Misteri Batuk Satu Bulan Terungkap: Kisah Horor Tindik Hidung yang ‘Nyasar’ ke Paru-Paru

Siti Rahma | InfoNanti
17 Apr 2026, 20:52 WIB
Misteri Batuk Satu Bulan Terungkap: Kisah Horor Tindik Hidung yang 'Nyasar' ke Paru-Paru

InfoNanti — Terkadang, gangguan kesehatan yang tampak seperti masalah pernapasan biasa dapat menyimpan rahasia medis yang mencengangkan. Inilah yang dialami oleh Monica Deyanira Cabrera Barajas, seorang wanita berusia 26 tahun asal Meksiko, yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah menderita batuk membandel selama lebih dari satu bulan tanpa kunjung sembuh.

Awalnya, Monica menduga bahwa dirinya hanya terserang flu berat atau gangguan bronkitis ringan. Namun, rasa penasaran dan ketidaknyamanan yang terus berlanjut membawanya ke meja pemeriksaan. Betapa terkejutnya tim medis dan Monica sendiri saat hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya sebuah benda asing berbahan logam yang bersarang jauh di dalam jaringan paru-parunya.

Penemuan Benda Asing yang Mengancam Nyawa

Benda misterius tersebut ternyata adalah perhiasan tindik septum (tindik hidung) milik Monica yang sempat dilaporkan hilang. Lewat sebuah video yang viral di platform media sosial, Monica membagikan pengalamannya yang mengerikan tersebut. Ia mengaku sama sekali tidak menyadari kapan pastinya aksesori itu terlepas, apalagi membayangkan benda tersebut bisa terhirup secara tidak sengaja hingga masuk ke organ vitalnya.

Baca Juga

Jendela Alam Semesta: Mengenang 34 Tahun Peluncuran Teleskop Hubble yang Mengubah Sejarah Astronomi Modern

Jendela Alam Semesta: Mengenang 34 Tahun Peluncuran Teleskop Hubble yang Mengubah Sejarah Astronomi Modern

Para ahli medis menekankan bahwa kondisi yang dialami Monica sangatlah berisiko dan berpotensi fatal. Keberadaan logam di dalam paru-paru dapat memicu luka serius jika mengenai pembuluh darah besar seperti aorta. Risiko terburuknya adalah pasien bisa mengalami pendarahan hebat atau kondisi paru-paru kolaps yang dapat berujung pada kematian dalam waktu singkat.

Kronologi di Balik Insiden Tidur yang Berbahaya

Berdasarkan analisis medis dan pengakuan korban, insiden ini diduga kuat terjadi saat Monica sedang tertidur lelap. Kemungkinan besar, pengunci pada cincin hidungnya melonggar, menyebabkan perhiasan tersebut jatuh ke pangkal tenggorokan. Dalam posisi tidur terlentang, refleks pernapasan justru menarik benda tersebut masuk ke saluran trakea menuju paru-paru, alih-alih masuk ke saluran pencernaan.

Baca Juga

Kabar Baik Bagi Pekerja di Arab Saudi: Hak Cuti Haji Berbayar 15 Hari Resmi Diatur, Ini Syarat Lengkapnya

Kabar Baik Bagi Pekerja di Arab Saudi: Hak Cuti Haji Berbayar 15 Hari Resmi Diatur, Ini Syarat Lengkapnya

Beruntung, Monica segera mendapatkan penanganan yang tepat. Melalui serangkaian tindakan medis intensif, benda logam tersebut berhasil dikeluarkan tanpa menyebabkan komplikasi jangka panjang yang permanen. Meski fisiknya telah pulih, trauma psikologis akibat kejadian ini tampaknya membekas cukup dalam.

Pelajaran Berharga bagi Pengguna Tindik

“Saya memang sangat menyukai seni tindik, terutama septum saya. Namun, setelah melewati pengalaman hidup dan mati ini, saya memutuskan untuk tidak akan pernah melakukannya lagi. Ini benar-benar pengalaman yang sangat menakutkan,” ujar Monica dalam narasinya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi publik mengenai risiko penggunaan aksesori kecil di area wajah yang rentan terhirup atau tertelan tanpa disadari. Kesehatan pernapasan adalah prioritas utama, dan sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala aneh yang menetap, karena diagnosa dini dapat menyelamatkan nyawa dari ancaman yang tak terduga.

Baca Juga

Drama Penyelamatan Pico: Kuda yang Kabur di Tengah Badai Milwaukee Berhasil ‘Dirayu’ dengan Sebatang Wortel

Drama Penyelamatan Pico: Kuda yang Kabur di Tengah Badai Milwaukee Berhasil ‘Dirayu’ dengan Sebatang Wortel
Siti Rahma

Siti Rahma

Jurnalis berita global dengan ketertarikan pada geopolitik dan ekonomi dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *