Update Harga Kripto 10 Juni 2026: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Mayoritas Altcoin Masuk Zona Merah

Andi Saputra | InfoNanti
10 Jun 2026, 08:52 WIB
Update Harga Kripto 10 Juni 2026: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Mayoritas Altcoin Masuk Zona Merah

InfoNanti — Gelombang koreksi tampaknya tengah menyapu pasar aset digital secara global pada pertengahan tahun ini. Memasuki hari Rabu, 10 Juni 2026, para investor disambut dengan layar yang didominasi warna merah. Mayoritas mata uang kripto papan atas, mulai dari sang raja Bitcoin hingga aset-aset altcoin populer, mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Fenomena ini memicu berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai apakah ini merupakan fase konsolidasi sehat ataukah awal dari tren penurunan yang lebih panjang.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun oleh tim redaksi InfoNanti, sentimen pasar cenderung berhati-hati. Penurunan ini tidak hanya menyentuh aset-aset dengan kapitalisasi pasar besar, tetapi juga merambat ke sektor meme coin dan koin berbasis privasi. Di tengah badai merah ini, hanya segelintir aset yang mampu bertahan di zona hijau, menunjukkan betapa kuatnya dominasi sentimen negatif pada perdagangan kali ini. Para analis menyarankan agar investor tetap memantau pergerakan strategi investasi mereka dengan lebih cermat di tengah volatilitas yang meningkat.

Baca Juga

Waspada! Mantan CTO Ripple David Schwartz Bongkar Skema Penipuan XRP Masif yang Mengintai Investor

Waspada! Mantan CTO Ripple David Schwartz Bongkar Skema Penipuan XRP Masif yang Mengintai Investor

Bitcoin Tergelincir di Bawah Level Psikologis

Bitcoin (BTC), yang sering dianggap sebagai kompas bagi industri kripto, tercatat mengalami penurunan sebesar 2,71%. Saat ini, harga Bitcoin bertengger di level USD 61.711,30. Meski mengalami koreksi, Bitcoin tetap mengukuhkan posisinya sebagai aset dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, yakni mencapai USD 1,24 triliun. Banyak pengamat pasar menilai bahwa penurunan ini merupakan bentuk aksi ambil untung (profit taking) yang wajar setelah Bitcoin sempat mengalami reli panjang pada pekan-pekan sebelumnya.

Tekanan jual ini juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi makro global yang membuat investor cenderung mengalihkan sementara aset mereka ke instrumen yang dianggap lebih aman. Namun, bagi para holder jangka panjang, fluktuasi harga di kisaran USD 61.000 ini masih dianggap sebagai bagian dari dinamika pasar yang lumrah terjadi sebelum mencari pijakan baru untuk kembali menguat.

Baca Juga

Update Harga Kripto 16 April 2026: Bitcoin Kokoh di Level USD 75 Ribu, Altcoin Dominasi Zona Hijau

Update Harga Kripto 16 April 2026: Bitcoin Kokoh di Level USD 75 Ribu, Altcoin Dominasi Zona Hijau

Ethereum dan BNB Mengikuti Jejak Pelemahan

Nasib serupa juga dialami oleh Ethereum (ETH). Sebagai platform kontrak pintar terbesar, Ethereum harus rela terkoreksi sebesar 3,68%, yang membawa harganya turun ke posisi USD 1.640,01. Dengan kapitalisasi pasar yang kini berada di angka USD 198,07 miliar, Ethereum masih berjuang untuk mempertahankan support level krusialnya di tengah gempuran sentimen negatif yang menyelimuti ekosistem Ethereum secara keseluruhan.

Tak ketinggalan, Binance Coin (BNB) juga harus tunduk pada tren pasar. Token asli dari ekosistem bursa kripto terbesar di dunia ini mengalami penurunan sebesar 2,13%, sehingga harganya kini berada di level USD 592,58. Dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 79,98 miliar, pergerakan BNB sangat dipengaruhi oleh volume perdagangan global yang sedang mengalami penyusutan tipis seiring dengan sikap skeptis investor jangka pendek.

Baca Juga

Keberanian Remaja 17 Tahun Ungkap Skandal Kripto Rp 1.990 Triliun: Alexander Browder Masuk Daftar Hitam Rusia

Keberanian Remaja 17 Tahun Ungkap Skandal Kripto Rp 1.990 Triliun: Alexander Browder Masuk Daftar Hitam Rusia

Nasib Altcoin: Dari XRP hingga Solana yang Tertekan

Di jajaran altcoin lainnya, tekanan terasa lebih berat. XRP, yang berada di peringkat keenam kapitalisasi pasar, mencatatkan penurunan sebesar 3,49% ke level USD 1,13. Sementara itu, Solana (SOL) yang dikenal dengan kecepatan transaksinya, juga tidak luput dari aksi jual massal. Harga Solana merosot 3,35% menjadi USD 64,85 dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 37,63 miliar.

Penurunan yang cukup dalam juga terlihat pada beberapa aset berikut:

  • Hyperliquid (HYPE): Mengalami salah satu koreksi terdalam di kelompok 10 besar, yakni anjlok hingga 9,04% ke harga USD 57,59.
  • Dogecoin (DOGE): Meme coin favorit publik ini turun 2,78% ke level USD 0,08452.
  • Cardano (ADA): Terkoreksi 4,10% dan kini diperdagangkan di harga USD 0,1650.
  • Stellar (XLM): Turun 6,69% menuju posisi USD 0,1920.
  • Zcash (ZEC): Aset privasi ini tertekan cukup dalam dengan koreksi 7,12% ke harga USD 426,07.

Aset yang Bertahan: Stablecoin dan Fenomena LEO

Menariknya, di saat mayoritas pasar merosot, instrumen stablecoin justru menunjukkan stabilitasnya sebagai tempat perlindungan bagi para trader. USD Coin (USDC) berhasil naik tipis 0,02% dan terjaga tepat di level pasak USD 1,00. Hal ini menandakan adanya perpindahan likuiditas dari koin volatil ke aset yang lebih stabil untuk meminimalisir risiko kerugian lebih lanjut.

Baca Juga

Bitmine Guncang Pasar Kripto: Borong Ethereum Rp 3,89 Triliun di Tengah Gejolak Keamanan AI

Bitmine Guncang Pasar Kripto: Borong Ethereum Rp 3,89 Triliun di Tengah Gejolak Keamanan AI

Selain USDC, UNUS SED LEO (LEO) muncul sebagai salah satu sedikit aset yang mampu memberikan imbal hasil positif di tengah badai. LEO menguat 0,76% ke level USD 9,50. Penguatan tipis ini memberikan sedikit angin segar bagi investor yang mendiversifikasi portofolionya ke aset-aset di luar arus utama.

Konteks Global: Regulasi dan Edukasi di Berbagai Negara

Pergerakan harga yang fluktuatif ini tidak terjadi di ruang hampa. InfoNanti mencatat beberapa perkembangan signifikan di kancah internasional yang turut mempengaruhi psikologi pasar. Di Rusia, pemerintah dilaporkan tengah membidik transaksi pada tiga jenis kripto tertentu dengan struktur biaya baru sebagai bagian dari upaya sinkronisasi pajak digital. Langkah ini dipandang sebagai upaya negara tersebut untuk melegalkan sekaligus mengontrol arus modal keluar lewat jalur kripto.

Sementara itu, di Asia Tenggara, Vietnam mulai melakukan uji coba perdagangan kripto secara resmi. Langkah Vietnam ini tergolong progresif mengingat banyak negara tetangganya justru tengah memperketat aturan. Di sisi lain, industri dalam negeri juga terus berbenah. Bursa kripto lokal mulai aktif menggandeng kampus-kampus top untuk menyiapkan talenta digital yang mumpuni melalui program edukasi kripto yang terstruktur. Hal ini diharapkan dapat memperkuat fundamental pasar kripto di masa depan agar tidak hanya bergantung pada spekulasi harga semata.

Menganalisis Proyeksi Pasar Kedepan

Melihat kondisi pasar yang sedang mengalami koreksi masal ini, banyak analis teknikal berpendapat bahwa pasar tengah mencari titik keseimbangan baru. Bagi sebagian orang, momen ini dianggap sebagai kesempatan untuk “buy the dip” atau membeli di harga rendah, namun risiko penurunan lebih lanjut tetap mengintai jika sentimen global tidak segera membaik.

Para investor sangat disarankan untuk tetap memperhatikan berita-berita fundamental terkait regulasi perbankan sentral dan adopsi institusional. Sebagai bagian dari ekosistem keuangan modern, aset digital akan terus mengalami pasang surut. Kunci utama dalam menghadapi situasi seperti hari ini adalah manajemen risiko yang disiplin dan pemahaman mendalam terhadap proyek di balik setiap koin yang dimiliki. Pastikan Anda selalu memperbarui informasi melalui sumber terpercaya agar tidak terjebak dalam kepanikan pasar yang tidak perlu.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *