Dominasi Binance di Tengah Lesunya Bursa Kripto Kuartal I 2026: Strategi Investor Bergeser ke Derivatif

Andi Saputra | InfoNanti
12 Apr 2026, 16:51 WIB
Dominasi Binance di Tengah Lesunya Bursa Kripto Kuartal I 2026: Strategi Investor Bergeser ke Derivatif

InfoNanti — Memasuki babak baru di tahun 2026, dinamika pasar aset digital tampaknya tengah mengalami fase pendinginan yang cukup signifikan. Setelah sempat mencapai puncak siklus yang menggairahkan dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas perdagangan di berbagai bursa kripto global kini mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Fenomena ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan cerminan dari pergeseran strategi para pelaku pasar yang kini jauh lebih selektif.

Laporan terbaru yang dihimpun tim redaksi dari data CryptoQuant mengungkapkan bahwa gairah trading kripto secara umum mengalami tren penurunan yang cukup tajam. Para investor, baik ritel maupun institusi, kini terlihat lebih condong memusatkan transaksi mereka pada platform-platform raksasa yang menawarkan likuiditas tinggi guna meminimalisir risiko di tengah ketidakpastian pasar.

Baca Juga

Update Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, TRON Berhasil Amankan Zona Hijau

Update Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, TRON Berhasil Amankan Zona Hijau

Anomali Volume Perdagangan: Spot Lesu, Derivatif Melaju

Penurunan partisipasi publik ini terlihat sangat kontras jika kita membandingkan data tahun sebelumnya. Volume perdagangan di bursa terpusat (CEX) tercatat merosot hingga 48 persen dari masa keemasannya pada Oktober 2025. Hingga Maret 2026, angka transaksi hanya menyentuh kisaran USD 4,3 triliun, sebuah level terendah yang pernah tercatat sejak medio Oktober 2024.

Namun, di balik lesunya pasar spot trading, ada cerita berbeda dari ceruk pasar derivatif. Para spekulan dan hedger tampaknya masih sangat aktif. Volume perdagangan kontrak perpetual futures justru meroket hingga mencapai USD 3,5 triliun pada bulan Maret. Angka ini secara impresif empat kali lebih besar dibandingkan volume transaksi spot yang hanya mampu bertahan di angka USD 0,8 triliun. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun minat beli aset secara langsung menurun, minat untuk memanfaatkan volatilitas harga melalui instrumen derivatif masih sangat tinggi.

Baca Juga

Prediksi Fantastis Bitcoin 2029: Akankah Harga Menembus USD 500.000? Analisis Mendalam Siklus Pasar

Prediksi Fantastis Bitcoin 2029: Akankah Harga Menembus USD 500.000? Analisis Mendalam Siklus Pasar

Binance Masih Memegang Kendali Global

Dalam peta persaingan bursa, Binance masih membuktikan diri sebagai pemimpin pasar yang sulit tergoyahkan. Di sektor derivatif, bursa ini menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar global dengan total volume bulanan yang menyentuh angka fantastis, yakni USD 1,4 triliun. Posisi di bawahnya ditempati oleh OKX dengan perolehan 19 persen dan Bybit yang mengamankan 13 persen pangsa pasar.

Peningkatan aktivitas di sektor investasi derivatif ini terutama terlihat pada pekan ketiga Maret, dipicu oleh fluktuasi harga Bitcoin dan Ethereum yang cukup liar. Data internal menunjukkan lonjakan open interest dalam kurun waktu 24 jam untuk Bitcoin mencapai USD 829 juta, sementara Ethereum mencatatkan angka yang lebih besar yakni USD 1,6 miliar. Secara akumulatif, total open interest untuk kontrak perpetual dua aset kripto terbesar ini masing-masing bertengger di angka USD 23 miliar dan USD 16 miliar.

Baca Juga

Strategi Berani Coinbase: Meluncurkan tGBP untuk Mendobrak Dominasi Dolar di Pasar Kripto Global

Strategi Berani Coinbase: Meluncurkan tGBP untuk Mendobrak Dominasi Dolar di Pasar Kripto Global

Peta Persaingan Bursa di Pasar Spot

Tak hanya di pasar berjangka, dominasi Binance juga terasa kuat di pasar spot. Meski pangsa pasarnya sedikit terkoreksi dari 37 persen pada Oktober 2025 menjadi 32 persen pada Maret 2026, volume perdagangannya yang mencapai USD 248 miliar tetap tak tertandingi oleh para pesaingnya. Sebagai perbandingan, bursa lain seperti MEXC baru mengantongi 9 persen pangsa pasar, diikuti Bybit dengan 7 persen.

Meskipun beberapa platform seperti Gate, Crypto.com, dan Bybit terus berupaya meningkatkan volume transaksi mereka melalui berbagai program insentif, skala ekonomi yang dimiliki Binance nampaknya masih menjadi daya tarik utama bagi para investor yang memprioritaskan keamanan likuiditas. Persaingan di kuartal mendatang diprediksi akan semakin sengit seiring dengan upaya bursa-bursa kecil untuk merebut hati investor di tengah kondisi pasar yang sedang melakukan konsolidasi ini.

Baca Juga

Update Harga Kripto 3 Mei 2026: Bitcoin Kokoh di Level Fantastis, Dogecoin Pimpin Reli Mingguan

Update Harga Kripto 3 Mei 2026: Bitcoin Kokoh di Level Fantastis, Dogecoin Pimpin Reli Mingguan

Penting bagi para pembaca untuk diingat bahwa setiap langkah di pasar kripto memiliki risiko yang tinggi. Analisis mendalam dan manajemen risiko yang ketat sangat diperlukan sebelum Anda memutuskan untuk masuk ke dalam ekosistem aset digital ini.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *