Tampil Militan Meski Dirundung Masalah, PSBS Biak Dapat Sanjungan dari Pelatih Persija
InfoNanti — Pertandingan pekan ke-28 Super League 2025/2026 yang mempertemukan Persija Jakarta melawan PSBS Biak menyisakan cerita menarik di luar papan skor. Meski Macan Kemayoran berhasil mengamankan tiga poin lewat kemenangan tipis 1-0, perhatian justru tertuju pada semangat juang tak kenal menyerah yang ditunjukkan oleh skuad Badai Pasifik di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (18/4/2026).
Laga ini sejak awal diprediksi akan menjadi kemenangan mudah bagi Persija Jakarta. Anggapan itu seolah terbukti ketika Emaxwell Souza menggetarkan jala gawang lawan saat laga baru seumur jagung, tepatnya pada menit kedelapan. Namun, siapa sangka, gol cepat tersebut tidak membuat mental para pemain PSBS ambruk. Sebaliknya, mereka justru menunjukkan tembok pertahanan yang sangat disiplin di sepanjang sisa waktu pertandingan.
Panduan Lengkap Piala AFF U-17 2026: Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia dan Rincian Harga Tiket Terupdate
Dominasi Macan Kemayoran yang Tertahan
Sepanjang 90 menit, dominasi tim ibu kota benar-benar terasa mutlak. Statistik mencatat penguasaan bola Persija menyentuh angka fantastis 83 persen, meninggalkan PSBS Biak yang hanya memegang 17 persen sisanya. Tak hanya itu, gempuran demi gempuran dilancarkan dengan total 24 tembakan ke arah gawang, berbanding terbalik dengan PSBS yang hanya mampu mencatatkan dua kali percobaan serangan balik.
Kendati ditekan habis-habisan, kedisiplinan pemain PSBS dalam menjaga area pertahanan patut diacungi jempol. Padahal, tim asal Papua ini sedang berada dalam kondisi internal yang jauh dari kata ideal akibat krisis finansial yang melanda klub. Komitmen untuk tetap bermain profesional di tengah keterbatasan inilah yang memicu rasa hormat dari kubu lawan.
Upaya Tottenham Hotspur Memikat Andy Robertson di Tengah Bayang-bayang Degradasi
Pujian Terbuka dari Mauricio Souza
Pelatih Persija, Mauricio Souza, tak ragu melontarkan pujian atas performa heroik lawannya. Menurutnya, meskipun secara permainan hanya ada satu tim yang mendominasi, organisasi pertahanan PSBS sangat menyulitkan kreativitas anak asuhnya di lapangan hijau.
“Kita semua tahu problematika yang sedang dihadapi PSBS Biak, jadi saya bisa katakan mereka telah melakukan pekerjaan yang sangat baik,” ungkap Mauricio Souza selepas laga berlangsung. Ia menambahkan bahwa strategi menumpuk sepuluh pemain di separuh lapangan yang diterapkan lawan membuat lini serang Persija sempat kehilangan akal untuk menambah keunggulan.
Penampilan ini menjadi titik balik mental bagi PSBS Biak. Mengingat pada beberapa laga sebelumnya di kompetisi Super League, mereka sempat menjadi bulan-bulanan dengan kekalahan telak, seperti saat ditekuk 1-5 oleh Borneo FC Samarinda dan dihajar 1-6 oleh Bali United. Ketangguhan mereka menahan Persija dengan skor minimalis membuktikan bahwa martabat sepak bola masih sangat dijunjung tinggi oleh para pemain Badai Pasifik di tengah badai finansial yang menerpa.
Dominasi Les Parisiens: PSG Bungkam Angers 3-0 Meski Kehilangan Goncalo Ramos