Update Revisi UU Tapera: Naskah Akademik Rampung hingga Sengitnya Persaingan Bisnis Satelit Global
InfoNanti — Langkah besar tengah diambil oleh pemerintah dalam menata ulang regulasi pembiayaan hunian bagi masyarakat. Badan Pengelola (BP) Tabungan Perumahan Rakyat secara resmi mengonfirmasi bahwa proses revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tapera kini telah memasuki fase krusial dan tengah menunggu antrean pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Perubahan beleid ini merupakan tindak lanjut langsung atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengamanatkan adanya perbaikan dalam struktur aturan tersebut. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengungkapkan bahwa timnya telah menyelesaikan penyusunan naskah akademik yang komprehensif.
Babak Baru Regulasi Perumahan
Saat ditemui di kantor Kementerian ATR/BPN, Heru menegaskan bahwa dokumen penting tersebut sudah berada di meja legislatif. “Kami memberikan dukungan penuh dari sisi penyusunan naskah akademik ini. Selain itu, kami juga aktif melakukan diseminasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat substansi kajiannya,” jelasnya pada Kamis (16/4/2026).
7 Jurus Jitu Gubernur BI Perkuat Rupiah: Laporan Strategis Perry Warjiyo kepada Presiden Prabowo
Setelah revisi ini disahkan oleh DPR RI, langkah berikutnya adalah menyiapkan instrumen pelaksana. Pemerintah berencana menerbitkan serangkaian aturan turunan, mulai dari Peraturan Pemerintah (PP) hingga regulasi teknis di bawah badan baru yang akan dibentuk nantinya. Saat ini, draf aturan tersebut telah melewati proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan sudah mendarat di Badan Legislasi (Baleg) DPR.
Fluktuasi Harga Pangan Nasional
Selain isu regulasi perumahan, perkembangan ekonomi domestik juga diwarnai dengan dinamika harga kebutuhan pokok. Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, terjadi pergerakan harga yang cukup signifikan pada sejumlah komoditas pangan utama.
Per Jumat (17/4/2026), harga cabai rawit merah tercatat menyentuh angka Rp75.550 per kilogram, sementara telur ayam ras dibanderol Rp32.350 per kg. Tak hanya itu, komoditas dapur lainnya seperti bawang merah berada di kisaran Rp46.650 per kg dan bawang putih di angka Rp40.000 per kg.
Estafet Kepemimpinan Sido Muncul: Irwan Hidayat Kembali Nahkodai Raksasa Jamu Indonesia
Untuk sektor pangan pokok, harga beras juga bervariasi tergantung kualitasnya. Beras kualitas medium dipasarkan sekitar Rp15.950 hingga Rp16.100 per kg, sedangkan untuk kualitas super bisa mencapai Rp17.350 per kg. Ketidakpastian harga ini menjadi catatan penting bagi ketahanan pangan rumah tangga di tanah air.
Perang Bintang: Amazon Tantang Dominasi SpaceX
Beralih ke panggung internasional, persaingan antara dua orang terkaya di dunia, Jeff Bezos dan Elon Musk, kini semakin memanas di orbit bumi. Amazon, raksasa e-commerce yang didirikan Bezos, dilaporkan telah menggelontorkan investasi masif senilai USD 11 miliar untuk mencaplok perusahaan satelit Globalstar.
Ambisi ini dipandang sebagai langkah berani untuk mengejar ketertinggalan dari SpaceX milik Elon Musk yang telah lebih dulu menguasai pasar melalui jaringan Starlink. Meskipun Globalstar memiliki rekam jejak puluhan tahun di industri ini, tantangan finansial tetap membayangi. Tercatat hingga tahun 2025, perusahaan tersebut belum berhasil mencetak laba bersih meskipun telah beroperasi lama.
Liburan ke Korea Selatan Makin Praktis, Nasabah BCA Kini Bisa Bayar Pakai QRIS: Begini Caranya!
Persaingan di sektor satelit orbit rendah (LEO) memang dikenal berisiko tinggi dengan biaya operasional yang fantastis. Namun, bagi para miliarder ini, penguasaan konektivitas masa depan di ruang angkasa adalah harga mati yang layak diperjuangkan.