Update Harga Emas Perhiasan 20 April 2026: Tertekan Gejolak Selat Hormuz, Cek Daftar Harganya
InfoNanti — Di tengah pusaran konflik geopolitik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah, pasar logam mulia global menunjukkan dinamika yang cukup volatil. Pada perdagangan Senin, 20 April 2026, harga emas tercatat mengalami koreksi yang cukup signifikan. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya tensi di perairan strategis yang memperbarui kecemasan pelaku pasar terhadap risiko inflasi akibat gangguan pasokan energi global.
Berdasarkan data pasar yang dihimpun, harga emas di pasar spot merosot sekitar 0,6 persen ke level USD 4.800,54 per ounce pada sesi pagi di Singapura. Tak hanya emas, logam mulia lainnya seperti perak juga terseret jatuh 0,6 persen ke angka USD 80,41 per ounce. Sementara itu, platinum menunjukkan tren serupa dengan pelemahan tipis, di saat paladium cenderung bergerak stabil tanpa perubahan berarti.
Update Harga Perak Antam 2 Mei 2026: Peluang Investasi di Tengah Koreksi Harga
Sentimen Geopolitik: Ancaman di Selat Hormuz
Awan mendung yang menyelimuti komoditas investasi logam mulia ini tak lepas dari pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebutkan bahwa Angkatan Laut AS telah melakukan tindakan tegas terhadap kapal kargo berbendera Iran. Sebaliknya, Teheran pun mengeluarkan peringatan keras bagi setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz, yang mereka anggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Insiden ini seolah menyiram bensin ke api yang sedang membara, mengancam prospek perdamaian yang awalnya dijadwalkan bakal dibahas di Islamabad. Dengan berakhirnya masa gencatan senjata 14 hari yang rapuh pada Selasa besok, pasar kini berada dalam posisi waspada tinggi. Dampaknya langsung terasa: harga minyak bumi dan gas alam melonjak tajam, memperkuat indeks dolar AS hingga 0,3 persen, yang secara otomatis menekan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.
Update Harga Emas 2026: Di Balik Melandainya Reli Logam Mulia dan Bayang-Bayang Inflasi Global
Analisis Pakar: Momentum ‘Buy on Dip’?
Menanggapi situasi ini, Christopher Wang, seorang analis dari Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC), mengungkapkan bahwa koreksi sentimen pasar pagi ini adalah refleksi langsung dari kegelisahan investor terhadap risiko geopolitik. Namun, ia melihat adanya pola menarik di mana pasar cenderung melakukan aksi beli saat harga menyentuh level bawah (buy on dip).
“Meskipun ada tekanan, ekspektasi bahwa kedua belah pihak sedang membangun posisi tawar menjelang pertemuan krusial tetap ada. Kami memperkirakan emas akan bergerak di rentang jangka pendek antara USD 4.700 hingga USD 4.900 per ounce,” tutur Wong dalam catatannya. Ia juga menyoroti bahwa kenaikan inflasi akibat guncangan energi bisa memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi, yang menjadi tantangan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Tragedi Jalur Bekasi: Kronologi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL serta Upaya Evakuasi Darurat
Daftar Harga Emas Perhiasan Domestik Hari Ini
Meskipun pasar global mengalami tekanan, permintaan akan perhiasan emas di pasar domestik tetap menjadi perhatian masyarakat. Bagi Anda yang berencana melakukan transaksi hari ini, berikut adalah rincian harga yang berlaku di dua gerai utama, Raja Emas dan Laku Emas, per 20 April 2026:
Harga Emas di Raja Emas
- K24*: Rp 2.525.000 / gram
- K24: Rp 2.300.000 / gram
- K22: Rp 2.052.000 / gram
- K18: Rp 1.680.000 / gram
- K14: Rp 1.307.000 / gram
- K10: Rp 933.000 / gram
- K5: Rp 468.000 / gram
Harga Emas di Laku Emas
- Kadar 24K (99%): Rp 2.501.000 / gram
- Kadar 22K: Rp 2.055.000 / gram
- Kadar 20K: Rp 1.870.000 / gram
- Kadar 18K: Rp 1.680.000 / gram
- Kadar 14K: Rp 1.303.000 / gram
- Kadar 10K: Rp 927.000 / gram
- Kadar 9K: Rp 832.000 / gram
Investor kini tengah menantikan sidang konfirmasi Senat AS untuk Kevin Warsh, calon pimpinan Federal Reserve pilihan Trump. Arah kebijakan moneter yang akan diambil Warsh ke depan diprediksi akan menjadi kompas baru bagi pergerakan harga emas di sisa tahun ini. Tetap pantau berita ekonomi terbaru untuk strategi investasi Anda.
Drama Hukum Berakhir: Departemen Kehakiman AS Resmi Hentikan Penyelidikan terhadap Jerome Powell