PHE Perkuat Kedaulatan Energi: Kuasai 65 Persen Produksi Minyak Nasional di Tengah Gejolak Global
InfoNanti — Di tengah dinamika pasar energi dunia yang kian menantang, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung utama kedaulatan energi Indonesia. Meski hanya mengelola sekitar 27 persen wilayah kerja migas di tanah air, subholding upstream Pertamina ini secara impresif mampu menyumbang 65 persen dari total produksi minyak nasional serta 35 persen lifting gas bumi di sepanjang tahun 2025.
Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE, Edi Karyanto, mengungkapkan bahwa capaian luar biasa ini merupakan buah dari efisiensi dan produktivitas tinggi aset-aset yang dikelola perusahaan. Hal ini disampaikan dalam ajang Media Gathering Subholding Upstream 2026 yang berlangsung di kawasan sejuk Kota Batu, Jawa Timur, baru-baru ini.
Angin Segar Diplomasi AS-Iran: Harga Minyak Dunia Mulai Stabil di Tengah Harapan Damai
Dominasi dan Target Ambisius di Tahun 2026
Saat ini, total produksi migas yang dikelola PHE telah menyentuh angka 1 juta barrel oil equivalent per day (BOEPD). Dari total tersebut, kontribusi minyak mentah mencapai 557 ribu BOEPD. Menariknya, kekuatan produksi PHE tidak hanya bersumber dari dalam negeri saja. Sebanyak 400 ribu BOEPD berasal dari operasional domestik, sementara sisanya ditopang oleh aset-aset strategis internasional yang tersebar di wilayah Malaysia, Irak, hingga Aljazair.
Tidak berhenti di situ, PHE telah mematok target yang lebih agresif untuk tahun 2026. Perusahaan membidik angka produksi minyak sebesar 595 ribu barel per hari, naik signifikan dari realisasi tahun sebelumnya. Sementara untuk produksi domestik, PHE menargetkan lonjakan dari 300 ribu BOEPD menjadi 404 ribu BOEPD pada tahun ini.
Menguak Rahasia Kesuksesan 15 Tokoh Paling Berpengaruh di Amerika yang Memulai Karier dari Nol
Strategi Agresif Menghadapi Penurunan Produksi Alamiah
Edi Karyanto tidak menampik bahwa tantangan terbesar saat ini adalah kondisi lapangan migas di Indonesia yang mayoritas sudah memasuki usia tua. “Kami menyadari bahwa decline rate atau laju penurunan produksi alami pada lapangan eksisting cukup curam karena faktor usia lapangan,” tuturnya secara transparan.
Sebagai solusi, PHE akan menjalankan strategi operasional yang masif dan terstruktur. Fokus utama mereka mencakup:
- Mempertahankan intensitas kegiatan eksplorasi minyak dan eksploitasi pada level tinggi.
- Melakukan pengeboran sekitar 800 sumur baru secara agresif.
- Mengoptimalkan aktivitas workover dan well intervention.
- Memperluas cakupan aktivitas seismik 2D dan 3D untuk memetakan potensi cadangan baru.
Benteng Pertahanan di Tengah Krisis Timur Tengah
Kenaikan target produksi ini bukan sekadar mengejar angka di atas kertas, melainkan sebuah misi strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi pengingat keras bagi Indonesia akan risiko ketergantungan pada pasokan energi luar negeri yang rentan terhadap gangguan rantai pasok dan volatilitas harga.
Gencatan Senjata AS-Iran Beri Napas Baru, Rupiah Mulai Tinggalkan Level Rp 17.100
PHE menilai bahwa penguatan suplai dari dalam negeri adalah langkah paling logis untuk meminimalkan dampak gejolak global. Dengan ketersediaan energi yang mandiri, stabilitas ekonomi nasional dapat lebih terjaga dari tekanan eksternal yang berada di luar kendali pemerintah.
Menuju Masa Depan dengan Strategi Dual Growth
Sambil terus memacu produksi migas konvensional, PHE juga mulai bertransformasi melalui strategi dual growth. Perusahaan kini gencar mengembangkan bisnis rendah karbon guna mendukung komitmen dekarbonisasi nasional. Inisiatif teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) serta Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) menjadi pilar utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis energi di masa depan.
Langkah ini membuktikan bahwa PHE tidak hanya fokus pada eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, selaras dengan tren transisi energi global yang kian mendesak.
Strategi BPD: Menjadi Solusi Cerdas Dorong Ekonomi Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal