Update Terbaru Harga Emas 24 Karat: Analisis Pergerakan Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata per 22 Juni 2026

Rizky Pratama | InfoNanti
22 Jun 2026, 14:52 WIB
Update Terbaru Harga Emas 24 Karat: Analisis Pergerakan Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata per 22 Juni 2026

InfoNanti — Memasuki pekan keempat di bulan Juni 2026, dinamika pasar logam mulia kembali menunjukkan pergerakan yang menarik untuk disimak. Sebagai aset aman atau safe haven, emas terus menjadi magnet bagi para investor yang ingin mengamankan nilai kekayaan mereka di tengah fluktuasi ekonomi global. Pada Senin, 22 Juni 2026, laporan terbaru mengenai harga emas hari ini dari berbagai produsen raksasa seperti PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Pegadaian (Persero), hingga PT Hartadinata Abadi Tbk, menjadi rujukan krusial bagi masyarakat Indonesia.

Potret Pasar Emas Batangan: Dominasi Antam dan Pegadaian

Emas batangan dengan kadar kemurnian 24 karat tetap menjadi primadona bagi mereka yang berorientasi pada investasi jangka panjang. Berdasarkan pantauan tim redaksi InfoNanti, harga yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pada hari ini menunjukkan angka yang bervariasi mengikuti gramasi yang dipilih. Untuk ukuran terkecil yakni 0,5 gram, konsumen perlu merogoh kocek sebesar Rp 1.384.000. Sementara itu, untuk ukuran standar 1 gram, harga dipatok pada level Rp 2.668.000.

Baca Juga

Membawa Perubahan dari Kampus ke Desa: Inilah 8 Finalis Genera-Z Berbakti BCA 2026 yang Siap Mengguncang Inovasi Sosial

Membawa Perubahan dari Kampus ke Desa: Inilah 8 Finalis Genera-Z Berbakti BCA 2026 yang Siap Mengguncang Inovasi Sosial

Bagi investor kelas kakap, ukuran yang lebih besar tentu menawarkan efisiensi harga per gram yang lebih baik. Emas Antam dengan berat 10 gram saat ini tercatat di angka Rp 26.230.000. Melompat ke angka yang lebih signifikan, batangan 100 gram mencapai Rp 261.160.000, sedangkan untuk ukuran fantastis 1.000 gram atau 1 kilogram, harganya menyentuh Rp 2.608.600.000. Angka-angka ini mencerminkan stabilitas sekaligus prestise Antam sebagai pemain utama di industri ini.

Di sisi lain, PT Pegadaian (Persero) menawarkan alternatif menarik dengan menyediakan tiga merek emas berbeda dalam satu atap, yaitu Galeri24, Antam, dan UBS. Strategi ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk memilih produk yang paling sesuai dengan anggaran mereka. Untuk produk besutan mereka sendiri, Galeri24, harga 0,5 gram dibanderol Rp 1.389.000 dan 1 gram seharga Rp 2.649.000. Menariknya, harga emas Antam yang dijual melalui Pegadaian memiliki selisih dengan harga langsung di butik Antam, di mana untuk 1 gram dipatok Rp 2.775.000.

Baca Juga

Danantara Resmi Jadi ‘Pintu Tunggal’ Ekspor CPO dan Batu Bara, Kendali Harga Kini di Tangan Pemerintah

Danantara Resmi Jadi ‘Pintu Tunggal’ Ekspor CPO dan Batu Bara, Kendali Harga Kini di Tangan Pemerintah

Menganalisis Nilai Investasi Melalui Skema Buyback Hartadinata

PT Hartadinata Abadi Tbk juga tak mau ketinggalan dalam merilis daftar harga yang kompetitif. Sebagai salah satu manufaktur perhiasan dan emas batangan terkemuka, Hartadinata menekankan pada transparansi harga dasar dan harga beli kembali atau buyback. Hal ini sangat penting bagi para pelaku trading emas yang kerap memperhitungkan selisih harga (spread) untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

Untuk emas ukuran 1 gram, Hartadinata menetapkan harga dasar sebesar Rp 2.532.000 dengan nilai buyback di angka Rp 2.410.000. Ini berarti terdapat selisih sekitar Rp 122.000 yang perlu dipertimbangkan oleh pemilik emas jika ingin menjual kembali asetnya dalam waktu dekat. Pada ukuran yang lebih besar seperti 100 gram, harga dasar berada di level Rp 247.600.000 dengan nilai buyback sebesar Rp 241.000.000. Fenomena ini menunjukkan bahwa semakin besar gramasi yang dimiliki, maka persentase selisih harga cenderung semakin mengecil, menjadikannya pilihan ideal bagi penyimpanan nilai kekayaan dalam jumlah besar.

Baca Juga

Realisasi Belanja Negara Kuartal I 2026 Tembus Rp 815 Triliun: Bukti Akselerasi Ekonomi Nasional

Realisasi Belanja Negara Kuartal I 2026 Tembus Rp 815 Triliun: Bukti Akselerasi Ekonomi Nasional

Dinamika Harga Emas Perhiasan: Antara Estetika dan Nilai Jual

Berbeda dengan emas batangan yang murni berfungsi sebagai instrumen investasi, emas perhiasan memiliki dimensi tambahan berupa nilai estetika dan biaya pembuatan. Kadar karat yang beragam mulai dari K5 hingga K24 memberikan pilihan luas bagi konsumen dengan berbagai latar belakang ekonomi. Berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, perhiasan dengan kadar K24* (kualitas prima) mencapai harga beli Rp 2.500.000 per gram, sementara untuk kadar K18 berada di angka Rp 1.661.000 per gram.

Laku Emas juga memberikan kontribusi data yang menarik bagi para peminat emas fisik. Per akhir Mei hingga Juni 2026, mereka mencatatkan harga jual emas 24K (99%) di kisaran Rp 2.440.000 hingga Rp 2.463.000 per gram. Perlu diingat bahwa emas murni 24 karat memiliki sifat fisik yang cenderung lunak, sehingga dalam pembuatan perhiasan yang rumit, seringkali diperlukan campuran logam lain seperti perak atau tembaga untuk memperkuat strukturnya.

Baca Juga

Wacana Penyesuaian Tarif KRL Jabodetabek: Akankah Naik Secara Bertahap demi Pemerataan Subsidi?

Wacana Penyesuaian Tarif KRL Jabodetabek: Akankah Naik Secara Bertahap demi Pemerataan Subsidi?

Mengapa Perbedaan Harga Terjadi di Berbagai Platform?

Mungkin banyak yang bertanya, mengapa terdapat perbedaan harga antara Antam, Pegadaian, dan toko emas lainnya? Jawabannya terletak pada beberapa faktor fundamental ekonomi. Pertama adalah biaya operasional dan margin keuntungan masing-masing perusahaan. Kedua, adanya biaya sertifikasi dan pengemasan yang berbeda antar merek. Misalnya, sertifikasi LBMA (London Bullion Market Association) yang dimiliki Antam memberikan nilai tambah internasional yang mungkin tidak dimiliki oleh merek lokal lainnya.

Selain itu, ketersediaan stok di masing-masing gerai juga mempengaruhi harga jual eceran. Di Pegadaian, harga seringkali dipengaruhi oleh mekanisme pasar internal mereka dan biaya layanan yang menyertainya. Namun, keragaman sumber informasi ini justru menguntungkan konsumen, karena mereka dapat melakukan perbandingan harga emas secara real-time sebelum melakukan transaksi besar.

Tips Cerdas Berinvestasi Emas di Tengah Fluktuasi

Sebagai panduan bagi para pembaca setia InfoNanti, berinvestasi emas memerlukan strategi yang matang. Tidak disarankan untuk membeli emas jika tujuan penggunaannya adalah untuk jangka pendek (di bawah satu tahun), mengingat adanya selisih harga jual dan harga beli kembali yang cukup signifikan. Emas lebih cocok dijadikan sebagai dana darurat atau tabungan jangka menengah-panjang untuk biaya pendidikan anak atau persiapan masa pensiun.

Selalu pastikan untuk membeli emas di tempat-tempat resmi yang memberikan sertifikat keaslian. Simpanlah emas Anda di tempat yang aman, baik itu di Safe Deposit Box bank atau brankas pribadi yang tersembunyi. Dengan memahami tren harga dan reputasi masing-masing produsen, Anda dapat memaksimalkan potensi keuntungan dari setiap gram emas yang Anda miliki. Tetap pantau InfoNanti untuk mendapatkan pembaruan terkini mengenai dunia ekonomi dan investasi tanah air.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *