Skandal Vandalisme di Lebanon Selatan: Prajurit Israel Kedapatan Rusak Patung Yesus

Siti Rahma | InfoNanti
21 Apr 2026, 08:55 WIB
Skandal Vandalisme di Lebanon Selatan: Prajurit Israel Kedapatan Rusak Patung Yesus

InfoNanti — Sebuah insiden kontroversial yang melibatkan oknum militer kini tengah mencoreng citra Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Pihak militer Israel secara resmi menyatakan tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap salah satu prajuritnya yang tertangkap kamera tengah melakukan aksi vandalisme terhadap simbol agama di wilayah Lebanon Selatan.

Dalam rekaman visual yang sempat viral di jagat maya, oknum prajurit tersebut tampak mengayunkan sebuah palu besar ke arah kepala patung Yesus hingga mengalami kerusakan. Setelah melakukan verifikasi internal, pihak militer mengonfirmasi bahwa dokumentasi yang beredar luas di media sosial tersebut adalah autentik dan benar terjadi di medan operasi.

Kronologi Kejadian di Desa Debl

Berdasarkan laporan yang dihimpun, aksi tidak terpuji ini terjadi di wilayah Lebanon Selatan, tepatnya di sebuah desa bernama Debl. Desa ini dikenal sebagai pemukiman warga Kristen yang letaknya cukup strategis karena berdekatan dengan perbatasan Israel. Insiden ini memicu gelombang kecaman karena dianggap mencoreng nilai-nilai toleransi di tengah situasi konflik Timur Tengah yang masih panas.

Baca Juga

Mengenang 22 April 1969: Kisah Dramatis di Balik Operasi Transplantasi Mata Pertama di Dunia

Mengenang 22 April 1969: Kisah Dramatis di Balik Operasi Transplantasi Mata Pertama di Dunia

Melalui pernyataan resmi di platform X pada Senin (20/4/2026), IDF menegaskan bahwa tindakan individu tersebut sangat bertolak belakang dengan kode etik prajurit. “Hasil pemeriksaan awal memastikan bahwa pelaku adalah tentara IDF yang bertugas di Lebanon Selatan. Kami memandang serius perusakan simbol Kristen ini,” tulis pernyataan militer tersebut.

Respons Tegas Pemerintah dan PM Netanyahu

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, tidak tinggal diam. Ia mengecam keras perbuatan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang memalukan. Saar memastikan akan ada langkah disipliner yang sangat tegas bagi siapa pun yang terlibat dalam aksi buruk ini. Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada umat Kristen yang merasa terluka atas kejadian tersebut.

Baca Juga

Dua Dekade Menaklukkan Arus: Indonesia dan Belanda Rayakan 25 Tahun Sinergi Strategis di Sektor Air

Dua Dekade Menaklukkan Arus: Indonesia dan Belanda Rayakan 25 Tahun Sinergi Strategis di Sektor Air

Senada dengan menterinya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu turut memberikan pernyataan resmi. Netanyahu menekankan bahwa sebagai negara Yahudi, Israel sangat menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan antarumat beragama.

“Saya merasa terkejut dan sedih mengetahui ada oknum yang merusak simbol keagamaan Katolik di Lebanon. Kami mengutuk tindakan ini sekeras-kerasnya. Otoritas terkait kini tengah menjalankan penyelidikan pidana militer,” tegas Netanyahu dalam unggahannya. Ia juga mengklaim bahwa Israel tetap menjadi satu-satunya wilayah di Timur Tengah yang menjamin pertumbuhan populasi dan kebebasan beribadah bagi umat Kristen.

Latar Belakang Konflik dan Gencatan Senjata

Situasi di perbatasan kedua negara memang sedang dalam tensi tinggi. Lebanon terseret ke dalam pusaran perang sejak awal Maret lalu, dipicu oleh serangan roket kelompok Hizbullah yang mendukung manuver Iran. Israel membalas dengan operasi militer besar-besaran dan invasi darat ke wilayah selatan.

Baca Juga

Gejolak Timur Tengah: Iran Hujani Uni Emirat Arab dengan Belasan Rudal dan Drone, Pelabuhan Fujairah Terbakar

Gejolak Timur Tengah: Iran Hujani Uni Emirat Arab dengan Belasan Rudal dan Drone, Pelabuhan Fujairah Terbakar

Meski kesepakatan gencatan senjata sebenarnya sudah mulai diberlakukan sejak Jumat (17/4), kehadiran pasukan Israel di Lebanon Selatan masih terus berlanjut. Insiden vandalisme ini kini menjadi tantangan diplomatik baru bagi Israel di tengah upaya menstabilkan kawasan pasca-perang.

Pihak militer Israel dikabarkan tengah berkoordinasi dengan otoritas komunitas setempat di Desa Debl untuk memperbaiki dan mengembalikan patung tersebut ke posisi semula sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.

Siti Rahma

Siti Rahma

Jurnalis berita global dengan ketertarikan pada geopolitik dan ekonomi dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *