Analisis Pasar Kripto Hari Ini: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Stellar Justru Melawan Arus

Andi Saputra | InfoNanti
18 Jun 2026, 08:55 WIB
Analisis Pasar Kripto Hari Ini: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Stellar Justru Melawan Arus

InfoNanti — Gelombang koreksi tampaknya tengah menyapu pasar aset digital global dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Mayoritas mata uang kripto berkapitalisasi pasar besar terpaksa parkir di zona merah setelah mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Fenomena ini membuat para investor cenderung bersikap defensif, memantau pergerakan harga dengan lebih hati-hati di tengah fluktuasi yang dinamis.

Dominasi Warna Merah di Papan Perdagangan Utama

Berdasarkan pantauan data pasar terbaru, aset-aset raksasa seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), hingga Solana (SOL) harus merelakan sebagian nilainya tergerus lebih dari 1 persen. Penurunan ini sebenarnya merupakan hal yang lumrah dalam siklus investasi kripto, di mana setelah terjadi reli atau kenaikan harga yang pesat, pasar biasanya melakukan penyesuaian melalui aksi ambil untung atau profit taking.

Baca Juga

Hyperliquid (HYPE) dan Ambisi Pasar Aset US$ 600 Triliun: Mengapa Bitwise Menyebutnya Revolusi Fintech, Bukan Sekadar Kripto?

Hyperliquid (HYPE) dan Ambisi Pasar Aset US$ 600 Triliun: Mengapa Bitwise Menyebutnya Revolusi Fintech, Bukan Sekadar Kripto?

Meskipun demikian, optimisme tidak sepenuhnya hilang. Di tengah gempuran warna merah tersebut, beberapa aset justru menunjukkan taji dengan mencatatkan penguatan yang impresif. Nama-nama seperti TRON, Stellar, dan CC berhasil menjadi pembeda, memberikan sinyal bahwa rotasi modal masih terus terjadi ke arah aset-aset dengan fundamental atau momentum tertentu.

Bitcoin dan Ethereum: Sang Pemimpin Pasar yang Sedang Menepi

Mengacu pada data dari Coinmarketcap per Kamis (18/6/2026), Bitcoin (BTC) masih kokoh menyandang status sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, mencapai angka fantastis US$ 1,29 triliun. Namun, angka tersebut sedikit menyusut setelah harga harga Bitcoin terkoreksi sebesar 1,86% dalam satu hari terakhir. Saat ini, BTC diperdagangkan di level US$ 64.439,57.

Baca Juga

Dilema Energi di Georgia: Gurita Tambang Kripto Kini Serap 5 Persen Listrik Nasional

Dilema Energi di Georgia: Gurita Tambang Kripto Kini Serap 5 Persen Listrik Nasional

Koreksi ini muncul setelah Bitcoin sempat menunjukkan performa gemilang dalam beberapa hari sebelumnya. Para analis melihat level ini sebagai area konsolidasi penting sebelum pasar menentukan arah pergerakan selanjutnya. Penurunan tipis ini dianggap sebagai napas bagi pasar setelah mengalami reli yang cukup melelahkan.

Setali tiga uang dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) sebagai pemain terbesar kedua juga tak luput dari tekanan. Aset digital ini turun sebesar 2,46% dan kini bertengger di level US$ 1.748,93. Dengan kapitalisasi pasar yang kini berada di kisaran US$ 210,81 miliar, Ethereum tetap menjadi motor penggerak ekosistem decentralized finance (DeFi) meskipun harganya sedang melandai.

Peran Krusial Stablecoin di Saat Volatilitas Tinggi

Di saat pasar sedang bergoyang, aset bertipe stablecoin sering kali menjadi tempat perlindungan bagi para trader. Tether (USDT), misalnya, tetap bergerak stabil di kisaran US$ 0,9990 dengan kenaikan marjinal 0,01%. Sebagai aset kripto terbesar ketiga di dunia dengan kapitalisasi pasar US$ 186,38 miliar, USDT memegang peranan vital dalam menyediakan likuiditas di berbagai bursa.

Baca Juga

Bybit Dobrak Batas: Investor Ritel Kini Bisa Cicipi IPO SpaceX Lewat Tokenisasi Saham

Bybit Dobrak Batas: Investor Ritel Kini Bisa Cicipi IPO SpaceX Lewat Tokenisasi Saham

Demikian pula dengan USD Coin (USDC) yang menunjukkan stabilitas serupa. Dengan penguatan tipis 0,01%, USDC berada di level US$ 0,9998 dengan total nilai pasar mencapai US$ 74,73 miliar. Stabilitas kedua aset ini menunjukkan bahwa banyak investor yang memilih untuk memindahkan aset mereka sementara ke dalam bentuk dolar digital untuk menghindari risiko penurunan lebih lanjut pada altcoin potensial lainnya.

Nasib BNB, XRP, dan Solana: Perjuangan di Tengah Arus Jual

Binance Coin (BNB), yang merupakan token asli dari ekosistem Binance, juga tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,63%. Saat ini, BNB dihargai US$ 601,01 dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 80,91 miliar. Meskipun terkoreksi, daya tahan BNB relatif lebih baik dibandingkan beberapa rekan sejawatnya.

Baca Juga

Geliat Pasar Kripto: Saham Digital Melonjak Tajam di Tengah Momentum Krusial RUU Clarity Act

Geliat Pasar Kripto: Saham Digital Melonjak Tajam di Tengah Momentum Krusial RUU Clarity Act

Sementara itu, XRP dan Solana (SOL) mengalami tekanan yang lebih berat. XRP harus rela turun 2,50% ke level US$ 1,18 dengan kapitalisasi pasar US$ 73,59 miliar. Di sisi lain, Solana, yang dikenal karena kecepatannya, terkoreksi 2,19% ke angka US$ 72,00. Padahal, minat investor terhadap SOL tetap tinggi berkat pertumbuhan ekosistem NFT dan aplikasi terdesentralisasi di jaringannya.

Kisah Sukses Stellar dan TRON: Melawan Arus Pasar

Satu hal yang menarik dari laporan pasar kali ini adalah performa luar biasa dari Stellar (XLM). Di saat hampir semua aset papan atas memerah, XLM justru melonjak tajam 4,31% menuju level US$ 0,2271. Lonjakan ini menjadikannya salah satu aset dengan kenaikan tertinggi dalam daftar 15 besar kripto. Investor tampaknya mulai melirik kembali potensi Stellar dalam memfasilitasi transaksi lintas batas yang cepat dan murah.

Tak mau kalah, TRON (TRX) juga berhasil menorehkan angka positif dengan kenaikan 1,46% ke level US$ 0,3212. Kapitalisasi pasar TRON yang kini mencapai US$ 30,42 miliar membuktikan bahwa aset ini memiliki komunitas pendukung yang kuat dan mampu bertahan meski kondisi pasar secara umum sedang tidak bersahabat.

Melihat Lebih Dekat Pergerakan Koin Menengah

Beralih ke aset dengan kapitalisasi menengah, dinamika yang terjadi pun sangat beragam. Dogecoin (DOGE), meme coin yang paling populer, turun tipis 1,18% ke harga US$ 0,08604. Sementara itu, Hyperliquid (HYPE) terkoreksi 2,10% ke level US$ 71,48. Penurunan ini mencerminkan sikap analisis pasar kripto yang sedang menghindari aset-aset dengan tingkat spekulasi tinggi.

Pelemahan paling dalam justru dirasakan oleh Zcash (ZEC). Koin yang fokus pada privasi ini merosot hingga 4,66% ke level US$ 481,05. Penurunan ini menempatkan ZEC sebagai salah satu pecundang terbesar (top loser) di jajaran aset utama hari ini. Di sisi lain, aset seperti Monero (XMR) juga turun 2,58%, menunjukkan bahwa kategori koin privasi sedang berada dalam tekanan kolektif.

Kesimpulan dan Pandangan Kedepan

Koreksi yang terjadi saat ini memberikan gambaran bahwa pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh sentimen makro dan aksi teknis para pelaku pasar. Bagi investor jangka panjang, penurunan ini sering kali dipandang sebagai peluang untuk melakukan akumulasi di harga yang lebih rendah (buy the dip). Namun bagi trader harian, volatilitas ini menuntut manajemen risiko yang lebih ketat.

Pergerakan variatif antara satu aset dengan aset lainnya menegaskan pentingnya diversifikasi. Seperti yang ditunjukkan oleh Stellar dan TRON, tidak semua aset bergerak searah dengan Bitcoin. Pemahaman mendalam mengenai fundamental masing-masing koin tetap menjadi kunci utama dalam menavigasi ekosistem keuangan masa depan ini. Tetap pantau perkembangan terbaru di InfoNanti untuk mendapatkan wawasan tajam seputar dunia kripto.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *