Whale Bitcoin Era Satoshi Bangun dari Tidur 14 Tahun, Pindahkan Aset Senilai Rp 1 Triliun

Andi Saputra | InfoNanti
16 Apr 2026, 16:51 WIB
Whale Bitcoin Era Satoshi Bangun dari Tidur 14 Tahun, Pindahkan Aset Senilai Rp 1 Triliun

InfoNanti Jagat kripto kembali dikejutkan oleh pergerakan misterius dari salah satu pemain besar atau yang biasa dijuluki sebagai “whale”. Sebuah dompet Bitcoin legendaris yang telah membeku selama lebih dari 14 tahun tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda kehidupan dengan memindahkan aset dalam jumlah yang sangat fantastis.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa pemilik dompet dengan identitas “15MZvK” ini melakukan transaksi kilat yang melibatkan 1.000 koin BTC. Mengingat lonjakan harga yang terjadi belakangan ini, nilai transfer tersebut ditaksir mencapai USD 74 juta atau setara dengan lebih dari Rp 1 triliun.

Jejak Sang Raksasa yang Kembali Aktif

Berdasarkan data on-chain dari Lookonchain, dompet ini diketahui merupakan peninggalan era awal investasi kripto yang sudah tidak tersentuh sejak satu dekade silam. Setelah sempat aktif sesaat sekitar delapan bulan lalu, pemiliknya tampaknya mulai melakukan strategi likuidasi secara bertahap.

Baca Juga

Menuju Standar Baru Keuangan Korporasi: Anthony Scaramucci Ramalkan Bitcoin Akan Isi Seluruh Neraca Perusahaan

Menuju Standar Baru Keuangan Korporasi: Anthony Scaramucci Ramalkan Bitcoin Akan Isi Seluruh Neraca Perusahaan

Meskipun baru saja melepas aset senilai Rp 1 triliun, sang pemilik misterius ini ternyata masih menyimpan simpanan yang jauh lebih besar. Saat ini, dompet tersebut diketahui masih mengantongi sekitar 1.833 BTC dengan nilai valuasi mencapai USD 135 juta. Kembalinya dompet-dompet “purba” seperti ini sering kali memicu spekulasi di kalangan trader mengenai adanya potensi tekanan jual besar-besaran, terutama saat harga Bitcoin mencoba menembus level psikologis USD 75.000.

Dinamika Pasar: Antara Tekanan Whale dan Arus Institusi

Kabar mengenai bangunnya whale lama ini muncul di tengah kondisi pasar yang relatif stabil. Dalam sepekan terakhir, Bitcoin berhasil mencatatkan penguatan hampir 4%. Di sisi lain, arus dana institusional melalui ETF Bitcoin spot terus menunjukkan tren positif.

Baca Juga

Badai di Pasar Kripto: Pendapatan Robinhood Terjun Bebas 50 Persen, Sinyal Bahaya bagi Investor Ritel?

Badai di Pasar Kripto: Pendapatan Robinhood Terjun Bebas 50 Persen, Sinyal Bahaya bagi Investor Ritel?

Data dari Arkham Intelligence mencatat bahwa iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock mengalami arus masuk dana terbesar pekan lalu, dengan total akumulasi mencapai USD 612 juta dalam lima hari perdagangan berturut-turut. Namun, menariknya, rata-rata harga pembelian investor di instrumen ini berada di kisaran USD 89.000, yang berarti banyak investor institusi baru yang saat ini masih memegang posisi kerugian yang belum terealisasi.

Keyakinan Michael Saylor dan Optimisme Global

Di saat whale lama mulai mencairkan asetnya, institusi besar justru terus melakukan aksi borong. Michael Saylor melalui MicroStrategy baru-baru ini mengumumkan pembelian jumbo sebanyak 13.927 BTC dengan nilai sekitar USD 1 miliar. Langkah berani ini membuat total kepemilikan mereka menyentuh angka 780.897 BTC, mempertegas keyakinan jangka panjang mereka terhadap aset digital ini.

Baca Juga

Solana Menuju Titik Nadir Volatilitas: Akankah Harga SOL Segera Meledak atau Justru Terkoreksi Dalam?

Solana Menuju Titik Nadir Volatilitas: Akankah Harga SOL Segera Meledak atau Justru Terkoreksi Dalam?

Kondisi ekonomi global yang mulai stabil dan meredanya ketegangan geopolitik turut memberikan angin segar bagi pasar aset berisiko. Hingga berita ini diturunkan, Bitcoin diperdagangkan pada level USD 75.006, mencerminkan kenaikan sekitar 1,48% dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Disclaimer: Keputusan untuk melakukan transaksi jual beli aset kripto sepenuhnya berada di tangan pembaca. InfoNanti menyarankan agar setiap investor melakukan analisis mendalam secara mandiri sebelum mengambil keputusan finansial. Segala bentuk keuntungan maupun kerugian merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing investor.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *