Analisis Mendalam: Solana Terperosok ke Level Terendah Sejak 2023, Tekanan Jual Whale Picu Kepanikan Pasar

Andi Saputra | InfoNanti
08 Jun 2026, 06:53 WIB
Analisis Mendalam: Solana Terperosok ke Level Terendah Sejak 2023, Tekanan Jual Whale Picu Kepanikan Pasar

InfoNanti — Dinamika pasar aset digital kembali menunjukkan wajah volatilitasnya yang ekstrem. Kali ini, perhatian publik tertuju pada Solana (SOL), salah satu aset kripto terkemuka yang baru saja mencatatkan performa harga yang mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu yang relatif singkat, nilai SOL merosot tajam hingga menyentuh angka USD 61, sebuah titik terendah yang belum pernah terlihat lagi sejak November 2023. Fenomena ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan cerminan dari tekanan jual yang luar biasa masif di tengah lesunya sentimen pasar global.

Laporan terbaru yang dihimpun oleh tim redaksi menunjukkan bahwa dalam perdagangan terakhir, harga SOL mengalami koreksi lebih dari 4 persen dalam kurun waktu 24 jam. Namun, jika kita melihat gambaran yang lebih luas, situasinya tampak jauh lebih suram. Secara mingguan, nilai Solana telah tergerus hampir 24 persen, sementara dalam periode satu bulan terakhir, pelemahannya mencapai angka 30 persen. Yang paling mencolok adalah fakta bahwa dibandingkan dengan posisi harga di awal tahun, Solana kini telah kehilangan hampir setengah dari nilai kapitalisasinya.

Baca Juga

Korea Selatan Perketat Celah Kripto Lintas Batas: Era Baru Regulasi di Bawah UU Valuta Asing

Korea Selatan Perketat Celah Kripto Lintas Batas: Era Baru Regulasi di Bawah UU Valuta Asing

Faktor Utama Di Balik Rontoknya Harga Solana

Penurunan drastis ini tidak terjadi di ruang hampa. Berdasarkan data yang diolah dari berbagai sumber pasar, ada kombinasi faktor internal dan eksternal yang saling berkelindan. Aset kripto Solana saat ini sedang menghadapi badai sempurna yang dipicu oleh pergerakan para investor besar atau yang biasa disebut sebagai ‘whale’, serta arus keluar dana dari instrumen investasi institusional.

Salah satu peristiwa yang paling menyita perhatian adalah manuver mendadak dari perusahaan raksasa Forward Industries. Setelah sekian lama tidak menunjukkan aktivitas signifikan di dompet digital mereka, perusahaan ini tiba-tiba memindahkan aset sebanyak 455.784 SOL ke bursa Coinbase Prime. Transaksi dengan nilai fantastis, yakni sekitar USD 31,9 juta ini, segera memicu spekulasi liar di kalangan trader. Banyak yang menduga bahwa pemindahan aset ke bursa merupakan persiapan untuk aksi jual besar-besaran (dumping), yang secara otomatis akan menambah beban tekanan pada harga di pasar spot.

Baca Juga

Bitcoin Japan Resmi Masuk ke SpaceX: Menakar Strategi Investasi di Balik Raksasa Antariksa Elon Musk

Bitcoin Japan Resmi Masuk ke SpaceX: Menakar Strategi Investasi di Balik Raksasa Antariksa Elon Musk

Tragedi Investasi Institusional: Kerugian Tak Terelakkan

Kisah Forward Industries menjadi potret nyata bagaimana guncangan pasar dapat memukul telak pemain institusi. Diketahui bahwa perusahaan ini mulai gencar menerapkan strategi investasi institusi berbasis Solana sejak September 2025. Pada masa keemasan tersebut, mereka mengalokasikan modal yang sangat besar, yakni sekitar USD 1,59 miliar, untuk memborong 6,83 juta SOL. Harga rata-rata pembelian mereka saat itu berada di angka USD 232 per token.

Namun, dengan harga SOL yang kini terjerembab di level USD 61, nilai portofolio mereka menyusut drastis menjadi hanya sekitar USD 458,6 juta. Ini berarti Forward Industries saat ini harus menanggung unrealized loss atau kerugian yang belum direalisasikan lebih dari USD 1,3 miliar. Tekanan finansial sebesar ini seringkali memaksa institusi untuk melakukan likuidasi demi menyelamatkan modal yang tersisa, yang pada gilirannya justru memperparah penurunan harga pasar.

Baca Juga

Prediksi Harga Bitcoin: Menanti Titik Balik Kebijakan The Fed di Tengah Reli US$ 63.000

Prediksi Harga Bitcoin: Menanti Titik Balik Kebijakan The Fed di Tengah Reli US$ 63.000

Melemahnya Minat Melalui Instrumen ETF

Selain aksi jual langsung, pasar juga mencermati perubahan tren pada produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis Solana di Amerika Serikat. ETF Solana yang awalnya menjadi primadona bagi investor tradisional kini mulai kehilangan daya tariknya. Data menunjukkan adanya pergeseran dari net inflow (arus masuk bersih) menjadi net outflow (arus keluar bersih).

Fenomena ini mengindikasikan bahwa kepercayaan investor institusi mulai goyah. Penarikan dana besar-besaran dari produk ETF seringkali menjadi sinyal bahwa pasar sedang bersiap menghadapi periode bearish yang lebih panjang. Pola serupa pernah terjadi pada Maret lalu, di mana penarikan dana massal mengakibatkan harga SOL jatuh dari USD 91 ke level USD 81 dalam waktu singkat. Kini, dengan harga yang jauh lebih rendah, ketakutan akan terjadinya spiral penurunan harga yang sama kembali menghantui para pemegang aset.

Baca Juga

Revolusi Hiburan Global: Menjelajahi Masa Depan Perfilman Melalui Sinergi AI, Blockchain, dan Komunitas Kreatif

Revolusi Hiburan Global: Menjelajahi Masa Depan Perfilman Melalui Sinergi AI, Blockchain, dan Komunitas Kreatif

Gejolak di Pasar Derivatif dan Gelombang Likuidasi

Kondisi pasar spot yang berdarah-darah juga merembet ke pasar derivatif. Berdasarkan pantauan data dari CoinGlass, terjadi gelombang likuidasi massal yang mencapai nilai lebih dari USD 1,5 miliar hanya dalam waktu 24 jam terakhir. Mayoritas dari posisi yang terlikuidasi adalah posisi beli atau ‘long position’, di mana para trader sebelumnya berspekulasi bahwa harga akan segera rebound.

Sayangnya, penurunan harga yang terus berlanjut justru memaksa sistem untuk menutup posisi perdagangan mereka secara otomatis. Likuidasi kripto dalam skala sebesar ini menciptakan efek domino; semakin banyak posisi long yang terlikuidasi, semakin besar tekanan jual paksa yang terjadi, yang akhirnya menekan harga lebih dalam lagi. Solana menjadi salah satu aset yang paling menderita akibat mekanisme pasar yang kejam ini.

Pandangan Analis dan Proyeksi Masa Depan

Lantas, ke mana arah pergerakan Solana selanjutnya? Analisis pasar yang dilakukan oleh pakar kripto ternama, Jack Adams, memberikan gambaran yang cukup realistis sekaligus penuh kehati-hatian. Adams memperkirakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, Solana kemungkinan besar masih akan terjebak dalam kisaran konsolidasi antara USD 58 hingga USD 67.

Ia menekankan bahwa level psikologis USD 60 adalah area dukungan (support) yang sangat kritikal. Jika level ini tertembus ke bawah, maka tidak menutup kemungkinan Solana akan mencari lantai baru yang lebih rendah. Namun, di sisi lain, Adams tetap menyimpan optimisme jangka panjang. Menurutnya, apabila sentimen makroekonomi membaik dan ekosistem Solana mampu menunjukkan inovasi baru yang menarik minat pengembang, ada peluang bagi harga untuk kembali pulih ke rentang USD 120 hingga USD 175 di masa mendatang.

Kesimpulan bagi Para Investor

Situasi yang dialami Solana saat ini merupakan pengingat keras bagi para pelaku pasar tentang risiko tinggi yang menyertai potensi keuntungan besar di dunia kripto. Dengan adanya tekanan dari whale, penurunan minat institusi melalui ETF, serta volatilitas tinggi di pasar derivatif, perjalanan Solana untuk kembali ke masa kejayaannya dipastikan tidak akan mudah. Para investor disarankan untuk terus memantau pergerakan di level support USD 60 dan tetap waspada terhadap berita-berita fundamental yang dapat mengubah arah pasar secara tiba-tiba. Bagi InfoNanti, transparansi data dan pemahaman mendalam atas dinamika pasar adalah kunci utama dalam menavigasi ekosistem digital yang penuh ketidakpastian ini.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *