Update Kebakaran Hebat di Sandakan Malaysia: 13 WNI Dilaporkan Terdampak dan Mengungsi

Siti Rahma | InfoNanti
21 Apr 2026, 16:53 WIB
Update Kebakaran Hebat di Sandakan Malaysia: 13 WNI Dilaporkan Terdampak dan Mengungsi

InfoNanti — Sebuah insiden memilukan melanda kawasan pemukiman padat di Kampung Bahagia, Batu Sapi, Sandakan, Sabah, Malaysia. Kebakaran hebat yang terjadi pada Minggu (19/4/2026) tersebut dilaporkan menghanguskan sedikitnya 1.000 rumah di desa air tersebut, meninggalkan duka mendalam bagi ribuan penghuninya, termasuk sejumlah warga negara Indonesia (WNI).

Menanggapi situasi darurat ini, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui KJRI Kota Kinabalu segera bergerak cepat untuk memonitor perkembangan dan memastikan keselamatan para warga negara kita di lokasi kejadian.

Kondisi WNI di Lokasi Pengungsian

Berdasarkan hasil pendataan lapangan yang dilakukan oleh tim perlindungan dari KJRI Kota Kinabalu bersama otoritas setempat, tercatat ada 13 orang WNI yang secara langsung terdampak oleh musibah ini. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menegaskan bahwa seluruh WNI tersebut saat ini dalam keadaan selamat.

Baca Juga

Jejak 30 Tahun Demokrasi Afrika Selatan: Mengenang Kemenangan Nelson Mandela dan Tantangan Masa Depan

Jejak 30 Tahun Demokrasi Afrika Selatan: Mengenang Kemenangan Nelson Mandela dan Tantangan Masa Depan

“Para WNI telah dievakuasi dan kini berada di enam titik Pusat Penampungan Sementara (PPS) yang tersebar di wilayah Batu Sapi, Sandakan, bersama korban terdampak lainnya,” ungkap Heni dalam keterangan resminya pada Selasa (21/4).

Kawasan Kampung Bahagia sendiri dikenal sebagai permukiman multietnis yang dihuni oleh warga Malaysia, warga Filipina, serta WNI yang sebagian besar telah terikat pernikahan dengan warga setempat. Mengingat besarnya skala kebakaran ini, koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

Dugaan Penyebab dan Langkah Perlindungan

Laporan dari berbagai media lokal Malaysia menyebutkan bahwa api diduga kuat dipicu oleh kelalaian saat aktivitas memasak di salah satu rumah warga. Karakteristik permukiman yang berada di atas air dengan material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api merambat dengan sangat cepat hingga menghanguskan wilayah yang luas.

Baca Juga

Melintasi Batas Kenangan: Ketika AI Menghidupkan Kembali Sosok Mantan dalam Bentuk Avatar Digital

Melintasi Batas Kenangan: Ketika AI Menghidupkan Kembali Sosok Mantan dalam Bentuk Avatar Digital

Pemerintah Indonesia melalui KJRI Kota Kinabalu berkomitmen untuk terus mengawal proses penanganan pascabencana. Upaya perlindungan WNI akan tetap diprioritaskan, termasuk bantuan pendataan ulang dokumen-dokumen penting yang mungkin hangus terbakar dalam insiden tersebut.

Langkah-langkah strategis akan terus diambil guna memastikan tidak ada warga negara kita yang terabaikan selama masa pemulihan di penampungan sementara. Pihak otoritas juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi risiko kebakaran di kawasan permukiman padat.

Siti Rahma

Siti Rahma

Jurnalis berita global dengan ketertarikan pada geopolitik dan ekonomi dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *