Kisah Inspiratif KWT Sumber Boga Tamanan: Perempuan Sleman Berdaya Lewat Budidaya Lidah Buaya dan Dukungan BRI

Rizky Pratama | InfoNanti
20 Apr 2026, 16:54 WIB
Kisah Inspiratif KWT Sumber Boga Tamanan: Perempuan Sleman Berdaya Lewat Budidaya Lidah Buaya dan Dukungan BRI

InfoNanti — Di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, peran perempuan kini tak lagi terbatas pada ranah domestik. Di sudut Kabupaten Sleman, Yogyakarta, sekelompok perempuan membuktikan bahwa mereka mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga sekaligus agen perubahan sosial yang tangguh. Inisiatif ini lahir dari semangat kolektif Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Boga Tamanan yang sukses menyulap tanaman lidah buaya menjadi komoditas bernilai tinggi.

Transformasi Ekonomi dari Lahan Sempit

Berawal pada tahun 2018 di Kelurahan Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Nurul Komariyah bersama rekan-rekannya merintis sebuah gerakan pemberdayaan melalui budidaya lidah buaya. Fokus utamanya sederhana: memberikan ruang produktif bagi para ibu rumah tangga dan petani perempuan agar bisa membantu meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.

Baca Juga

Lompatan Raksasa Patra Jasa: Kantongi Rp 5,5 Triliun di 2025, Bukti Dominasi Anak Usaha Pertamina

Lompatan Raksasa Patra Jasa: Kantongi Rp 5,5 Triliun di 2025, Bukti Dominasi Anak Usaha Pertamina

“Kami ingin perempuan di dusun kami lebih produktif. Awalnya, kami hanya memanfaatkan lahan kecil seluas 200 hingga 300 meter persegi,” kenang Nurul. Namun, perjalanan tersebut tidaklah instan. Berbagai kegagalan dalam proses pengolahan sempat dialami, namun berbekal pelatihan dan ketekunan, mereka akhirnya berhasil menciptakan inovasi produk yang diminati pasar.

Ekspansi dan Inovasi Produk

Seiring berjalannya waktu, pemberdayaan perempuan yang dilakukan KWT Sumber Boga Tamanan membuahkan hasil manis. Mereka kini mengelola lahan seluas 1.000 meter persegi, yang merupakan lahan bersejarah peninggalan era Belanda. Di sana, sekitar seribu pohon lidah buaya tumbuh subur dan menjadi bahan baku utama untuk berbagai produk unggulan.

Tidak hanya dijual dalam bentuk tanaman, lidah buaya tersebut diolah menjadi berbagai varian produk, mulai dari minuman segar, permen, sabun, hingga produk paling laris: keripik lidah buaya. Diversifikasi produk ini menjadi kunci keberlanjutan ekonomi lokal di wilayah Tamanmartani.

Baca Juga

Gebrakan Efisiensi Energi: Substitusi LPG ke CNG Berpotensi Hemat Devisa Negara hingga Rp 130 Triliun

Gebrakan Efisiensi Energi: Substitusi LPG ke CNG Berpotensi Hemat Devisa Negara hingga Rp 130 Triliun

Sentuhan Teknologi dan Dukungan BRI

Langkah KWT Sumber Boga Tamanan semakin mantap saat mereka bergabung dalam program Klasterku Hidupku dan Desa BRILiaN dari BRI pada tahun 2024. Dukungan ini tidak hanya berupa akses permodalan, tetapi juga mencakup bantuan peralatan usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli.

Salah satu terobosan paling menarik adalah penerapan sistem pengairan berbasis Internet of Things (IoT). “Berkat bantuan BRI, kini kami memiliki sistem penyiraman yang bisa dikontrol langsung melalui ponsel pintar. Jadi, meskipun saya sedang tidak di lokasi, pengawasan pengairan tetap bisa dilakukan secara presisi,” jelas Nurul dengan bangga.

Mendorong Pertumbuhan Inklusif

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Wakil Direktur Utama BRI, Viviana Dyah Ayu R.K. Menurutnya, fenomena di KWT Sumber Boga Tamanan adalah bukti nyata bahwa akses pembiayaan dan pendampingan yang tepat dapat mengubah peran perempuan menjadi pilar ekonomi yang kuat.

Baca Juga

Transformasi Energi Hijau: PLN Gebrak Proyek PLTS 1.225 GW Lewat Skema GIGA ONE Menuju Target 100 GW Nasional

Transformasi Energi Hijau: PLN Gebrak Proyek PLTS 1.225 GW Lewat Skema GIGA ONE Menuju Target 100 GW Nasional

“Pemberdayaan perempuan adalah elemen krusial dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kami di BRI berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas usaha mikro agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” pungkas Viviana.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *