Inter Milan Tergelincir di Kandang, Hellas Verona Paksa Hasil Imbang 1-1 Lewat Drama Menit Akhir

Fajar Nugroho | InfoNanti
17 Mei 2026, 22:52 WIB
Inter Milan Tergelincir di Kandang, Hellas Verona Paksa Hasil Imbang 1-1 Lewat Drama Menit Akhir

InfoNanti — Pekan lanjutan Liga Italia Serie A musim 2025/2026 menyajikan sebuah anomali yang cukup mengejutkan di panggung megah Giuseppe Meazza. Sang jawara yang telah mengunci gelar Scudetto, Inter Milan, dipaksa gigit jari setelah ditahan imbang oleh tim yang sudah dipastikan terdegradasi, Hellas Verona. Dalam pertandingan yang berlangsung pada Minggu (17/5/2026) malam WIB tersebut, skor akhir 1-1 menjadi hasil yang barangkali terasa getir bagi sang penguasa klasemen.

Dominasi Total Nerazzurri yang Tak Berbuah Manis

Memasuki lapangan dengan status juara bertahan, Inter Milan tampil dengan kepercayaan diri tinggi di hadapan pendukung setianya. Pelatih Simone Inzaghi memilih untuk melakukan rotasi cerdas dalam susunan pemainnya, memberikan menit bermain yang berharga bagi punggawa muda seperti Andy Diouf dan Ange-Yoan Bonny sejak menit awal. Kehadiran wajah-wajah baru ini diharapkan memberikan dinamika berbeda di lini serang Nerazzurri.

Baca Juga

Kebangkitan Sang Jaksa: Profil Adhyaksa FC dan Perjalanan Fenomenal Menuju Super League

Kebangkitan Sang Jaksa: Profil Adhyaksa FC dan Perjalanan Fenomenal Menuju Super League

Sejak peluit pertama dibunyikan, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan tuan rumah. Penguasaan bola yang dominan dan aliran umpan pendek yang rapi menjadi ciri khas Inter sepanjang babak pertama. Namun, pertahanan rapat yang digalang oleh Hellas Verona seolah menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Meski terus menggempur, Inter gagal mengonversi peluang menjadi gol hingga jeda turun minum.

Gol Keberuntungan di Awal Babak Kedua

Kebuntuan akhirnya pecah tepat saat babak kedua baru dimulai. Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan Inter akhirnya membuahkan hasil, meskipun harus melalui skema yang sedikit tidak terduga. Sebuah sepak pojok yang melengkung tajam berhasil disambut oleh Ange-Yoan Bonny. Bola yang sedianya mengarah ke gawang justru berbenturan dengan bek Verona, Andrias Edmundsson.

Baca Juga

Misi Mustahil Sporting Lisbon di Emirates: Siap Guncang Dominasi Arsenal demi Sejarah

Misi Mustahil Sporting Lisbon di Emirates: Siap Guncang Dominasi Arsenal demi Sejarah

Sentuhan yang tak disengaja dari Edmundsson tersebut justru membuat bola berubah arah secara drastis dan mengecoh kiper Lorenzo Montipò. Papan skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Inter. Gol bunuh diri ini seolah menjadi angin segar bagi publik Meazza yang sejak awal merindukan selebrasi. Gol ini sekaligus mempertegas dominasi Inter dalam penguasaan bola di ajang Liga Italia.

Upaya Lautaro Martinez Menambah Keunggulan

Memimpin satu gol tidak membuat Inter menurunkan intensitas serangannya. Sebaliknya, mereka terus berupaya mengunci kemenangan dengan gol kedua. Lautaro Martinez, sang kapten sekaligus mesin gol utama, beberapa kali mendapatkan peluang emas. Pada menit ke-51, Martinez melepaskan tembakan mendatar yang cukup keras, namun kesigapan Montipò di bawah mistar gawang Verona berhasil menggagalkan upaya tersebut.

Baca Juga

Vincent Kompany Absen di Pinggir Lapangan: Alasan Mengapa Trik Ikonik Mourinho Tak Berlaku Bagi Bos Bayern Munich

Vincent Kompany Absen di Pinggir Lapangan: Alasan Mengapa Trik Ikonik Mourinho Tak Berlaku Bagi Bos Bayern Munich

Enam menit berselang, striker asal Argentina itu kembali mengancam. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, ia mencoba melepaskan tembakan jarak dekat. Sayangnya, barisan pertahanan Verona yang menumpuk di kotak penalti berhasil memblok bola sebelum sempat melewati garis gawang. Frustrasi mulai tampak di kubu tuan rumah karena penyelesaian akhir yang kurang klinis menghambat mereka untuk memperlebar jarak skor.

Kebangkitan Hellas Verona di Penghujung Laga

Hellas Verona, meski sudah dipastikan turun kasta ke Serie B, menunjukkan semangat juang yang patut diapresiasi. Mereka tidak datang ke Milan hanya untuk menjadi pelengkap penderita. Memasuki sepuluh menit terakhir pertandingan, Verona mulai keluar dari tekanan dan melancarkan serangan balik yang berbahaya. Amine Sarr sempat memberikan peringatan lewat tembakan keras yang memaksa Yann Sommer melakukan penyelamatan gemilang.

Baca Juga

Drama Semifinal Liga Champions: Gol Harry Kane Datang Terlambat, Langkah Bayern Munich Terhenti oleh PSG

Drama Semifinal Liga Champions: Gol Harry Kane Datang Terlambat, Langkah Bayern Munich Terhenti oleh PSG

Drama sesungguhnya terjadi pada masa injury time, tepatnya di menit ke-91. Berawal dari umpan panjang yang dilepaskan dari lini tengah, Kieron Bowie berhasil lolos dari jebakan offside yang kurang sempurna dari lini belakang Inter. Dengan tenang, Bowie melakukan dribel pendek sebelum melepaskan tembakan akurat ke pojok bawah gawang yang tak mampu dijangkau oleh Sommer. Gol tersebut seketika membungkam riuh rendah pendukung Inter.

Implikasi Hasil Pertandingan Terhadap Klasemen

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap bertahan di angka 1-1. Bagi Inter Milan, hasil ini memang tidak meruntuhkan posisi mereka di puncak klasemen Serie A. Mereka tetap kukuh di peringkat pertama dengan koleksi 86 poin dari 27 pertandingan. Namun, kehilangan poin di kandang sendiri melawan tim juru kunci tentu menjadi catatan evaluasi bagi Inzaghi terkait konsentrasi pemain di menit-menit akhir.

Di sisi lain, bagi Hellas Verona, hasil imbang ini adalah sebuah kehormatan sebelum mereka benar-benar meninggalkan kasta tertinggi sepak bola Italia. Dengan tambahan satu poin, mereka kini mengoleksi 21 poin dan tetap tertahan di posisi ke-19. Meski tidak mampu menyelamatkan mereka dari degradasi, performa heroik di Giuseppe Meazza setidaknya menjadi kado perpisahan yang manis bagi para pendukung setianya.

Daftar Susunan Pemain Kedua Tim

Dalam laga ini, kedua pelatih menurunkan komposisi pemain yang menarik untuk disimak. Berikut adalah susunan pemain yang bertanding:

  • Inter Milan (3-5-2): Yann Sommer; Stefan De Vrij, Francesco Acerbi, Carlos Augusto; Luis Henrique, Andy Diouf, Luka Sucic, Henrikh Mkhitaryan, Matteo Darmian; Ange-Yoan Bonny, Lautaro Martinez.
  • Hellas Verona (3-5-2): Lorenzo Montipò; Victor Nelsson, Andrias Edmundsson, Nahuel Valentini; Yassine Belghali, Sandi Lovric, Roberto Gagliardini, Henri Bernede, Martin Frese; Tomas Suslov, Kieron Bowie.

Pertandingan ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, statistik dan status di klasemen bukanlah jaminan mutlak untuk meraih kemenangan. Inter Milan kini harus segera memfokuskan kembali mentalitas mereka untuk menyelesaikan sisa musim dengan catatan yang lebih impresif, sementara Verona bisa mulai membangun fondasi untuk kembali promosi di musim mendatang.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *