Piala Asia U-17 2026: Perlawanan Sengit Garuda Muda di Jeddah, Jepang Unggul Tipis di Babak Pertama

Fajar Nugroho | InfoNanti
13 Mei 2026, 00:53 WIB
Piala Asia U-17 2026: Perlawanan Sengit Garuda Muda di Jeddah, Jepang Unggul Tipis di Babak Pertama

InfoNanti — Aroma persaingan sengit tercium dari King Abdullah Sport City Training Stadium, Jeddah, Arab Saudi, saat Timnas Indonesia U-17 menghadapi tantangan besar di laga pamungkas Grup B Piala Asia U-17 2026. Menghadapi raksasa Asia, Jepang, skuad Garuda Muda harus berjuang ekstra keras untuk menjaga asa mereka di turnamen bergengsi ini. Namun, setelah peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama dibunyikan, papan skor menunjukkan keunggulan tipis bagi Samurai Biru dengan skor 0-1.

Dominasi Samurai Biru Sejak Menit Awal

Memasuki lapangan dengan status salah satu favorit juara, Jepang langsung menunjukkan kelasnya. Sejak sepak mula dilakukan pada Selasa (12/5) malam WIB, anak asuh Nozomi Hiroyama langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka menerapkan garis pertahanan tinggi yang memaksa para pemain Indonesia lebih banyak bertahan di area sendiri. Penguasaan bola yang dominan menjadi senjata utama Jepang untuk membongkar pertahanan rapat yang digalang oleh Mathew Baker dan kawan-kawan.

Baca Juga

Drama Rumput Metropolitano: Barcelona Ajukan Protes Resmi ke UEFA Jelang Laga Penentuan

Drama Rumput Metropolitano: Barcelona Ajukan Protes Resmi ke UEFA Jelang Laga Penentuan

Eito Takaki, yang diandalkan sebagai ujung tombak Jepang, menjadi momok bagi lini belakang Indonesia. Pergerakannya yang liar dan kemampuan mencari posisi yang tepat beberapa kali membuat kiper Mike Rajasa harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya. Tidak hanya dari lini depan, ancaman Jepang juga datang dari sektor tengah. Ryoma Tsuneyoshi dan Takeshi Wada tampil sangat dinamis, mengatur ritme permainan dan terus memberikan tekanan melalui umpan-umpan terobosan yang mematikan ke jantung pertahanan Timnas Indonesia U-17.

Momen Krusial di Menit ke-29

Indonesia sebenarnya sempat menunjukkan disiplin pertahanan yang cukup baik di 20 menit pertama. Koordinasi antara Mike Rajasa di bawah mistar dengan duet bek tengah Farik Rizqi dan Mathew Baker sempat membuat para pemain Jepang frustrasi. Beberapa kali upaya serangan dari sayap yang dilakukan oleh Rekuto Shiraogawa berhasil dipatahkan dengan tekel bersih maupun intersep yang cermat.

Baca Juga

Kontroversi Ucapan ‘Pukul Wajah’ Mikel Arteta: Presenter ESPN Dan Thomas Akhirnya Minta Maaf

Kontroversi Ucapan ‘Pukul Wajah’ Mikel Arteta: Presenter ESPN Dan Thomas Akhirnya Minta Maaf

Namun, petaka akhirnya datang pada menit ke-29. Melalui sebuah skema serangan yang terorganisir dengan rapi, Jepang berhasil memecah kebuntuan. Rekuto Shiraogawa yang bergerak aktif di sisi lapangan mengirimkan umpan akurat ke dalam kotak penalti. Ryoma Tsuneyoshi, yang lepas dari pengawalan ketat, berhasil menyambut bola dengan penyelesaian akhir yang tenang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Jepang, sebuah gol yang lahir dari efektivitas permainan kolektif Timnas Jepang U-17.

Kesulitan Transisi dan Serangan Balik

Setelah tertinggal satu gol, anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto mencoba keluar dari tekanan. Strategi serangan balik cepat yang biasanya menjadi andalan Indonesia tampak sulit berjalan maksimal dalam pertandingan kali ini. Kurangnya suplai bola ke lini depan yang diisi oleh Chico Jericho dan Pandu Aryo membuat Indonesia kesulitan untuk menciptakan peluang bersih di depan gawang Kosei Oshita.

Baca Juga

Strategi Matang di Emirates: Arsenal Redam Sporting CP demi Tiket Semifinal Liga Champions

Strategi Matang di Emirates: Arsenal Redam Sporting CP demi Tiket Semifinal Liga Champions

Gelandang kreatif Indonesia, Zidane Raditya dan Noha Oliver, tampak bekerja sangat keras untuk memutus aliran bola Jepang sekaligus membangun serangan. Namun, pressing ketat yang diterapkan para pemain Jepang membuat pemain Indonesia seringkali kehilangan bola sebelum mampu melewati garis tengah lapangan. Kedisiplinan posisi pemain Jepang benar-benar menutup ruang bagi para penggawa Garuda Muda untuk mengembangkan kreativitas permainan mereka di kompetisi Piala Asia U-17 tahun ini.

Analisis Taktik: Mengapa Indonesia Tertekan?

Secara taktikal, Jepang unggul dalam memenangkan bola-bola kedua. Setiap kali pemain Indonesia berhasil menyapu bola keluar dari kotak penalti, pemain tengah Jepang selalu berada di posisi yang tepat untuk merebut kembali penguasaan bola. Hal ini membuat tekanan kepada pertahanan Indonesia terjadi secara terus-menerus tanpa henti. Di sisi lain, Indonesia tampak mengalami kendala dalam melakukan transisi dari bertahan ke menyerang karena jarak antar lini yang terlalu jauh saat melakukan serangan balik.

Baca Juga

Malam Kelam Alexander Isak di Anfield: Bayang-Bayang Kegagalan Sang Rekrutan Termahal

Malam Kelam Alexander Isak di Anfield: Bayang-Bayang Kegagalan Sang Rekrutan Termahal

Mathew Baker yang biasanya aktif membantu serangan dari lini belakang, kali ini lebih banyak fokus menjaga area pertahanan demi membendung agresivitas Eito Takaki. Meskipun tertinggal, semangat juang para pemain muda Indonesia patut diapresiasi. Mereka tidak menyerah meski digempur habis-habisan oleh tim yang secara teknis memang memiliki pengalaman lebih di level internasional sepak bola Asia.

Harapan di Babak Kedua

Memasuki jeda antarbabak, Kurniawan Dwi Yulianto dipastikan memiliki tugas berat untuk meramu ulang strategi di ruang ganti. Defisit satu gol bukanlah jarak yang tidak mungkin dikejar, namun diperlukan perubahan pendekatan bermain agar Indonesia bisa memberikan ancaman nyata ke gawang Jepang. Penyesuaian di lini tengah mungkin menjadi kunci agar aliran bola ke depan menjadi lebih lancar dan tidak mudah dipatahkan oleh lawan.

Dukungan dari suporter yang hadir di stadion maupun masyarakat di tanah air diharapkan tetap mengalir untuk memotivasi para pemain muda ini. Bagaimanapun hasil akhirnya nanti, pengalaman bertanding melawan tim sekelas Jepang di Piala Asia U-17 2026 akan menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan karier mereka di masa depan.

Susunan Pemain Lengkap

Berikut adalah daftar pemain yang diturunkan oleh kedua kesebelasan pada pertandingan babak pertama di Jeddah:

Timnas Indonesia U-17:

  • Kiper: Mike Rajasa
  • Belakang: Made Arbi Ananta, Farik Rizqi, Mathew Baker, Peres Tjoe
  • Tengah: Zidane Raditya, Alfredo Naraya, Noha Oliver
  • Depan: Chico Jericho, Dava Yunna, Pandu Aryo
  • Pelatih: Kurniawan Dwi Yulianto

Timnas Jepang U-17:

  • Kiper: Kosei Oshita
  • Belakang: Yuto Iwashita, Chimezie Ezemoukwe, Yoshito Kumada, Shun Tatemi
  • Tengah: Rekuto Shiraogawa, Kazato Kimura, Ryoma Tsuneyoshi, Takeshi Wada
  • Depan: Sora Iwatsuchi, Eito Takaki
  • Pelatih: Nozomi Hiroyama

Pertandingan masih menyisakan 45 menit kedua yang penuh dengan kemungkinan. Akankah Garuda Muda mampu bangkit dan membalikkan keadaan, atau justru Jepang yang akan menambah pundi-pundi gol mereka? Simak terus perkembangannya hanya di InfoNanti.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *