Kabar Segar dari Tapanuli: Tambang Emas Martabe Siap Berdenyut Lagi Mei 2026

Rizky Pratama | InfoNanti
16 Apr 2026, 18:52 WIB
Kabar Segar dari Tapanuli: Tambang Emas Martabe Siap Berdenyut Lagi Mei 2026

InfoNanti — Geliat industri pertambangan di Sumatera Utara kembali menemukan ritmenya. PT United Tractors Tbk (UNTR) secara resmi mengonfirmasi rencana pengoperasian kembali Tambang Emas Martabe yang berlokasi di Batangtoru, Tapanuli Selatan. Setelah sempat terhenti, jantung ekonomi di wilayah tersebut ditargetkan kembali berdenyut pada pertengahan Mei 2026 mendatang.

Langkah strategis ini menyusul lampu hijau yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) setelah melalui serangkaian proses audit dan evaluasi mendalam. Presiden Direktur UNTR, Iwan Hadiantoro, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang mematangkan seluruh persiapan teknis dan administratif agar operasional dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Persiapan Matang dan Kembalinya Ribuan Pekerja

Iwan menegaskan bahwa momentum pembukaan kembali ini bukan sekadar mengejar angka produksi semata, melainkan juga memulihkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. “Kami sedang merampungkan proses administratif perizinan produksi. Sambil menunggu, persiapan di lapangan terus dikebut, mulai dari penataan alat berat hingga penyiapan instalasi kontraktor tambang di lokasi,” tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Baca Juga

Gairah Ekonomi Nasional: Kredit Perbankan Tembus Rp 8.659 Triliun, Menanti Realisasi Janji Bunga Rendah

Gairah Ekonomi Nasional: Kredit Perbankan Tembus Rp 8.659 Triliun, Menanti Realisasi Janji Bunga Rendah

Salah satu poin paling krusial dalam pembukaan kembali ini adalah pemanggilan kembali para tenaga kerja yang sempat dirumahkan selama masa penghentian sementara. Tercatat, sekitar 3.000 pekerja, yang mayoritas merupakan warga lokal, akan kembali mengisi pos-pos pekerjaan mereka. Hal ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran ekonomi yang sempat membayangi masyarakat sejak aktivitas pertambangan dihentikan pada Desember 2025 lalu.

Menepis Polemik Dampak Lingkungan

Sebagaimana diketahui, aktivitas di tambang emas Martabe yang dikelola oleh anak usaha UNTR, PT Agincourt Resources (PT AR), sempat disetop oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menyusul bencana banjir bandang yang melanda kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batangtoru. Namun, sejumlah kajian ilmiah memberikan perspektif baru yang lebih objektif.

Baca Juga

Panduan Lengkap Rekrutmen Mitra Statistik BPS untuk Sensus Ekonomi 2026: Syarat, Jadwal, dan Prosedur Pendaftaran

Panduan Lengkap Rekrutmen Mitra Statistik BPS untuk Sensus Ekonomi 2026: Syarat, Jadwal, dan Prosedur Pendaftaran

Berdasarkan analisis forensik geospasial dari Center for Analysis and Applying Geospatial Information (CENAGO) ITB, kontribusi operasional korporasi terhadap bencana tersebut dinilai sangat kecil dibandingkan faktor alam yang ekstrem. Data menunjukkan alih fungsi lahan oleh PT AR hanya mencakup sekitar 1,6 persen dari total luas DAS Garoga. Angka ini dianggap tidak signifikan secara teoritis untuk memicu bencana banjir skala besar di kawasan tersebut.

Komitmen Terhadap Good Mining Practice

Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), STJ Budi Santoso, menekankan bahwa penerapan prinsip Good Mining Practice harus menjadi harga mati dalam operasional tambang di wilayah sensitif. Menurutnya, materi kajian teknis dan lingkungan di Martabe sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi kondisi alam di sana.

Baca Juga

Fenomena Ledakan Orang Super Kaya: Prediksi 4.000 Miliarder Dunia pada 2031 dan Implikasinya Terhadap Ekonomi Global

Fenomena Ledakan Orang Super Kaya: Prediksi 4.000 Miliarder Dunia pada 2031 dan Implikasinya Terhadap Ekonomi Global

Senada dengan hal tersebut, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) menyambut baik kepastian operasional ini. Mereka menilai evaluasi menyeluruh yang telah dilakukan pemerintah sudah sepatutnya memberikan kejelasan bagi kelangsungan usaha dan nasib para pekerja.

Target Ambisius di Tahun 2026

Dengan dimulainya kembali operasional pada Mei nanti, UNTR membidik target produksi sebesar 60.000 ounce emas hingga pengujung tahun 2026. Selain mengejar target komersial, perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan standar keselamatan kerja dan aspek pelestarian lingkungan hidup secara lebih intensif.

Kembalinya aktivitas di Tambang Martabe diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi Tapanuli Selatan, sekaligus membuktikan bahwa industri ekstraktif dapat berjalan beriringan dengan komitmen lingkungan yang ketat di bawah pengawasan ketat pemerintah dan para ahli di bidangnya.

Baca Juga

Menakar Investasi Berkilau: Update Harga Emas Perhiasan 18 April 2026 dan Analisis Pasarnya

Menakar Investasi Berkilau: Update Harga Emas Perhiasan 18 April 2026 dan Analisis Pasarnya
Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *