Ketegangan Meningkat, Mayoritas Warga Amerika Serikat Diliputi Kecemasan Atas Konflik dengan Iran

Siti Rahma | InfoNanti
14 Apr 2026, 19:21 WIB
Ketegangan Meningkat, Mayoritas Warga Amerika Serikat Diliputi Kecemasan Atas Konflik dengan Iran

InfoNanti — Ketegangan yang kian meruncing antara Amerika Serikat dan Iran rupanya menciptakan riak kegelisahan yang mendalam di tengah masyarakat Negeri Paman Sam. Berdasarkan data terbaru dari survei yang dilakukan oleh YouGov bersama CBS News, hampir 70 persen warga Amerika Serikat kini berada dalam bayang-bayang kekhawatiran terkait masa depan konflik internasional ini.

Gelombang Kecemasan dan Ketidakpastian Publik

Laporan yang dirilis pada Minggu (12/4/2026) tersebut memotret sentimen publik yang cukup kelam. Sebanyak 68 persen responden secara terbuka mengaku merasa “khawatir” melihat eskalasi militer yang terjadi. Angka ini tidak berdiri sendiri; beban psikologis masyarakat juga tercermin dari 57 persen responden yang merasa tertekan, serta 54 persen lainnya yang mengekspresikan kemarahan atas situasi di Timur Tengah.

Baca Juga

Tragedi ‘Selfie’ Berujung Petaka: Kronologi Tabrakan Dua Jet Tempur F-15K Korea Selatan yang Menghebohkan Dunia Militer

Tragedi ‘Selfie’ Berujung Petaka: Kronologi Tabrakan Dua Jet Tempur F-15K Korea Selatan yang Menghebohkan Dunia Militer

Pandangan masyarakat terhadap jalannya konflik pun cenderung pesimistis. Sebanyak 59 persen warga menilai bahwa situasi saat ini berjalan “agak buruk” hingga “sangat buruk” bagi kepentingan nasional Amerika Serikat. Angka ketidakpuasan ini mengalami kenaikan dua poin dibandingkan dengan data pada akhir Maret lalu, menunjukkan bahwa optimisme publik kian terkikis seiring berjalannya waktu.

Kritik Tajam Terhadap Kepemimpinan Donald Trump

Di tengah suasana yang memanas, sorotan tajam mengarah pada Gedung Putih. Sebanyak 62 persen responden berpendapat bahwa Presiden Donald Trump tidak memiliki peta jalan atau rencana yang jelas untuk meredam konflik tersebut. Lebih jauh lagi, 66 persen warga menilai pemerintah gagal memberikan penjelasan yang transparan mengenai tujuan akhir dari pengerahan kekuatan militer mereka.

Baca Juga

Ketegangan Meningkat, Donald Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Berada di Titik Nadir

Ketegangan Meningkat, Donald Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Berada di Titik Nadir

Retorika keras Trump di media sosial turut memicu sentimen negatif. Unggahannya di Truth Social pada 7 April yang mengancam akan “menghancurkan peradaban Iran” justru menjadi bumerang. Survei mencatat 59 persen responden memberikan penilaian negatif terhadap pernyataan provokatif tersebut, dengan 47 persen di antaranya menyatakan ketidaksukaan yang sangat mendalam.

Rekam Jejak Eskalasi Militer

Secara keseluruhan, kinerja Trump dalam menangani krisis ini mendapat rapor merah dari 61 persen warga. Ketidakpuasan ini berakar dari rentetan peristiwa yang bermula pada 28 Februari, ketika militer AS bersama Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah titik strategis di Iran, termasuk Teheran, yang memakan korban jiwa dari kalangan sipil. Serangan tersebut segera memicu aksi balasan dari Iran yang menyasar pangkalan militer AS dan wilayah Israel.

Baca Juga

Misteri Batuk Satu Bulan Terungkap: Kisah Horor Tindik Hidung yang ‘Nyasar’ ke Paru-Paru

Misteri Batuk Satu Bulan Terungkap: Kisah Horor Tindik Hidung yang ‘Nyasar’ ke Paru-Paru

Survei yang melibatkan 2.387 responden dewasa dengan margin kesalahan sekitar 2,4 persen ini memberikan gambaran nyata betapa rapuhnya dukungan domestik terhadap langkah-langkah konfrontatif. Meski demikian, ada sedikit angin segar ketika Trump pada hari Selasa mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan pihak Iran. Langkah ini diharapkan mampu menjadi jeda di tengah kebuntuan diplomatik yang telah menyita perhatian dunia.

Siti Rahma

Siti Rahma

Jurnalis berita global dengan ketertarikan pada geopolitik dan ekonomi dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *