Update Harga Pangan Nasional Juni 2026: Cabai Rawit Merah Masih ‘Pedas’, Harga Telur Ayam Berangsur Stabil

Rizky Pratama | InfoNanti
18 Jun 2026, 10:53 WIB
Update Harga Pangan Nasional Juni 2026: Cabai Rawit Merah Masih 'Pedas', Harga Telur Ayam Berangsur Stabil

InfoNanti — Dinamika pasar pangan nasional kembali menunjukkan wajah yang beragam pada pertengahan bulan Juni ini. Berdasarkan pantauan terkini di lapangan, fluktuasi harga masih membayangi sejumlah komoditas hortikultura, sementara beberapa bahan pokok lainnya mulai menunjukkan tren kestabilan yang melegakan para ibu rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.

Memasuki hari Kamis, 18 Juni 2026, perhatian utama publik masih tertuju pada pergerakan harga cabai rawit merah yang sempat melonjak tajam beberapa hari lalu. Meski masih tergolong tinggi, data terbaru menunjukkan adanya sedikit pergeseran angka di tingkat pedagang eceran. Sebagai sumber rujukan utama, InfoNanti merangkum secara mendalam kondisi riil harga pangan di pasar-pasar tradisional hari ini.

Baca Juga

Visi Besar Presiden Prabowo: Bangun Kota Mandiri Berbasis 100 Ribu Rusun demi Kesejahteraan Buruh

Visi Besar Presiden Prabowo: Bangun Kota Mandiri Berbasis 100 Ribu Rusun demi Kesejahteraan Buruh

Primadona yang Masih Menyengat: Cabai Rawit Merah

Bagi masyarakat Indonesia, cabai bukan sekadar bumbu dapur, melainkan kebutuhan esensial yang memengaruhi selera makan. Saat ini, cabai rawit merah masih menyandang status sebagai salah satu komoditas dengan harga paling tinggi. Di pasar-pasar ritel, para pedagang mematok harga di kisaran Rp 65.000 per kilogram.

Meskipun angka ini terdengar tinggi, jika kita melirik catatan beberapa hari sebelumnya, terdapat tren penurunan yang cukup signifikan. Sebagai perbandingan, pada 16 Juni lalu, harga sempat menembus angka Rp 75.750 per kilogram. Penurunan sekitar Rp 10.000 ini memberikan sedikit napas lega bagi konsumen, meski stabilitas harga pangan secara keseluruhan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah.

Baca Juga

Penghormatan Terakhir untuk Sang Guru: ASN Korban Kecelakaan Bekasi Timur Terima Kenaikan Pangkat Anumerta

Penghormatan Terakhir untuk Sang Guru: ASN Korban Kecelakaan Bekasi Timur Terima Kenaikan Pangkat Anumerta

Selain cabai rawit merah, jenis cabai lainnya juga mengalami variasi harga. Cabai merah keriting terpantau berada di level Rp 56.050 per kilogram. Sementara itu, bagi mereka yang mencari alternatif lebih terjangkau, cabai merah besar dijual seharga Rp 35.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau dibanderol di angka Rp 30.000 per kilogram. Perbedaan harga yang cukup kontras antar jenis cabai ini membuat konsumen harus lebih bijak dalam memilih bahan baku sambal mereka.

Beras: Pilar Utama Meja Makan yang Stabil

Beralih ke komoditas utama masyarakat Indonesia, yakni beras. Sebagai tulang punggung ketahanan pangan, pergerakan harga beras nasional terpantau cukup terkendali dengan klasifikasi yang sangat beragam sesuai kualitasnya. Hal ini penting agar masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi tetap memiliki akses terhadap makanan pokok.

Baca Juga

Harta Karun Hitam: Menakar Kekuatan 143 Miliar Ton Batu Bara Indonesia dalam Menopang Ketahanan Energi Nasional

Harta Karun Hitam: Menakar Kekuatan 143 Miliar Ton Batu Bara Indonesia dalam Menopang Ketahanan Energi Nasional

Untuk kategori beras kualitas super, yang biasanya dicirikan dengan butiran utuh dan aroma yang wangi, harga dipasarkan di kisaran Rp 16.000 hingga Rp 16.500 per kilogram. Beras Kualitas Super I berada di angka tertinggi, disusul oleh Kualitas Super II dengan selisih yang tipis. Kualitas ini umumnya menjadi pilihan utama bagi rumah tangga yang mengutamakan tekstur nasi yang pulen.

Sementara itu, pada kategori menengah atau beras kualitas medium, harga berada di level Rp 14.700 (Medium II) hingga Rp 15.800 (Medium I) per kilogram. Bagi masyarakat yang mencari harga paling ekonomis, beras kualitas bawah tersedia di pasar dengan harga Rp 13.700 untuk tipe II dan Rp 14.500 untuk tipe I. Ketersediaan stok yang melimpah di gudang-gudang distribusi disinyalir menjadi faktor utama yang menjaga harga beras tidak melompat terlalu jauh di bulan Juni ini.

Baca Juga

Keadilan Pertanahan: Bagaimana Reforma Agraria Badan Bank Tanah Membuka Jalan Kesejahteraan Masyarakat

Keadilan Pertanahan: Bagaimana Reforma Agraria Badan Bank Tanah Membuka Jalan Kesejahteraan Masyarakat

Protein Hewani: Telur Ayam dan Daging Sapi Jadi Perhatian

Kabar baik datang dari sektor protein hewani. Harga telur ayam ras hari ini tercatat cukup stabil di level Rp 25.000 per kilogram. Angka ini dinilai cukup ideal bagi para pelaku usaha mikro seperti warung makan dan pembuat kue yang sangat bergantung pada pasokan telur sebagai bahan baku utama.

Di sisi lain, daging ayam ras segar dijual dengan harga Rp 33.000 per kilogram. Stabilitas harga pada sektor unggas ini memberikan sinyal positif bagi kecukupan nutrisi masyarakat di tengah fluktuasi komoditas lainnya. Namun, pemandangan berbeda tampak pada komoditas daging merah.

Daging sapi masih tetap konsisten sebagai barang mewah di pasar tradisional. Daging sapi kualitas I, yang biasanya terdiri dari bagian khas dalam (sirloin/tenderloin), dipatok dengan harga Rp 130.000 per kilogram. Sedangkan untuk daging sapi kualitas II, masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga Rp 120.000 per kilogram. Tingginya biaya logistik dan pakan ternak disinyalir tetap menjadi faktor determinan yang menjaga harga daging sapi di level tersebut.

Duo Bawang dan Kebutuhan Dapur Lainnya

Urusan bumbu dasar tidak berhenti pada cabai. Bawang merah dan bawang putih juga menunjukkan pergerakan yang dinamis. Hari ini, bawang merah dijual dengan harga rata-rata Rp 45.000 per kilogram. Sementara rekan setianya, bawang putih, dipasarkan sedikit lebih murah di level Rp 38.000 per kilogram. Informasi harga bawang ini sangat penting mengingat keduanya adalah fondasi hampir seluruh masakan nusantara.

Untuk kebutuhan pemanis, gula pasir premium kini dibanderol seharga Rp 19.000 per kilogram, sementara gula pasir lokal yang diproduksi oleh petani dalam negeri dijual Rp 17.000 per kilogram. Selisih harga ini memberikan opsi bagi konsumen untuk menyesuaikan dengan anggaran belanja bulanan mereka.

Terakhir, sektor minyak goreng masih menjadi sorotan tajam. Minyak goreng curah yang menyasar segmen ekonomi bawah berada di angka Rp 20.000 per liter. Untuk versi kemasan yang lebih praktis dan higienis, minyak goreng bermerek I dipasarkan seharga Rp 22.000 per liter, dan merek II berada di level Rp 20.500 per liter. Pemerintah terus berupaya menjaga agar pasokan minyak goreng tetap lancar guna menghindari kelangkaan yang bisa memicu lonjakan harga yang tak terkendali.

Membaca Arah Kebijakan Pangan Kedepan

Data yang dihimpun InfoNanti melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional ini menggambarkan betapa kompleksnya rantai pasok pangan kita. Fluktuasi harga, terutama pada komoditas hortikultura seperti cabai, sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan masa panen di daerah sentra produksi.

Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada dalam melakukan transaksi di pasar. Membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan adalah kunci agar harga tetap stabil. Di sisi lain, pemerintah diharapkan terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui subsidi pupuk yang tepat sasaran serta perbaikan infrastruktur distribusi dari petani langsung ke pasar-pasar induk.

Dengan memantau perkembangan harga secara rutin melalui InfoNanti, Anda bisa merencanakan pengeluaran rumah tangga dengan lebih presisi. Pantau terus update harga pangan esok hari untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai kondisi ekonomi mikro di sekitar kita.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *