Waspada Hoaks! BPS Beri Penjelasan Soal Kabar Viral Lowongan 190 Ribu Petugas Sensus 2026
InfoNanti — Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh beredarnya informasi mengenai pembukaan lowongan kerja massal untuk posisi petugas Sensus Ekonomi Nasional (Susenas) 2026. Kabar yang viral di platform Facebook tersebut mengklaim bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) tengah berburu hingga 190 ribu tenaga kerja dengan kebutuhan yang disebut-sebut sangat mendesak. Namun, benarkah informasi tersebut berasal dari saluran resmi pemerintah?
Menanggapi riuh rendahnya isu tersebut, pihak BPS langsung angkat bicara untuk meluruskan keadaan. Secara tegas, institusi pusat data tersebut menyatakan bahwa informasi rekrutmen jumbo itu adalah bohong alias hoaks. Masyarakat diminta untuk lebih jeli dalam menyaring informasi lowongan kerja yang bertebaran di media sosial agar tidak terjebak pada narasi yang menyesatkan.
Revolusi Distribusi BBM Subsidi: Kolaborasi Strategis Tiga Instansi Tekan Kebocoran Energi
BPS: Belum Ada Pengumuman Resmi
Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BPS, Favten Ari Pujiastuti, memberikan klarifikasi langsung saat ditemui di kantor pusat BPS di Jakarta. Beliau menegaskan bahwa saat ini tidak ada aktivitas rekrutmen seperti yang digambarkan dalam unggahan viral tersebut. “Tidak, itu tidak ada. Kami pastikan itu adalah hoaks,” ujarnya dengan nada tegas.
Lebih lanjut, Favten menjelaskan bahwa fokus utama BPS saat ini memang tertuju pada persiapan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan bakal bergulir pada Mei mendatang. Namun, ia menggarisbawahi bahwa hingga saat ini proses internal masih berjalan dan belum sampai pada tahap pengumuman rekrutmen secara terbuka kepada publik.
Lompatan Raksasa Patra Jasa: Kantongi Rp 5,5 Triliun di 2025, Bukti Dominasi Anak Usaha Pertamina
Sebagai catatan, Susenas biasanya diselenggarakan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Maret dan September. Favten mengakui bahwa momen-momen menjelang survei besar seperti ini sering kali dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan kabar palsu guna mencari keuntungan atau sekadar memicu kegaduhan.
Misi Besar Sensus Ekonomi 2026
Sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan hajatan besar sepuluh tahunan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1986. Edisi ke-5 ini memiliki nilai strategis karena bertujuan untuk memetakan wajah baru perekonomian Indonesia setelah dihantam gelombang pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Sekretaris Utama BPS, Zulkipli, mengungkapkan bahwa hasil dari sensus ini nantinya akan memberikan gambaran komprehensif, mulai dari pelaku usaha skala mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga korporasi besar. “Kita akan membedah profil perusahaan, perkembangan omzet, hingga sejauh mana implementasi ekonomi hijau dilakukan oleh para pelaku usaha di tanah air,” jelasnya.
Purbaya Yudhi Sadewa: Menakar Jejak Sang ‘Menteri Koboy’ di Tengah Kabar Kesehatan yang Menjadi Sorotan
Skema Rekrutmen dan Anggaran
Meski kabar mengenai 190 ribu lowongan tersebut dibantah, BPS tetap akan melibatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan sensus yang sesungguhnya nanti. Personel yang akan diterjunkan rencananya terdiri dari mahasiswa Politeknik Statistika STIS, pegawai organik BPS di seluruh pelosok negeri, serta mitra setia BPS dari kalangan masyarakat umum.
Terkait urusan dapur, BPS telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun untuk menyukseskan agenda nasional ini. Angka tersebut tercatat lebih efisien dibandingkan anggaran Sensus Ekonomi 2016 silam yang menelan biaya hingga Rp 2,4 triliun. Bagi Anda yang mencari kabar valid mengenai Badan Pusat Statistik, pastikan untuk selalu memantau kanal resmi agar terhindar dari disinformasi yang merugikan.
Revolusi AI Grab: 13 Fitur Canggih Terbaru, Mulai dari Pinjaman Dana hingga Asisten Pintar