peran Adam Back dalam ekosistem aset kripto senilai USD 2,4 triliun ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia adalah orang pertama yang dikontak Satoshi melalui email sebelum white paper Bitcoin dipublikasikan pada tahun 2008.

Pergeseran Industri: Dari Bitcoin ke AI

Di tengah hiruk-pikuk identitas Satoshi, industri penambangan Bitcoin sendiri sedang mengalami transformasi besar. Laporan terbaru mencatat adanya tren di mana perusahaan penambang besar seperti MARA Holdings dan Bitdeer mulai melepas kepemilikan koin mereka untuk beralih ke sektor teknologi blockchain yang dipadukan dengan infrastruktur AI.

Baca Juga

Menuju Standar Baru Keuangan Korporasi: Anthony Scaramucci Ramalkan Bitcoin Akan Isi Seluruh Neraca Perusahaan

Menuju Standar Baru Keuangan Korporasi: Anthony Scaramucci Ramalkan Bitcoin Akan Isi Seluruh Neraca Perusahaan

Langkah strategis ini juga diambil oleh Cango Inc, yang baru-baru ini menjual 2.000 Bitcoin untuk memperkuat neraca keuangan dan memangkas pinjaman. Mereka kini lebih fokus memanfaatkan infrastruktur energi mereka untuk mendukung komputasi kecerdasan buatan yang dianggap lebih stabil dan menjanjikan di masa depan, terutama saat harga Bitcoin mengalami fluktuasi tajam.

Pada akhirnya, siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto mungkin akan tetap menjadi mitos yang menyelimuti dunia kripto. Namun, jejak-jejak digital yang mulai terkuak memberikan kita perspektif baru tentang bagaimana sebuah revolusi finansial global dimulai dari sekadar baris kode dan diskusi di forum internet yang tersembunyi.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *