Drama Liga Champions: Raphinha Berang, Sebut Barcelona ‘Dirampok’ Saat Lawan Atletico Madrid

Fajar Nugroho | InfoNanti
15 Apr 2026, 14:51 WIB
Drama Liga Champions: Raphinha Berang, Sebut Barcelona 'Dirampok' Saat Lawan Atletico Madrid

InfoNanti — Langkah raksasa Catalan, Barcelona, di kancah antarklub paling bergengsi Eropa harus terhenti dengan cara yang menyakitkan. Kegagalan ini pun memicu reaksi keras dari dalam internal tim, terutama terkait kepemimpinan wasit yang dianggap berat sebelah. Winger lincah mereka, Raphinha, tidak mampu menahan amarahnya dan secara blak-blakan menyebut bahwa timnya telah menjadi korban ketidakadilan di lapangan hijau.

Barcelona terpaksa angkat koper dari perempat final Liga Champions setelah takluk di tangan Atletico Madrid dengan agregat tipis 2-3. Meski sempat menunjukkan perlawanan sengit, kartu merah yang diterima Eric Garcia pada pertengahan babak kedua menjadi titik balik yang merugikan bagi Blaugrana. Bermain dengan sepuluh orang membuat anak asuh Xavi Hernandez kesulitan mengembangkan permainan dan menambah pundi-pundi gol yang sangat mereka butuhkan untuk membalikkan keadaan.

Baca Juga

Neuer Menyesal: Bayern Munich Tersingkir Akibat Hilangnya ‘Insting Membunuh’ di Hadapan PSG

Neuer Menyesal: Bayern Munich Tersingkir Akibat Hilangnya ‘Insting Membunuh’ di Hadapan PSG

Aroma Ketidakadilan yang Berulang

Apa yang membuat kubu Barcelona begitu geram adalah pola yang seolah berulang. Ini merupakan kali kedua secara berturut-turut pemain mereka harus mandi lebih awal saat berhadapan dengan Atletico. Sebelumnya, di leg pertama, Pau Cubarsi juga diusir keluar lapangan karena dianggap melakukan pelanggaran sebagai orang terakhir. Keputusan-keputusan krusial inilah yang memicu perdebatan panas di kalangan pengamat sepak bola dan penggemar.

Raphinha, yang terpaksa absen karena masih dalam masa pemulihan cedera yang didapatnya saat jeda internasional, menyaksikan laga tersebut dengan perasaan campur aduk. Meski tidak berkeringat di lapangan, emosinya meledak melihat bagaimana rekan-rekannya diperlakukan oleh sang pengadil pertandingan.

Baca Juga

Ketegangan di Valdebebas: Fede Valverde dan Tchouameni Dijatuhi Denda Terbesar Sepanjang Sejarah Real Madrid

Ketegangan di Valdebebas: Fede Valverde dan Tchouameni Dijatuhi Denda Terbesar Sepanjang Sejarah Real Madrid

Kritik Pedas Sang Winger Brasil

“Menurut pandanganku, kami telah dirampok,” cetus Raphinha dengan nada pedas saat berbicara kepada TNT Brasil. Meski awalnya ia mengaku enggan mengomentari kinerja korps baju hitam, kenyataan di lapangan membuatnya sulit untuk bungkam. Ia menilai permainan Barcelona sebenarnya sangat solid sebelum insiden-insiden kontroversial terjadi.

Raphinha menyoroti adanya standar ganda dalam pemberian sanksi di lapangan. “Lawan melakukan pelanggaran berkali-kali, namun wasit seolah tutup mata dan tidak mencabut satu pun kartu kuning untuk mereka. Kepemimpinan wasit benar-benar buruk dalam setiap keputusan yang ia ambil malam ini,” tegas mantan bintang Leeds United tersebut.

Misteri di Balik Ketakutan Akan Kesuksesan Barca

Lebih jauh lagi, Raphinha melontarkan sindiran tajam mengenai kemungkinan adanya motif lain di balik keputusan-keputusan yang merugikan timnya. Ia mempertanyakan kriteria apa yang sebenarnya digunakan untuk memimpin pertandingan Barcelona di Liga Champions.

Baca Juga

Keajaiban Emirates: Arsenal Resmi Kembali ke Final Liga Champions Setelah Penantian Dua Dekade

Keajaiban Emirates: Arsenal Resmi Kembali ke Final Liga Champions Setelah Penantian Dua Dekade

“Aku benar-benar ingin memahami rahasia di balik ketakutan yang menghantui orang-orang ini jika Barca berhasil lolos ke babak selanjutnya. Kita semua manusia yang bisa salah, dan aku memaklumi itu jika terjadi sekali. Tapi jika terjadi di dua pertandingan berturut-turut? Ini jelas ada yang tidak wajar,” pungkasnya dengan nada penuh kecurigaan.

Tersingkirnya Barcelona dari kompetisi ini meninggalkan awan mendung di Camp Nou, sekaligus memicu diskusi panjang mengenai integritas wasit di level tertinggi kompetisi Eropa.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *