Update Tekno Terkini: Manuver Apple Tutup Gerai Ritel hingga Peluang Gaji Miliaran Bagi Para Gamer

Dewi Lestari | InfoNanti
13 Apr 2026, 11:22 WIB
Update Tekno Terkini: Manuver Apple Tutup Gerai Ritel hingga Peluang Gaji Miliaran Bagi Para Gamer

InfoNanti — Dinamika industri teknologi global kembali memanas dengan serangkaian kebijakan mengejutkan dari para raksasa Silicon Valley. Mulai dari keputusan efisiensi operasional Apple yang memicu kontroversi, hingga langkah tegas Google terhadap konten di platformnya, serta peluang karier tidak terduga bagi komunitas pencinta game di Amerika Serikat.

Langkah Apple Tutup Tiga Gerai Utama, Termasuk Pionir Serikat Pekerja

Raksasa teknologi Apple Store dikabarkan akan menghentikan operasional tiga gerai ritel fisiknya di Amerika Serikat pada musim panas, tepatnya Juni 2026 mendatang. Langkah ini menjadi sorotan tajam karena salah satu lokasi yang terdampak adalah gerai di Towson Town Center, Maryland.

Sebagai informasi, toko di Maryland tersebut mencatatkan sejarah sebagai lokasi pertama dalam ekosistem Apple yang berhasil membentuk serikat pekerja dan mencapai kesepakatan kontrak kerja kolektif. Selain Maryland, dua lokasi lainnya yang akan ditutup adalah Westfield Trumbull di Connecticut dan North County di Escondido, California.

Baca Juga

Laptop Murah Apple Segera Hadir! MacBook Neo Kantongi Sertifikat Postel, Intip Bocoran Spesifikasi dan Harganya

Laptop Murah Apple Segera Hadir! MacBook Neo Kantongi Sertifikat Postel, Intip Bocoran Spesifikasi dan Harganya

Pihak Apple berdalih bahwa penutupan ini murni didasarkan pada pertimbangan komersial. Menurunnya tingkat kunjungan pelanggan serta hengkangnya penyewa besar di pusat perbelanjaan terkait menjadi alasan utama perusahaan untuk menarik diri demi menjaga stabilitas bisnis ritel mereka secara keseluruhan.

Kontroversi Google Hapus Game ‘Doki Doki Literature Club!’

Kabar mengejutkan juga datang dari ekosistem Google Play Store. Game horor psikologis fenomenal, Doki Doki Literature Club! (DDLC), secara mendadak dihapus dari peredaran. Google beralasan bahwa visual novel ini melanggar Ketentuan Layanan (ToS), khususnya terkait penggambaran tema-tema sensitif yang dianggap terlalu berisiko bagi kebijakan platform.

Keputusan ini langsung menuai protes keras dari Team Salvato selaku pengembang. Dan Salvato menegaskan bahwa DDLC justru diakui secara global karena keberaniannya mengeksplorasi isu kesehatan mental secara mendalam. Meski telah diunduh lebih dari 30 juta kali untuk versi gratisnya, tampaknya Google tetap pada pendiriannya untuk membatasi akses game tersebut di toko aplikasi mereka.

Baca Juga

SJCAM SJ9 Strike: Revolusi Kamera Aksi 4K dengan Pengisian Nirkabel yang Mengancam Dominasi Flagship

SJCAM SJ9 Strike: Revolusi Kamera Aksi 4K dengan Pengisian Nirkabel yang Mengancam Dominasi Flagship

FAA Incar Gamer untuk Posisi ATC dengan Gaji Menggiurkan

Beralih ke sektor transportasi dan karier, Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat kini sedang melakukan pendekatan unik untuk mengatasi krisis personel. Otoritas penerbangan tersebut secara terbuka mencari kandidat dari komunitas gamer untuk dilatih menjadi petugas lalu lintas udara atau Air Traffic Controller (ATC).

Tidak main-main, posisi ini menawarkan kompensasi fantastis hingga mencapai Rp 2,6 miliar per tahun. FAA melihat adanya korelasi kuat antara keterampilan kognitif saat bermain video game—seperti koordinasi mata dan tangan yang cepat serta kemampuan pengambilan keputusan di bawah tekanan—dengan tuntutan kerja seorang pengatur lalu lintas udara.

Menteri Transportasi AS, Sean P. Duffy, menyatakan bahwa gaya rekrutmen inovatif ini bertujuan untuk menarik minat generasi muda yang memiliki ketangkasan teknis tinggi. Kampanye bertajuk supercharged hiring ini dijadwalkan akan dibuka secara resmi pada 17 April 2026 bagi mereka yang siap mengubah hobi gaming menjadi profesi vital di dunia penerbangan.

Baca Juga

Revolusi Layar Masa Depan: Samsung Perkenalkan OLED Canggih yang Bisa Pantau Kesehatan dan Bertransformasi Fisik

Revolusi Layar Masa Depan: Samsung Perkenalkan OLED Canggih yang Bisa Pantau Kesehatan dan Bertransformasi Fisik
Dewi Lestari

Dewi Lestari

Fokus pada teknologi dan AI, aktif mengikuti perkembangan inovasi global.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *