Grand Final MPL ID S17: Pertarungan Harga Diri Onic vs Bigetron by Vitality demi Takhta Kingfinix

Dewi Lestari | InfoNanti
14 Jun 2026, 10:51 WIB
Grand Final MPL ID S17: Pertarungan Harga Diri Onic vs Bigetron by Vitality demi Takhta Kingfinix

InfoNanti — Panggung megah kompetisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) paling bergengsi di tanah air akhirnya mencapai klimaksnya. Hari ini, Minggu, 14 Juni 2026, mata jutaan pasang mata penggemar esports akan tertuju pada satu titik: Grand Final MPL ID Season 17. Pertempuran ini bukan sekadar berebut trofi, melainkan pembuktian siapa yang paling layak menyandang gelar “Kingfinix” musim ini dalam duel panas antara sang penguasa langit, Onic, melawan kekuatan baru yang tengah membara, Bigetron by Vitality.

Perjalanan panjang selama hampir tiga bulan yang diikuti oleh sembilan tim terbaik di Indonesia kini menyisakan dua nama besar. Onic, yang dikenal dengan julukan Landak Kuning, akan kembali menguji konsistensi mereka di partai puncak. Di sisi lain, Bigetron by Vitality (BTR) datang dengan ambisi besar untuk melakukan balas dendam manis sekaligus mengukir sejarah baru dalam ekosistem mobile legends nasional.

Baca Juga

Revolusi Keamanan Digital: TikTok Tutup 1,7 Juta Akun Anak di Indonesia Demi Kepatuhan PP Tunas

Revolusi Keamanan Digital: TikTok Tutup 1,7 Juta Akun Anak di Indonesia Demi Kepatuhan PP Tunas

Dominasi Tanpa Cela Sang Landak Kuning

Onic menapakkan kaki di Grand Final dengan langkah yang sangat meyakinkan. Tim asuhan jajaran pelatih kelas dunia ini seolah tidak memberikan celah bagi lawan-lawannya sejak fase reguler hingga babak playoff. Kemenangan telak 4-1 atas Geek Fam di Final Upper Bracket pada Jumat, 12 Juni lalu, menjadi bukti sahih betapa mengerikannya performa Kiboy dan kawan-kawan saat ini.

Bermain dengan disiplin tinggi dan makro strategi yang sulit ditebak, Onic berhasil mengamankan tiket final lebih awal. Keuntungan waktu istirahat yang lebih panjang tentu menjadi modal berharga bagi mereka untuk membedah strategi lawan. Bagi Onic Esports, mempertahankan gelar bukan lagi sekadar target, melainkan sebuah tradisi yang ingin terus mereka jaga demi menegaskan dominasi mereka sebagai raja di galaksi MLBB Indonesia.

Baca Juga

Mengupas Kecanggihan Sky-Watch RQ-70 Dainn: Drone Pintar Masa Depan yang Tak Terbendung Meski Tanpa GPS

Mengupas Kecanggihan Sky-Watch RQ-70 Dainn: Drone Pintar Masa Depan yang Tak Terbendung Meski Tanpa GPS

Kebangkitan Fenomenal Bigetron by Vitality

Sementara itu, jalan terjal harus dilalui oleh Bigetron by Vitality. Setelah sempat terlempar ke lower bracket akibat kekalahan di tangan Onic sebelumnya, sang “Robot Merah” menunjukkan mentalitas baja. Mereka tidak membiarkan asa juara padam begitu saja. Di babak Lower Bracket Final, BTR terlibat dalam duel berdarah melawan Geek Fam yang dijuluki sebagai “The King Slayer”.

Pertandingan melawan Geek Fam tersebut menyajikan drama yang luar biasa. Geek Fam sebenarnya sempat memberikan tekanan hebat di awal seri, bahkan mengamankan game pertama pada menit ke-14 berkat permainan agresif Baloyskie. Namun, BTR yang kini berkolaborasi dengan organisasi global Vitality, mampu melakukan penyesuaian cepat. Mereka membalikkan keadaan secara dramatis dan menutup seri dengan skor meyakinkan 4-1, sekaligus memastikan pertemuan ulang dengan Onic di babak final.

Baca Juga

Revolusi Gemini Intelligence di Android: Lompatan Kecerdasan Buatan yang Menuntut Spesifikasi ‘Sultan’

Revolusi Gemini Intelligence di Android: Lompatan Kecerdasan Buatan yang Menuntut Spesifikasi ‘Sultan’

Misi Balas Dendam dan Takhta Kingfinix

Pertemuan Grand Final MPL ID S17 antara Onic vs Bigetron by Vitality dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.30 WIB. Ini adalah partai ulangan yang paling dinantikan. Bagi BTR, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa kekalahan mereka di upper bracket hanyalah sebuah sandungan kecil. Mereka membawa misi revans untuk menggulingkan sang juara bertahan.

Duel individu di setiap lini diprediksi akan berlangsung sengit. Adu mekanik di area Gold Lane serta perang urat syaraf antar Jungler akan menjadi bumbu penyedap dalam pertandingan ini. Esports Indonesia belum pernah melihat persaingan seketat ini, di mana kedua tim sama-sama memiliki basis penggemar yang militan dan pemain-pemain bintang yang haus akan kemenangan.

Baca Juga

Ambisi Meta Menguasai Gaya Hidup: Dari Liontin AI hingga Revolusi Kacamata Pintar ‘Modelo’

Ambisi Meta Menguasai Gaya Hidup: Dari Liontin AI hingga Revolusi Kacamata Pintar ‘Modelo’

Format Best of Seven: Ujian Ketahanan Fisik dan Mental

Berbeda dengan pertandingan di babak playoff sebelumnya yang menggunakan format Best of Five (Bo5), partai Grand Final ini akan menggunakan format Best of Seven (Bo7). Artinya, tim yang berhasil mengamankan empat kemenangan terlebih dahulu akan keluar sebagai juara. Format ini tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga ketahanan fisik, konsentrasi, serta kedalaman strategi dari masing-masing tim.

Dengan durasi pertandingan yang berpotensi sangat panjang, kemampuan adaptasi pelatih dalam melakukan draft pick akan menjadi kunci utama. Siapa yang mampu menjaga fokus hingga game terakhir, dialah yang akan mengangkat piala perak yang ikonik itu. MPL ID S17 sendiri telah menggunakan sistem hybrid elimination yang sangat kompetitif, memaksa setiap tim untuk selalu tampil maksimal di setiap laga.

Tiket Menuju Panggung Dunia: MSC 2026 di Paris

Terlepas dari siapa pun yang akan keluar sebagai pemenang hari ini, baik Onic maupun Bigetron by Vitality sebenarnya sudah mengantongi prestasi yang luar biasa. Keduanya telah dipastikan menjadi wakil Indonesia di ajang internasional MSC 2026. Turnamen bergengsi tersebut akan digelar di Paris, Prancis, mulai 1 Juli 2026, berbarengan dengan ajang Esports World Cup (EWC).

Meski tiket ke Paris sudah di tangan, gengsi menjadi juara nasional tetap menjadi prioritas utama. Menjadi juara di MPL ID memberikan kepercayaan diri yang berbeda saat harus berhadapan dengan tim-tim kuat dari Filipina, Malaysia, maupun wilayah lainnya di kancah internasional. Gelar “Kingfinix” akan menjadi modal mental yang tak ternilai harganya bagi sang pemenang.

Mengenang Kejutan Geek Fam di Playoff

Bicara soal perjalanan playoff musim ini, kita tidak boleh melupakan kejutan yang dihadirkan oleh Geek Fam. Meskipun langkah mereka terhenti di posisi ketiga, performa Baloyskie dan timnya patut diacungi jempol. Salah satu momen paling ikonik di Season 17 adalah ketika Baloyskie menggunakan hero Chip dan membuka portal langsung menuju base lawan untuk mengakhiri perlawanan Dewa United Esports.

Kehadiran tim-tim seperti Geek Fam, Dewa United, dan Team Liquid ID telah membuat persaingan di MPL ID S17 semakin berwarna dan tidak terprediksi. Namun, pada akhirnya, konsistensi dan kematangan mental yang membawa Onic serta Bigetron ke partai puncak hari ini.

Harapan Penggemar dan Masa Depan MLBB Indonesia

Dukungan dari komunitas MLBB di Indonesia terus mengalir deras. Grand Final kali ini diprediksi akan memecahkan rekor jumlah penonton serentak (peak viewers). Hal ini menunjukkan bahwa industri esports di Indonesia terus berkembang pesat dan menjadi bagian dari budaya pop anak muda masa kini.

Siapakah yang akan menorehkan sejarah baru? Apakah Onic akan memperpanjang dinasti mereka sebagai tim yang tak terkalahkan? Ataukah Bigetron by Vitality yang akan menciptakan kejutan besar dan membawa pulang piala ke markas Robot Merah? Pastikan Anda tidak melewatkan detik-detik bersejarah ini yang akan segera dimulai sesaat lagi.

Pertandingan ini bukan hanya soal menekan tombol di layar ponsel, tetapi tentang strategi, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah yang menginspirasi banyak orang. Mari kita nantikan siapa yang akan berdiri di atas podium tertinggi dan menyandang predikat tim terbaik Mobile Legends di Indonesia tahun 2026.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Fokus pada teknologi dan AI, aktif mengikuti perkembangan inovasi global.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *