Sinergi Strategis Fiskal dan Moneter: Langkah DPR, Menkeu, dan BI Kawal Stabilitas Rupiah

Rizky Pratama | InfoNanti
06 Jun 2026, 10:52 WIB
Sinergi Strategis Fiskal dan Moneter: Langkah DPR, Menkeu, dan BI Kawal Stabilitas Rupiah

InfoNanti — Di tengah dinamika pasar global yang terus bergejolak, koordinasi antar-lembaga menjadi fondasi utama bagi ketahanan ekonomi nasional. Pada Sabtu pagi yang cerah di Kompleks Parlemen Senayan, sebuah pertemuan krusial berlangsung antara pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia. Ketiga otoritas ini duduk bersama untuk merumuskan langkah konkret dalam menjaga nilai tukar rupiah serta memastikan mesin pertumbuhan ekonomi tetap berputar kencang.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa diskusi yang dilakukan merupakan bentuk evaluasi mendalam terhadap kondisi ekonomi terkini. Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan upaya penyelarasan visi agar kebijakan fiskal dan moneter tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling memperkuat dalam menghadapi tantangan eksternal yang semakin kompleks.

Baca Juga

Update Harga Emas Pegadaian 12 April 2026: Antam Menanjak Tipis, Galeri24 dan UBS Bertahan Kokoh

Update Harga Emas Pegadaian 12 April 2026: Antam Menanjak Tipis, Galeri24 dan UBS Bertahan Kokoh

Sinkronisasi Kebijakan Demi Akselerasi Pertumbuhan

Menurut Dasco, sinkronisasi antara pemerintah sebagai pengelola fiskal dan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan pasar. Dalam keterangannya di Kompleks DPR RI, Jakarta, ia menegaskan bahwa koordinasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap langkah kebijakan yang diambil memiliki dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengadakan evaluasi menyeluruh mengenai perkembangan ekonomi saat ini. Fokus utamanya adalah bagaimana kebijakan fiskal dan moneter bisa saling mendukung. Tanpa koordinasi yang apik, sulit bagi kita untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan berkualitas,” ujar Dasco dengan nada optimis pada Sabtu (6/6/2026).

Pertemuan ini membuahkan sejumlah kesepakatan strategis yang nantinya akan diimplementasikan secara teknis oleh masing-masing institusi. Kehadiran pimpinan DPR dalam forum ini juga menunjukkan dukungan politik yang kuat terhadap kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah dan bank sentral, sehingga memberikan kepastian hukum dan stabilitas bagi para investor.

Baca Juga

Tensi Global Memanas: AS Resmi Blokade Selat Hormuz, Donald Trump Beri Ancaman Keras untuk Iran

Tensi Global Memanas: AS Resmi Blokade Selat Hormuz, Donald Trump Beri Ancaman Keras untuk Iran

Dua Pilar Strategi Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, memaparkan langkah-langkah teknis yang akan diambil oleh bank sentral. Saat ini, fokus utama otoritas moneter adalah memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah yang sempat tertekan oleh dinamika global, termasuk kebijakan suku bunga di negara-negara maju.

Perry menjelaskan bahwa terdapat dua langkah utama yang telah disepakati. Langkah pertama adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Hal ini dilakukan agar aliran modal asing atau capital inflow kembali mengalir deras ke pasar keuangan Indonesia, baik melalui instrumen saham maupun Surat Berharga Negara (SBN).

“Kenaikan suku bunga di luar negeri memang sempat memicu arus keluar modal dari pasar domestik. Oleh karena itu, fiskal dan moneter sepakat untuk meningkatkan daya tarik investasi kita. Tujuannya jelas, agar investor kembali masuk dan mendukung stabilitas ekonomi kita secara keseluruhan,” jelas Perry Warjiyo.

Baca Juga

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Tunda PPN Jalan Tol: Menjaga Daya Beli di Tengah Pemulihan Ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Tunda PPN Jalan Tol: Menjaga Daya Beli di Tengah Pemulihan Ekonomi

Langkah kedua yang tak kalah penting adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan. Mekanisme ini akan dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia. Dengan skema ini, pemerintah tidak hanya membantu stabilitas pasar, tetapi juga akan memperoleh peningkatan remunerasi atau imbal hasil atas dana yang ditempatkan di bank sentral, yang pada akhirnya akan memperkuat struktur APBN.

Kondisi APBN yang Solid sebagai Penopang Ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangan yang melegakan mengenai kondisi fiskal Indonesia. Ia menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini berada dalam posisi yang sangat sehat dan terjaga. Kekuatan APBN inilah yang akan dijadikan modal utama untuk mendorong percepatan ekonomi nasional ke depan.

Baca Juga

Satgas Debottlenecking: Gebrakan Purbaya Yudhi Sadewa Cairkan Investasi USD 30 Miliar yang Sempat Beku

Satgas Debottlenecking: Gebrakan Purbaya Yudhi Sadewa Cairkan Investasi USD 30 Miliar yang Sempat Beku

Purbaya menilai bahwa koordinasi yang lebih erat dengan Bank Indonesia akan membuat setiap kebijakan fiskal yang dikeluarkan pemerintah memiliki dampak yang lebih signifikan. Ia percaya bahwa sinergi adalah obat mujarab untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

“Kami di Kementerian Keuangan akan terus mendukung Bank Indonesia dalam memperkuat koordinasi. Kami ingin memastikan bahwa kebijakan moneter yang diambil BI sejalan dengan stimulus fiskal yang kami jalankan. Jika keduanya seirama, dampaknya terhadap ekonomi akan jauh lebih terasa bagi masyarakat luas,” tutur Purbaya dengan penuh keyakinan.

Membangun Kepercayaan Pasar dan Dampak Bagi Rakyat

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan Sabtu pagi tersebut adalah bagaimana cara mengembalikan kepercayaan pasar secara total. Para pemimpin otoritas ini menyadari bahwa persepsi investor terhadap stabilitas investasi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kekompakan pembuat kebijakan di dalam negeri.

Dengan meningkatnya kepercayaan investor, diharapkan nilai tukar rupiah dapat terus menguat secara berkelanjutan. Rupiah yang stabil bukan hanya angka di layar monitor para trader, melainkan instrumen penting untuk menjaga harga barang-barang kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat, mengingat banyaknya bahan baku industri yang masih bergantung pada impor.

“Pada akhirnya, yang paling penting adalah bagaimana kebijakan-kebijakan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita ingin ekonomi tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkas Purbaya. Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah tantangan zaman, kolaborasi adalah kunci untuk membawa Indonesia keluar dari ketidakpastian menuju kemakmuran yang lebih merata.

Melalui langkah-langkah strategis ini, pemerintah, DPR, dan Bank Indonesia menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjadi penonton dalam panggung ekonomi global, melainkan sebagai pemain aktif yang mampu menjaga kedaulatan ekonomi bangsa. Koordinasi yang terjalin erat ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi seluruh pelaku ekonomi bahwa Indonesia siap menghadapi masa depan dengan pondasi yang lebih kokoh.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *