Update Harga Emas Perhiasan April 2026: Intip Pergerakan di Raja Emas dan Laku Emas di Tengah Tensi Global

Rizky Pratama | InfoNanti
26 Apr 2026, 14:52 WIB
Update Harga Emas Perhiasan April 2026: Intip Pergerakan di Raja Emas dan Laku Emas di Tengah Tensi Global

InfoNanti — Dinamika pasar logam mulia kembali menunjukkan taringnya di penghujung April 2026. Meskipun sempat mengalami guncangan hebat akibat situasi geopolitik yang memanas, harga emas perhiasan hari ini, Minggu (26/4/2026), terpantau mulai menunjukkan pola stabilisasi yang menarik untuk dicermati oleh para kolektor maupun investor ritel. Laporan terbaru mencatat adanya pergerakan harga yang signifikan di gerai-gerai populer seperti Raja Emas dan Laku Emas, yang menjadi rujukan utama masyarakat dalam bertransaksi perhiasan.

Lanskap Pasar Global: Emas di Tengah Pusaran Konflik AS-Iran

Pekan terakhir di bulan April 2026 menjadi periode yang cukup emosional bagi para pelaku pasar. Berdasarkan pantauan InfoNanti, harga emas dunia sempat berada di jalur koreksi mingguan pertama dalam lima pekan terakhir. Hal ini dipicu oleh akumulasi kekhawatiran atas laju inflasi yang membandel serta ketidakpastian yang menyelimuti konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Baca Juga

Mencetak Pelaut Kelas Dunia: Langkah Strategis Pertamina Trans Kontinental dalam Transformasi Talenta Maritim Indonesia

Mencetak Pelaut Kelas Dunia: Langkah Strategis Pertamina Trans Kontinental dalam Transformasi Talenta Maritim Indonesia

Mengutip data dari CNBC pada Minggu (26/4/2026), harga emas spot di pasar internasional sempat merangkak naik 0,7% menuju level USD 4.724,19 per ounce. Kenaikan ini terjadi setelah pada sesi awal perdagangan sempat melesat hingga lebih dari 1%. Kendati demikian, secara akumulatif dalam sepekan, logam kuning ini sebenarnya mengalami penurunan nilai lebih dari 2%. Di sisi lain, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni terpantau menguat 0,4% di posisi USD 4.741,30, mencerminkan optimisme tipis di kalangan trader.

Sentimen Geopolitik dan Penutupan Selat Hormuz

Penyebab utama dari volatilitas harga ini tidak lain adalah kebuntuan diplomatik di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia masih berlanjut, meskipun intensitas serangan militer dilaporkan mulai melandai. Investor kini terjebak dalam situasi menunggu informasi yang kredibel atau sekadar bereaksi terhadap pernyataan-pernyataan dari Gedung Putih.

Baca Juga

Melampaui Komoditas Tambang: Bagaimana Nikel Menjadi Kunci Kedaulatan Energi Baru Indonesia

Melampaui Komoditas Tambang: Bagaimana Nikel Menjadi Kunci Kedaulatan Energi Baru Indonesia

Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mencampuradukkan harapan akan perdamaian dengan ancaman serangan lanjutan membuat sentimen pasar menjadi sangat liar. Di tengah situasi ini, upaya diplomasi terus dilakukan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dikabarkan telah mendarat di Islamabad, Pakistan, untuk mendiskusikan proposal perdamaian. Meski belum ada jadwal pertemuan langsung dengan negosiator AS, langkah ini setidaknya memberikan sedikit ruang napas bagi pasar global.

Korelasi Emas, Minyak, dan Suku Bunga

Sebagai aset lindung nilai (safe haven), emas selalu memiliki hubungan yang kompleks dengan komoditas lain, terutama minyak bumi. Harga minyak yang melonjak akibat krisis Selat Hormuz secara otomatis memicu kekhawatiran inflasi. Ketika inflasi diprediksi naik, bank sentral cenderung akan merespons dengan kenaikan suku bunga.

Baca Juga

Terobosan Hijau: Produk Inovasi UMKM Sawit Indonesia Siap Taklukkan Pasar Internasional

Terobosan Hijau: Produk Inovasi UMKM Sawit Indonesia Siap Taklukkan Pasar Internasional

Daniel Pavilonis, seorang analis senior dari RJO Futures, menyatakan bahwa pasar saat ini sepenuhnya digerakkan oleh berita utama (headline-driven). Segala bentuk ketidakpastian akan mendorong orang kembali ke emas, namun ekspektasi kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS seringkali menjadi batu sandungan bagi emas untuk melaju lebih jauh. Penguatan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun pekan ini juga menambah beban bagi emas, karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan bunga tersebut.

Daftar Harga Emas Perhiasan di Raja Emas

Bagi Anda yang berencana untuk melakukan investasi emas atau sekadar menambah koleksi perhiasan, berikut adalah rincian harga beli di gerai Raja Emas per 26 April 2026. Harga ini mencakup berbagai kadar mulai dari emas murni hingga kadar rendah:

Baca Juga

Dilema Safe Haven: Alasan Mengejutkan Mengapa Harga Emas Bisa Tertekan di Tengah Gejolak Geopolitik

Dilema Safe Haven: Alasan Mengejutkan Mengapa Harga Emas Bisa Tertekan di Tengah Gejolak Geopolitik
  • K24* (Murni Khusus): Rp 2.500.000 per gram
  • K24: Rp 2.275.000 per gram
  • K23: Rp 2.123.000 per gram
  • K22: Rp 2.031.000 per gram
  • K21: Rp 1.940.000 per gram
  • K20: Rp 1.847.000 per gram
  • K19: Rp 1.754.000 per gram
  • K18: Rp 1.664.000 per gram
  • K17: Rp 1.571.000 per gram
  • K16: Rp 1.478.000 per gram
  • K15: Rp 1.387.000 per gram
  • K14: Rp 1.293.000 per gram
  • K13: Rp 1.201.000 per gram
  • K12: Rp 1.110.000 per gram
  • K11: Rp 1.017.000 per gram
  • K10: Rp 924.000 per gram
  • K9: Rp 833.000 per gram
  • K8: Rp 740.000 per gram
  • K7: Rp 647.000 per gram
  • K6: Rp 556.000 per gram
  • K5: Rp 463.000 per gram

Daftar Harga Emas Perhiasan di Laku Emas

Sebagai alternatif, Laku Emas juga menawarkan harga yang kompetitif bagi para pelanggan setianya. Berikut adalah daftar harga jual emas per gram di Laku Emas pada hari yang sama:

  • Kadar 24K (99%): Rp 2.473.000 per gram
  • Kadar 23K: Rp 2.125.000 per gram
  • Kadar 22K: Rp 2.032.000 per gram
  • Kadar 21K: Rp 1.943.000 per gram
  • Kadar 20K: Rp 1.849.000 per gram
  • Kadar 19K: Rp 1.755.000 per gram
  • Kadar 18K: Rp 1.661.000 per gram
  • Kadar 17K: Rp 1.567.000 per gram
  • Kadar 16K: Rp 1.473.000 per gram
  • Kadar 15K: Rp 1.381.000 per gram
  • Kadar 14K: Rp 1.288.000 per gram
  • Kadar 13K: Rp 1.196.000 per gram
  • Kadar 12K: Rp 1.102.000 per gram
  • Kadar 11K: Rp 1.008.000 per gram
  • Kadar 10K: Rp 916.000 per gram
  • Kadar 9K: Rp 822.000 per gram

Analisis Strategis: Saatnya Membeli atau Menjual?

Melihat fluktuasi yang terjadi, tim riset InfoNanti menyarankan agar para pemilik modal tetap waspada namun tidak reaktif. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang paling bisa diandalkan saat terjadi konflik skala besar. Namun, harga perhiasan di tingkat ritel seringkali memiliki komponen biaya tambahan seperti biaya desain dan ongkos pembuatan yang tidak ada pada emas batangan (LM).

Jika tujuan Anda adalah murni investasi jangka panjang, memantau pergerakan harga emas dunia secara harian adalah kewajiban. Sebaliknya, bagi Anda yang membeli perhiasan untuk penggunaan estetika sekaligus simpanan, harga saat ini masih tergolong masuk akal mengingat potensi kenaikan yang bisa terjadi jika kesepakatan perdamaian AS-Iran menemui jalan buntu permanen.

Sebagai penutup, pastikan Anda selalu melakukan transaksi di gerai yang memiliki reputasi baik dan memberikan sertifikat keaslian. Selisih harga antara Raja Emas dan Laku Emas yang relatif tipis memberikan keuntungan bagi konsumen untuk memilih lokasi yang paling terjangkau secara akses maupun layanan purna jual.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *