Drama Tanpa Gol di Los Angeles: 10 Pemain Belgia Redam Agresi Iran dalam Lanjutan Piala Dunia 2026

Fajar Nugroho | InfoNanti
22 Jun 2026, 04:56 WIB
Drama Tanpa Gol di Los Angeles: 10 Pemain Belgia Redam Agresi Iran dalam Lanjutan Piala Dunia 2026

InfoNanti — Kemeriahan pesta sepak bola jagat raya di Piala Dunia 2026 kembali menyajikan drama yang menguras emosi para penggemar si kulit bundar. Dalam laga lanjutan matchday kedua Grup G yang berlangsung di Los Angeles Stadium, Senin (22/6/2026) dini hari WIB, Timnas Belgia dan Iran terpaksa harus berbagi angka setelah bermain imbang kacamata 0-0. Pertandingan ini bukan sekadar skor nol-nol biasa, melainkan sebuah simfoni perjuangan fisik, intervensi teknologi, hingga drama kartu merah yang memaksa salah satu raksasa Eropa bermain bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Ketegangan Fisik di Awal Pertandingan

Sejak peluit pertama ditiupkan oleh sang pengadil lapangan, Timnas Belgia yang dikenal dengan julukan De Rode Duivels langsung mengambil inisiatif serangan. Skuad asuhan Domenico Tedesco ini mencoba mendikte permainan dengan penguasaan bola yang dominan. Baru berjalan dua menit, atmosfer pertandingan langsung memanas akibat insiden benturan fisik yang cukup keras.

Baca Juga

Dominasi Total! Timnas Indonesia U-17 Lumat Timor Leste 4-0 di Laga Perdana Piala AFF U-17 2026

Dominasi Total! Timnas Indonesia U-17 Lumat Timor Leste 4-0 di Laga Perdana Piala AFF U-17 2026

Bomber andalan Belgia, Romelu Lukaku, mencoba menyambar sebuah umpan tarik berbahaya di depan mulut gawang. Namun, momentum yang terlalu cepat membuatnya tak mampu mengerem laju tubuhnya. Lutut Lukaku menghantam wajah penjaga gawang Iran, Alireza Beiranvand, yang dengan berani keluar dari sarangnya untuk mengamankan bola. Beiranvand pun terkapar dan membutuhkan perawatan medis intensif di lapangan selama beberapa menit. Insiden ini memicu ketegangan antar pemain, dan wasit tanpa ragu langsung menghadiahi kartu kuning untuk Lukaku sebagai peringatan keras atas aksinya yang dinilai membahayakan.

Dominasi Belgia dan Ketangguhan Beiranvand

Setelah laga kembali dilanjutkan, Belgia tak mengendurkan tekanan. Kevin De Bruyne menjadi dirigen lapangan tengah yang terus mengalirkan bola-bola kreatif ke jantung pertahanan lawan. Menit kesembilan, sebuah skema serangan terukur memaksa Beiranvand bekerja ekstra keras. Sepakan mendatar dari De Bruyne dan ancaman susulan dari Maxim De Cuyper masih bisa diamankan dengan apik oleh kiper yang memperkuat Team Melli tersebut. Ketangguhan Beiranvand di bawah mistar gawang seolah menjadi tembok tebal yang sulit ditembus oleh lini depan Belgia yang bertabur bintang.

Baca Juga

Masa Depan Marc Cucurella di Chelsea: Antara Loyalitas di London atau Godaan Pulang ke Spanyol

Masa Depan Marc Cucurella di Chelsea: Antara Loyalitas di London atau Godaan Pulang ke Spanyol

Di sisi lain, Timnas Iran tidak tinggal diam. Mereka menerapkan strategi serangan balik cepat yang sangat efektif mengeksploitasi celah di lini belakang Belgia. Pada menit ke-14, Hossein Kanaanizadegan hampir saja membungkam pendukung Belgia lewat sepakan setengah voli yang mengarah tepat ke gawang. Beruntung bagi Belgia, mereka memiliki Thibaut Courtois. Kiper senior ini menunjukkan kelasnya dengan menepis bola keluar, menjaga gawangnya tetap perawan dari gempuran Iran.

Intervensi VAR dan Gol yang Dianulir

Momen paling kontroversial sekaligus emosional terjadi pada menit ke-25. Publik Los Angeles Stadium sempat bergemuruh ketika Iran berhasil menggetarkan jala gawang Courtois. Melalui sebuah skema tendangan bebas yang cerdik, Ehsan Hajsafi melepaskan umpan mendatar yang disambut dengan sempurna oleh Mehdi Taremi. Bola meluncur deras masuk ke gawang dan para pemain Iran merayakan keunggulan mereka dengan penuh sukacita.

Baca Juga

Misi Besar Mohammad Zaki Ubaidillah di Thailand Open 2026: Mengulang Memori Manis demi Tiket Semifinal

Misi Besar Mohammad Zaki Ubaidillah di Thailand Open 2026: Mengulang Memori Manis demi Tiket Semifinal

Namun, kegembiraan tersebut hanya bertahan sejenak. Wasit menghentikan permainan setelah mendapatkan sinyal dari ruang kontrol Video Assistant Referee (VAR). Setelah dilakukan peninjauan ulang secara mendalam, Taremi dinyatakan berada dalam posisi offside sesaat sebelum menerima bola kiriman Hajsafi. Keputusan ini disambut protes oleh para pemain Iran, namun skor tetap tidak berubah 0-0 hingga babak pertama berakhir, meskipun Youri Tielemans sempat hampir mencetak gol di pengujung paruh pertama jika tendangannya tidak diblok oleh Beiranvand yang tampil bak pahlawan.

Petaka Kartu Merah bagi De Rode Duivels

Memasuki babak kedua, Belgia meningkatkan intensitas serangan mereka. Mereka seolah ingin segera mengakhiri kebuntuan sebelum pertandingan memasuki fase kritis. Pada menit ke-58, Maxim De Cuyper mendapatkan peluang emas lewat sebuah tap-in di depan gawang yang terbuka lebar. Namun secara ajaib, Beiranvand kembali melakukan penyelamatan heroik dengan satu tangan yang membuat para pemain Belgia hanya bisa menggelengkan kepala seolah tak percaya.

Baca Juga

Misi Menjaga Keangkuhan Rekor John Herdman: Ujian Berat Skuad Garuda Hadapi Oman di SUGBK

Misi Menjaga Keangkuhan Rekor John Herdman: Ujian Berat Skuad Garuda Hadapi Oman di SUGBK

Bencana sesungguhnya bagi Belgia datang di menit ke-66. Saat Iran sedang membangun serangan balik kilat, bek muda Nathan Ngoy melakukan kesalahan fatal dengan menarik jatuh Mehdi Taremi dari belakang. Sebagai orang terakhir di lini pertahanan, Ngoy dianggap menggagalkan peluang emas mencetak gol. Tanpa ampun, wasit mencabut kartu merah langsung dari sakunya. Belgia harus melanjutkan sisa pertandingan dengan hanya 10 pemain di lapangan.

Ketangguhan 10 Pemain Menghadapi Tekanan Team Melli

Unggul jumlah pemain, Iran mencoba mengepung pertahanan Belgia. Mereka memasukkan beberapa tenaga baru untuk menambah daya gedor. Namun, Belgia yang sudah kenyang pengalaman di panggung internasional menunjukkan kematangan mental mereka. Dengan hanya 10 pemain, De Rode Duivels justru tampil lebih solid secara defensif. Mereka merapatkan barisan, meminimalkan ruang antar lini, dan mengandalkan ketenangan Courtois di bawah mistar.

Iran terus mencoba melepaskan tembakan-tembakan dari luar kotak penalti melalui Saman Ghoddos dan Mohammad Mohebi, namun penyelesaian akhir yang terburu-buru serta disiplinnya lini belakang Belgia membuat usaha mereka selalu kandas. Hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit, papan skor tetap menunjukkan angka 0-0. Sebuah hasil yang mungkin terasa pahit bagi Iran karena gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, namun terasa seperti kemenangan kecil bagi Belgia yang mampu bertahan di bawah tekanan hebat.

Implikasi di Klasemen Grup G

Hasil imbang ini membuat peta persaingan di Grup G Piala Dunia 2026 semakin sengit dan sulit ditebak. Kedua tim kini sama-sama mengoleksi 2 poin dari dua pertandingan yang berakhir imbang. Iran saat ini masih memuncaki klasemen berkat keunggulan selisih gol atau produktivitas atas Belgia, namun posisi mereka jauh dari kata aman.

Pertandingan terakhir fase grup akan menjadi laga hidup-mati bagi kedua tim untuk mengamankan tiket ke babak gugur. Bagi Belgia, kehilangan Nathan Ngoy di laga krusial berikutnya tentu menjadi kerugian besar, namun kembalinya soliditas tim di sisa laga kontra Iran menjadi modal positif. Sementara bagi Iran, kegagalan mengonversi peluang saat unggul jumlah pemain akan menjadi bahan evaluasi serius bagi sang pelatih agar ketajaman lini depan mereka bisa kembali terasah di partai penentuan.

Susunan Pemain:

  • Belgia: Thibaut Courtois; Thomas Meunier, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Maxim De Cuyper; Youri Tielemans, Nicolas Raskin; Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard; Romelu Lukaku.
  • Iran: Alireza Beiranvand; Ehsan Hajsafi, Hossein Kanaanizadegan, Shoja Khalizadeh, Saleh Hardani; Ramin Rezaeian, Saeed Ezatolahi, Saman Ghoddos; Ali Nemati, Mehdi Taremi, Mohammad Mohebi.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *