Update Harga Kripto Hari Ini: Dominasi Merah Menghantui Pasar, Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi Tajam

Andi Saputra | InfoNanti
23 Mei 2026, 08:52 WIB
Update Harga Kripto Hari Ini: Dominasi Merah Menghantui Pasar, Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi Tajam

InfoNanti — Dinamika pasar aset digital kembali menunjukkan volatilitas tinggi dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan pantauan terkini, mayoritas aset kripto papan atas terpaksa parkir di zona merah, menyusul tekanan jual yang cukup masif di pasar global. Dari deretan 15 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, hampir seluruhnya mengalami koreksi harga yang signifikan, meninggalkan hanya satu aset yang berhasil melawan arus tren negatif tersebut.

Sentimen Pasar Kripto: Tekanan Berlanjut di Akhir Pekan

Memasuki akhir pekan ini, para investor tampaknya cenderung mengambil langkah konservatif. Fenomena ini tercermin dari pergerakan harga bitcoin yang menjadi barometer utama kesehatan industri kripto. Tekanan ini tidak hanya menyerang aset utama, tetapi juga merembet ke berbagai proyek altcoin lainnya, mulai dari platform smart contract hingga koin berbasis komunitas atau memecoin.

Baca Juga

Solana Menuju Titik Nadir Volatilitas: Akankah Harga SOL Segera Meledak atau Justru Terkoreksi Dalam?

Solana Menuju Titik Nadir Volatilitas: Akankah Harga SOL Segera Meledak atau Justru Terkoreksi Dalam?

Para analis pasar berpendapat bahwa koreksi ini merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar setelah periode pertumbuhan tertentu. Namun, bagi para pelaku trading kripto, fluktuasi yang terjadi hari ini menuntut kewaspadaan ekstra, mengingat volatilitas dapat meningkat sewaktu-waktu tergantung pada sentimen makroekonomi global yang sedang berkembang.

Bitcoin Berjuang Mempertahankan Level Psikologis

Mengutip data dari Coinmarketcap pada Sabtu (23/5/2026), Bitcoin (BTC) sebagai raja aset kripto dunia diperdagangkan pada level USD 75.711,42. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 2,38% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Meski sedang berada dalam tekanan, Bitcoin tetap mengukuhkan dominasinya dengan nilai kapitalisasi pasar yang sangat fantastis, yakni mencapai USD 1,52 triliun.

Pelemahan ini menunjukkan bahwa level harga di atas USD 75.000 menjadi medan pertempuran yang sengit antara pembeli dan penjual. Para investor besar atau yang sering disebut sebagai ‘whales’ tampaknya masih menahan diri untuk melakukan akumulasi besar-besaran, sementara investor ritel cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking) di tengah ketidakpastian arah pasar jangka pendek.

Baca Juga

Dominasi Mutlak Tether di Tengah Badai DeFi: Mengapa USDT Menjadi Pelabuhan Terakhir Saat Krisis?

Dominasi Mutlak Tether di Tengah Badai DeFi: Mengapa USDT Menjadi Pelabuhan Terakhir Saat Krisis?

Ethereum dan Ekosistem Altcoin yang Terkoreksi

Tidak jauh berbeda dengan sang pemimpin pasar, Ethereum (ETH) juga harus merelakan sebagian nilainya hilang. Aset yang menjadi tulang punggung bagi banyak proyek teknologi blockchain ini mengalami penurunan sebesar 2,85%, yang membawa harganya ke level USD 2.070,74. Dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 250,36 miliar, Ethereum tetap kokoh sebagai aset digital terbesar kedua, meskipun saat ini harus menghadapi sentimen bearish yang cukup kuat.

Koreksi pada Ethereum sering kali dipandang sebagai indikator pergerakan pasar altcoin secara keseluruhan. Ketika ETH mengalami pelemahan, biasanya koin-koin lain dalam ekosistem DeFi (Decentralized Finance) dan NFT (Non-Fungible Token) akan mengikuti jejak serupa. Hal ini terlihat jelas pada pergerakan Solana (SOL) yang juga terkoreksi 2,58% ke harga USD 84,97, dengan kapitalisasi pasar tersisa di angka USD 49,14 miliar.

Baca Juga

Gen Z Dominasi Pasar Kripto Indonesia: OJK Ingatkan Pentingnya Literasi di Tengah Tren FOMO

Gen Z Dominasi Pasar Kripto Indonesia: OJK Ingatkan Pentingnya Literasi di Tengah Tren FOMO

Nasib BNB, XRP, dan Dogecoin di Tengah Badai

Di jajaran sepuluh besar, Binance Coin (BNB) menunjukkan ketahanan yang sedikit lebih baik dibandingkan rekan-rekan sejawatnya. BNB mencatat pelemahan tipis sebesar 0,80%, yang menempatkan harganya di posisi USD 651,40. Ketahanan BNB ini sering kali dikaitkan dengan utilitasnya yang tinggi dalam ekosistem bursa kripto terbesar di dunia, sehingga permintaan terhadap aset ini cenderung lebih stabil dalam menghadapi investasi digital yang fluktuatif.

Sementara itu, XRP juga tidak luput dari koreksi dengan penurunan harga sebesar 2,30% menjadi USD 1,34. Di sisi lain, koin favorit komunitas, Dogecoin (DOGE), terpantau melemah 1,37% ke harga USD 0,1037. Meskipun penurunannya tidak sedalam Bitcoin, performa DOGE tetap menjadi perhatian karena sering kali menjadi indikator minat spekulatif di pasar kripto.

Baca Juga

Strategi Baru Goldman Sachs: Meninggalkan ETF Solana dan XRP Demi Dominasi Infrastruktur Hyperliquid

Strategi Baru Goldman Sachs: Meninggalkan ETF Solana dan XRP Demi Dominasi Infrastruktur Hyperliquid

Stablecoin: Pelabuhan Aman Saat Pasar Bergolak

Di tengah lautan merah, kategori stablecoin tetap menjalankan fungsinya sebagai aset pelindung nilai (hedge). Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) bergerak sangat stabil di sekitar angka satu dolar Amerika. USDT tercatat berada di level USD 0,9987, sementara USDC hampir tidak bergerak sama sekali dengan penurunan 0,00% di level USD 0,9996.

Stabilitas stablecoin di tengah anjloknya harga aset-aset utama menunjukkan bahwa banyak investor yang memilih untuk memindahkan dana mereka ke dalam bentuk tunai digital (cash-out) sementara waktu. Langkah ini diambil untuk menghindari kerugian lebih lanjut sambil menunggu momentum yang tepat untuk kembali masuk ke pasar saat harga sudah dianggap mencapai titik jenuh jual.

Kejutan LEO dan Kejatuhan Tajam Zcash

Yang menarik dari laporan pasar kali ini adalah munculnya UNUS SED LEO (LEO) sebagai satu-satunya aset yang mampu mencatatkan warna hijau di daftar 15 besar. LEO berhasil menguat sebesar 0,82% ke level USD 9,94. Meskipun kenaikannya tipis, pencapaian ini terbilang luar biasa di tengah kondisi pasar yang sedang lesu. Fenomena ini menunjukkan adanya sentimen positif spesifik atau permintaan internal yang kuat terhadap token tersebut.

Kontras dengan LEO, Zcash (ZEC) justru menjadi pecundang terbesar dalam periode ini. Harga ZEC terjun bebas dengan penurunan mencapai 10,46%, menyeret harganya ke posisi USD 599,40. Penurunan dua digit ini menjadikannya aset dengan performa terburuk hari ini, yang mungkin dipicu oleh kekhawatiran regulasi terkait koin privasi atau aksi jual masif oleh pemegang besar.

Proyeksi Masa Depan dan Strategi Investasi

Melihat kondisi pasar saat ini, InfoNanti menyarankan agar para pelaku pasar tetap tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan (panic selling). Koreksi pasar sering kali menjadi peluang bagi mereka yang memiliki strategi investasi jangka panjang. Namun, melakukan riset mendalam dan memahami profil risiko pribadi tetap menjadi kunci utama dalam mengelola portofolio di dunia kripto.

Penurunan yang terjadi pada koin-koin seperti Cardano (ADA) yang turun 2,26% ke USD 0,2454, serta Monero (XMR) yang terkoreksi 3,92% ke USD 381,84, menunjukkan bahwa tekanan jual tersebar merata di berbagai sektor. Tetap pantau pasar kripto secara berkala melalui sumber terpercaya untuk mendapatkan informasi paling mutakhir mengenai pergerakan harga dan tren yang sedang berkembang.

Sebagai penutup, meskipun pasar hari ini terasa berat bagi para optimis, sejarah menunjukkan bahwa industri kripto memiliki kemampuan pemulihan yang cepat. Akankah Bitcoin segera kembali ke jalur hijau dan menembus rekor baru? Hanya waktu dan dinamika analisis pasar yang akan menjawabnya.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *