Dilema Sang Raja Eropa: Mengapa Real Madrid Lebih Gampang Juara Liga Champions Ketimbang La Liga?

Fajar Nugroho | InfoNanti
21 Apr 2026, 02:53 WIB
Dilema Sang Raja Eropa: Mengapa Real Madrid Lebih Gampang Juara Liga Champions Ketimbang La Liga?

InfoNanti — Dominasi Real Madrid di panggung sepak bola dunia memang tak perlu diragukan lagi. Namun, ada sebuah anomali menarik yang menyelimuti klub berjuluk Los Blancos ini: mengapa mereka tampak begitu perkasa di kompetisi Eropa, namun seringkali kesulitan menjaga konsistensi di kompetisi domestik?

Tantangan Berat di Pentas Domestik

Saat ini, raksasa Spanyol tersebut tengah berada di ambang kegagalan mempertahankan gelar juara Liga Spanyol secara berturut-turut. Dengan selisih sembilan poin dari Barcelona di puncak klasemen dan hanya menyisakan tujuh laga krusial, trofi La Liga tampaknya kian menjauh dari genggaman anak asuh Carlo Ancelotti.

Statistik dalam dua dekade terakhir menunjukkan sebuah ironi yang nyata. Sejak tahun 2006, Real Madrid tercatat mengoleksi tujuh gelar La Liga. Menariknya, dalam kurun waktu yang sama, mereka sukses merengkuh trofi Liga Champions sebanyak enam kali. Perbandingan ini memicu pertanyaan besar: apakah level kompetisi di Spanyol memang lebih sulit bagi Madrid daripada menghadapi para jawara Eropa?

Baca Juga

Head to Head Semifinal Uber Cup 2026: Mampukah Srikandi Indonesia Ulangi Memori Manis Atas Korea Selatan?

Head to Head Semifinal Uber Cup 2026: Mampukah Srikandi Indonesia Ulangi Memori Manis Atas Korea Selatan?

Analisis Alvaro Arbeloa Mengenai Mentalitas Tim

Menanggapi fenomena ini, Alvaro Arbeloa memberikan pandangan yang cukup jujur. Mantan pemain yang kini memahami seluk-beluk internal klub tersebut mengakui bahwa ada pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan di liga domestik. Menurutnya, Madrid memiliki kecenderungan untuk tampil jauh lebih meledak-ledak saat menghadapi lawan dengan status besar atau tim-tim mapan.

“Kami menemukan beberapa alasan yang sebenarnya cukup jelas bagi banyak orang. Terkait performa kami, jelas ada banyak aspek yang perlu diperbaiki di La Liga dalam beberapa musim terakhir,” ungkap Arbeloa seperti dilansir dari media Spanyol, AS.

Arbeloa menyoroti perbedaan performa tim berdasarkan lawan yang dihadapi. Ia melihat bahwa Los Blancos seringkali tampil brilian dalam laga-laga besar (big matches), namun justru kehilangan poin penting saat bertemu tim yang dianggap kurang mapan. Kekalahan mengejutkan seperti saat melawan Girona menjadi contoh nyata bagaimana Real Madrid bisa terpeleset di liga, situasi yang jarang terjadi saat mereka berada di bawah tekanan malam Liga Champions.

Baca Juga

Misi Besar Krisna Bayu Usai Terpilih Kembali Jadi Ketum Persambi: Targetkan PON 2028 dan Kejuaraan Dunia

Misi Besar Krisna Bayu Usai Terpilih Kembali Jadi Ketum Persambi: Targetkan PON 2028 dan Kejuaraan Dunia

Antara Gengsi Eropa dan Konsistensi Liga

Narasi tentang DNA Liga Champions seolah sudah mendarah daging di Santiago Bernabeu. Arbeloa menekankan bahwa situasi di lapangan seringkali membuat Real Madrid merasa lebih ‘nyaman’ mengejar gelar juara Eropa dibandingkan harus bertarung dalam kompetisi marathon yang mengandalkan konsistensi setiap pekan.

“Jika kita bicara tiga bulan terakhir, kami memang harus banyak berbenah. Namun, realita di lapangan terkadang menunjukkan bahwa bagi Real Madrid, memenangi Liga Champions terasa lebih masuk akal daripada menjuarai La Liga karena faktor-faktor tersebut,” pungkasnya.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *