Pedas! Wesley Sneijder Sebut Reaksi Real Madrid ‘Bodoh’ Usai Tersingkir dari Liga Champions

Fajar Nugroho | InfoNanti
17 Apr 2026, 20:51 WIB
Pedas! Wesley Sneijder Sebut Reaksi Real Madrid 'Bodoh' Usai Tersingkir dari Liga Champions

InfoNanti — Panggung megah Liga Champions kembali menyajikan drama yang tidak hanya menguras emosi, tetapi juga memicu kritik tajam dari para pengamat sepak bola dunia. Mantan bintang Real Madrid, Wesley Sneijder, secara terang-terangan melontarkan kecaman keras terhadap sikap eks klubnya itu setelah mereka dipastikan angkat koper dari kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.

Melawat ke markas Bayern Munich di Allianz Arena dalam laga leg kedua perempatfinal, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB, Los Blancos sebenarnya sempat berada di atas angin. Namun, keunggulan 3-2 yang mereka genggam hingga pertengahan babak kedua buyar seketika akibat rentetan kesalahan yang dianggap fatal dan tidak perlu.

Petaka Menit Akhir di Allianz Arena

Titik balik kehancuran Madrid bermula pada menit ke-86 ketika Eduardo Camavinga harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu merah. Bermain dengan sepuluh orang di bawah tekanan atmosfer Munich yang luar biasa membuat pertahanan Madrid rapuh. Bayern pun memanfaatkan celah tersebut dengan mencetak dua gol tambahan di sisa waktu pertandingan. Alhasil, Madrid kalah 3-4 malam itu dan tersingkir dengan agregat total 4-6.

Baca Juga

Polemik Selebrasi ‘Lebay’ Arsenal: Antara Kritik Tajam Wayne Rooney dan Pembelaan Elegan Arsene Wenger

Polemik Selebrasi ‘Lebay’ Arsenal: Antara Kritik Tajam Wayne Rooney dan Pembelaan Elegan Arsene Wenger

Namun, bukan hanya kekalahan itu yang menjadi sorotan, melainkan perilaku para pemain Madrid setelah peluit panjang dibunyikan. Bukannya menerima hasil dengan kepala tegak, mereka justru mengerumuni wasit dengan protes keras. Aksi emosional ini bahkan berbuntut kartu merah untuk Arda Guler, yang semakin memperkeruh suasana di lapangan.

Kritik Tajam Wesley Sneijder

Melihat tingkah laku para pemain Madrid, Wesley Sneijder tidak bisa menyembunyikan rasa herannya. Dalam wawancara dengan Ziggo Sport, pria asal Belanda ini menyebut reaksi tersebut sebagai sesuatu yang konyol dan tidak pantas untuk level kompetisi sekelas Liga Champions.

“Hal seperti itu seharusnya tidak terjadi di level setinggi ini. Ini benar-benar bodoh. Kita semua mengharapkan adanya babak perpanjangan waktu, dan itu terlihat dari bagaimana kedua tim bermain sebelum insiden tersebut,” ujar Sneijder dengan nada kecewa.

Baca Juga

Barcelona Raja Spanyol! Daftar Lengkap Juara LaLiga Sepanjang Masa usai Blaugrana Pertahankan Takhta

Barcelona Raja Spanyol! Daftar Lengkap Juara LaLiga Sepanjang Masa usai Blaugrana Pertahankan Takhta

Ia secara khusus menyoroti pelanggaran Camavinga yang menjadi pemicu keruntuhan Madrid. Menurutnya, pemain muda tersebut seharusnya lebih cerdik karena sudah mengantongi kartu kuning sebelumnya. Namun, yang paling membuat Sneijder geram adalah sasaran kemarahan para pemain Madrid yang salah alamat.

“Ada satu hal yang benar-benar tidak saya mengerti: mengapa mereka sangat marah kepada wasit? Seharusnya, mereka langsung menuju ruang ganti dan berbicara serius dengan Camavinga atas kesalahannya, bukan malah menyerang pengadil lapangan,” tegas mantan gelandang legendaris tersebut.

Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi manajemen Madrid. Selain kehilangan peluang meraih trofi, perilaku tidak disiplin di lapangan diprediksi akan menjadi catatan merah bagi sang pelatih. Tragedi di Munich ini menjadi pelajaran berharga bahwa kematangan mental dan disiplin emosional sama krusialnya dengan taktik di atas rumput hijau.

Baca Juga

Menakar Ambisi Spanyol di Piala Dunia 2026: Mengapa La Roja Tidak Boleh Merasa Paling Hebat?

Menakar Ambisi Spanyol di Piala Dunia 2026: Mengapa La Roja Tidak Boleh Merasa Paling Hebat?
Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *