Pesona Mistis ‘Pangy’: Bunga Bangkai Asal Sumatra yang Menghipnotis Ribuan Warga Amerika

Siti Rahma | InfoNanti
16 Apr 2026, 22:52 WIB
Pesona Mistis 'Pangy': Bunga Bangkai Asal Sumatra yang Menghipnotis Ribuan Warga Amerika

InfoNanti — Aroma menyengat yang menyerupai daging membusuk biasanya akan membuat orang menjauh dengan menutup hidung. Namun, fenomena unik justru terjadi di Massachusetts, Amerika Serikat. Sebuah pemandangan langka di Mount Holyoke College mendadak menjadi pusat perhatian dunia ketika bunga bangkai raksasa jenis Amorphophallus titanum memamerkan kelopaknya yang megah.

Tanaman yang akrab disapa dengan julukan “Pangy” ini bertransformasi menjadi primadona di rumah kaca kampus tersebut. Ribuan pengunjung dari berbagai penjuru rela datang dan mengantre panjang demi satu tujuan: menyaksikan langsung keajaiban alam sekaligus menantang indra penciuman mereka dengan aroma khas yang mendunia dari bunga bangkai tersebut.

Magnet Bau Busuk yang Fenomenal

Pangy bukanlah tanaman sembarangan. Ia adalah tanaman langka asli dari belantara hutan hujan Sumatra, Indonesia. Kehadirannya di tanah Amerika membawa misi edukasi sekaligus kekaguman akan siklus hidupnya yang sangat misterius. Mekarnya bunga ini tidak memiliki jadwal tetap; ia bisa saja tertidur dalam dormansi selama bertahun-tahun sebelum akhirnya bangun dan mekar dalam waktu yang sangat singkat, biasanya hanya dalam hitungan hari.

Baca Juga

Indonesia dan 7 Negara Muslim Bersatu, Kecam Keras Pelanggaran Berulang Israel di Kompleks Masjid Al-Aqsa

Indonesia dan 7 Negara Muslim Bersatu, Kecam Keras Pelanggaran Berulang Israel di Kompleks Masjid Al-Aqsa

Direktur Kebun Raya Mount Holyoke, Tom Clark, mengungkapkan bahwa di balik bau busuk yang mengganggu bagi manusia, tersimpan mekanisme biologis yang sangat cerdas. “Baunya memang sangat menyengat, menyerupai limbah atau daging busuk, tetapi bagi alam, itu adalah undangan terbuka bagi para penyerbuk seperti lalat dan kumbang untuk datang,” jelasnya melalui keterangan resmi.

Antrean Panjang Demi Sensasi ‘Daging Busuk’

Reaksi yang muncul dari para pengunjung sangat beragam namun seragam dalam satu hal: kekaguman. Nyx DelPrado, salah satu mahasiswa yang berkesempatan mendekat, mengaku bahwa aroma tersebut benar-benar sesuai dengan reputasinya. “Baunya benar-benar seperti daging yang sudah membusuk lama, sangat kuat dan nyata,” ungkapnya dengan nada terkesima.

Baca Juga

Garis Merah Baru di Semenanjung: Kim Jong Un Resmi Hapus Klausul Penyatuan dalam Konstitusi Korea Utara

Garis Merah Baru di Semenanjung: Kim Jong Un Resmi Hapus Klausul Penyatuan dalam Konstitusi Korea Utara

Meski udara di sekitar rumah kaca dipenuhi aroma yang bagi sebagian orang menjijikkan, semangat publik untuk melihat fenomena ini tidak luntur. Secara struktur botani, apa yang terlihat sebagai bunga raksasa tunggal sebenarnya adalah sebuah struktur perbungaan kompleks. Bagian tengah yang menjulang tinggi disebut spadix, dikelilingi oleh selubung serupa kelopak berwarna ungu pekat yang dikenal sebagai spathe.

Kekayaan Indonesia yang Mendunia

Pertumbuhan Pangy terpantau sangat pesat dalam beberapa pekan terakhir sebelum akhirnya mencapai puncaknya pada pekan ini. Keberhasilan mekarnya bunga ini di luar habitat aslinya di hutan Sumatra menjadi bukti betapa luar biasanya adaptasi flora tropis Indonesia di kancah global.

Meski hanya bertahan beberapa hari sebelum akhirnya layu dan kembali ke masa istirahatnya, fenomena mekar ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat internasional akan pentingnya menjaga biodiversitas global. Kehadiran Pangy di Amerika Serikat seolah menjadi duta alam Indonesia yang mengingatkan bahwa keindahan tidak selamanya harus harum, namun tetap bisa memikat hati dunia lewat keunikan yang tak tertandingi.

Baca Juga

Ketegangan Teluk Memuncak: Serangan Drone dan Rudal Iran Hantam Kilang Minyak Fujairah, Stabilitas Energi Global Terancam

Ketegangan Teluk Memuncak: Serangan Drone dan Rudal Iran Hantam Kilang Minyak Fujairah, Stabilitas Energi Global Terancam
Siti Rahma

Siti Rahma

Jurnalis berita global dengan ketertarikan pada geopolitik dan ekonomi dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *