Donnarumma Pasang Badan, Bantah Skuad Italia Minta Bonus Usai Gagal ke Piala Dunia 2026
InfoNanti — Kabar miring yang menerpa ruang ganti Timnas Italia akhirnya mendapat respons tegas dari sang kapten, Gianluigi Donnarumma. Di tengah duka mendalam akibat kegagalan melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026, Gli Azzurri sempat diterpa isu tak sedap mengenai tuntutan bonus finansial yang memicu kemarahan publik di semenanjung Italia.
Isu Tuntutan Bonus di Tengah Kegagalan
Langkah Italia harus terhenti secara dramatis setelah ditumbangkan oleh Bosnia dan Herzegovina melalui drama adu penalti pada babak final play-off kualifikasi. Namun, sebelum laga hidup-mati tersebut digelar, muncul laporan yang mengklaim bahwa para pemain di bawah asuhan Gennaro Gattuso menuntut bonus sebesar 300 ribu euro kepada FIGC (Federasi Sepakbola Italia) jika mereka berhasil mengamankan tiket ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Masa Depan Alvaro Arbeloa di Real Madrid: Menghitung Hari Menuju Pintu Keluar Bernabeu
Angka tersebut kabarnya akan dibagi rata kepada 28 pemain dalam skuad. Kabar ini pun bak menyiram bensin ke dalam api; publik Italia yang sudah cemas dengan performa tim di lapangan, merasa geram dengan isu materi yang dianggap tidak etis di tengah perjuangan membela martabat negara.
Klarifikasi Tegas Gianluigi Donnarumma
Menanggapi gelombang kritik yang kian membesar, Gianluigi Donnarumma akhirnya angkat bicara dengan nada emosional. Sebagai pemimpin di lapangan, ia merasa perlu meluruskan narasi yang dianggap menyudutkan integritas para pemain di mata para pendukung.
“Komentar-komentar tersebut sangat menyakitkan bagi saya pribadi. Sebagai kapten, saya menegaskan bahwa saya tidak pernah meminta satu euro pun dari tim nasional,” ujar Donnarumma seperti yang dilansir dari laman AS Diario. Ia menjelaskan bahwa apa yang disebut-sebut sebagai ‘tuntutan’ sebenarnya adalah kebijakan standar federasi yang sudah lazim terjadi.
Bidik Prestasi di Nagoya: PB FORKI Mulai Godok Strategi Menuju Asian Games 2026
- Donnarumma menyatakan tidak ada kesepakatan rahasia atau paksaan terkait uang bonus.
- Federasi secara rutin memberikan apresiasi finansial jika tim mencapai target atau memenangkan trofi tertentu.
- Fokus utama para pemain tetap pada aspek sportivitas dan kebanggaan mengenakan jersey biru kebanggaan.
“Apa yang dilakukan federasi di setiap kompetisi adalah memberikan apresiasi atau hadiah kepada pemain yang berhasil lolos ke turnamen. Itu saja. Tidak ada satu pun dari kami yang melakukan negosiasi atau meminta apa pun,” tegas kiper Paris Saint-Germain tersebut.
Mimpi Buruk yang Berlanjut
Bagi Donnarumma dan kolega, hadiah terbesar yang mereka dambakan sebenarnya bukanlah uang, melainkan kesempatan untuk mengakhiri dahaga tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia. Sayangnya, kenyataan berkata lain. Kegagalan ini memastikan Italia harus absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut—sebuah catatan kelam bagi negara pemegang empat gelar juara dunia.
Drama Liga Champions: Raphinha Berang, Sebut Barcelona ‘Dirampok’ Saat Lawan Atletico Madrid
Isu bonus ini akhirnya layu sebelum berkembang seiring dengan kegagalan Italia di lapangan hijau. Meski isu finansial ini telah diklarifikasi, luka akibat absennya Italia di pentas dunia diprediksi akan membekas cukup lama bagi para pecinta sepak bola di seluruh dunia.