Diplomasi Literasi: Indonesia Terpilih Jadi Tamu Kehormatan Pameran Buku Internasional Tunisia 2026
InfoNanti — Langkah diplomasi kebudayaan Indonesia di kancah internasional kembali menorehkan catatan emas. Kali ini, Indonesia secara resmi didapuk sebagai tamu kehormatan (Guest of Honor) pada ajang bergengsi Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April hingga 3 Mei 2026 mendatang.
Bertempat di Elkram, Tunis, perhelatan akbar ini menjadi panggung strategis bagi Indonesia untuk memamerkan kekayaan intelektual dan khazanah budaya Nusantara kepada publik Afrika Utara serta dunia internasional. Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunis, pemerintah telah menyiapkan amunisi literasi yang luar biasa untuk menyukseskan agenda prestisius tersebut.
Membawa Seribu Buku dalam Berbagai Bahasa
Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak sekadar hadir secara seremonial, namun membawa misi besar untuk mengenalkan jati diri bangsa melalui karya tulis. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 1.000 judul buku telah disiapkan untuk mengisi gerai Indonesia di pameran tersebut.
Sayap Harapan di Langit Kyiv: Menilik Simbol Ketangguhan Ukraina Lewat Pelepasan Kelelawar
“Kami ingin mengenalkan spektrum pemikiran dan kekayaan intelektual Indonesia dalam berbagai bahasa, mulai dari bahasa Indonesia, Arab, Inggris, hingga Perancis,” ujar Dubes Zuhairi dalam keterangan resminya. Strategi penggunaan multibahasa ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas, mengingat posisi Tunisia yang strategis dengan pengaruh bahasa Arab dan Perancis yang kuat.
Menampilkan Pemikiran Emas Tokoh Bangsa
Salah satu daya tarik utama yang akan disuguhkan adalah koleksi buku karya para pemikir besar tanah air. Nama-nama besar seperti Soekarno, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), hingga Buya Syafii Maarif akan menjadi sorotan utama. Tidak hanya sekadar dipajang, KBRI Tunis juga berencana menggelar sesi diskusi mendalam untuk membedah gagasan-gagasan visioner dari para tokoh tersebut di hadapan pengunjung internasional.
Ketegangan di Washington: Trump Konfirmasi Penangkapan Pelaku Penembakan Saat Gala Makan Malam Gedung Putih
Selain literasi, aspek kebudayaan Nusantara yang eksotis juga akan disisipkan dalam rangkaian pameran. Narasi yang dibangun adalah memperkenalkan Indonesia sebagai negara dengan keragaman budaya yang kaya namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi dan harmoni.
Memperkokoh Jembatan Bilateral
Direktur Pelaksana Pameran Buku Internasional Tunisia, Muhammad Shaleh al-Kadri, dalam konferensi persnya mengapresiasi partisipasi Indonesia. Ia mencatat bahwa pameran tahun ini akan diramaikan oleh setidaknya 37 negara dan lebih dari 400 penerbit dari berbagai belahan dunia, menjadikannya salah satu panggung literasi terbesar di kawasan tersebut.
Status tamu kehormatan ini mengingatkan kembali pada memori tahun 2015, saat Indonesia sukses menjadi pusat perhatian di Pameran Buku Internasional Frankfurt, Jerman. Dubes Zuhairi menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan Tunisia kali ini adalah momentum untuk semakin mempererat hubungan diplomatik kedua negara.
Kilas Balik 28 April 2003: Bagaimana iTunes Music Store Mengubah Wajah Industri Musik Selamanya
“Kepercayaan ini adalah kehormatan besar bagi bangsa kita. Kami yakin kegiatan ini akan memperkokoh hubungan bilateral antara Indonesia dan Tunisia, sekaligus menjadi pintu masuk bagi dunia Arab dan Afrika untuk mengenal Indonesia lebih dekat,” tutupnya.