Spurs Terjebak di Zona Merah, Roberto De Zerbi Akui Pemainnya Dihantui Ketakutan Degradasi

Fajar Nugroho | InfoNanti
13 Apr 2026, 19:57 WIB
Spurs Terjebak di Zona Merah, Roberto De Zerbi Akui Pemainnya Dihantui Ketakutan Degradasi

InfoNanti — Awan mendung nampaknya enggan beranjak dari langit London Utara. Tottenham Hotspur kini benar-benar berada di titik nadir setelah menelan kekalahan pahit 0-1 dari Sunderland di Stadium of Light pada Minggu malam (12/4/2026). Hasil minor ini memaksa skuad asuhan Roberto De Zerbi terperosok ke zona merah, sebuah posisi yang sangat asing sekaligus mengkhawatirkan bagi klub sebesar The Lilywhites.

Dengan total 16 kekalahan di panggung Premier League sepanjang musim ini, Tottenham harus rela mengakhiri pekan ke-32 dengan menempati peringkat ke-18 klasemen sementara. Mengoleksi hanya 30 poin, mereka kini terpaut dua angka dari zona aman. Situasi ini memicu alarm bahaya di internal klub, mengingat terakhir kali tim ini mencicipi pahitnya kasta bawah adalah hampir setengah abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1977.

Baca Juga

Duel Sengit Takhta MotoGP 2026: Strategi ‘Aturan Hitam’ Aprilia Redam Ego Marco Bezzecchi dan Jorge Martin

Duel Sengit Takhta MotoGP 2026: Strategi ‘Aturan Hitam’ Aprilia Redam Ego Marco Bezzecchi dan Jorge Martin

Hantu Masa Lalu dan Beban Mental yang Menghimpit

Krisis yang dialami Tottenham Hotspur bukan sekadar angka di atas kertas. Rekor kelam mencatat bahwa tim ini telah melewati 105 hari tanpa satu pun kemenangan di liga domestik. Roberto De Zerbi secara terbuka mengakui bahwa bayang-bayang kegagalan dan ketakutan akan hantu degradasi telah merasuk ke dalam psikologis para pemainnya, sehingga merusak fokus serta aliran permainan di lapangan hijau.

“Sepertinya memang demikian,” ungkap De Zerbi saat menanggapi pertanyaan mengenai tekanan mental yang menghimpit timnya, sebagaimana dilansir dari ESPN. “Para pemain sebenarnya memiliki kualitas mumpuni untuk memenangkan pertandingan. Namun, target terdekat kami saat ini hanyalah memenangkan satu laga saja. Jika kami berhasil meraih satu kemenangan, saya yakin cara pandang pemain terhadap situasi ini akan berubah total.”

Baca Juga

Ambisi Ganda Arsenal: Menjemput Takdir di Liga Inggris dan Liga Champions Musim Ini

Ambisi Ganda Arsenal: Menjemput Takdir di Liga Inggris dan Liga Champions Musim Ini

Misi De Zerbi: Memulihkan Kepercayaan Diri

Sebagai pelatih yang dikenal dengan filosofi permainan menyerang, De Zerbi kini harus memutar otak untuk berperan ganda sebagai motivator sekaligus psikolog tim. Ia menekankan bahwa aspek krusial dalam gaya kepemimpinannya saat ini bukanlah soal taktik semata, melainkan bagaimana mentransfer kembali rasa percaya diri yang sempat hilang dari dada para pemainnya.

“Bagian terpenting dari metode kepelatihan saya adalah mentalitas. Tugas saya adalah memberikan apa yang mereka butuhkan agar pikiran mereka kembali jernih. Di sesi latihan mingguan, mereka sebenarnya menunjukkan performa yang jauh lebih baik karena beban pikiran belum mencapai puncaknya. Namun, atmosfer saat pertandingan sesungguhnya adalah cerita yang berbeda,” jelas manajer asal Italia tersebut.

Baca Juga

Krisis Sayap Kanan Arsenal: Akankah Mikel Arteta Berjudi dengan Max Dowman di Etihad?

Krisis Sayap Kanan Arsenal: Akankah Mikel Arteta Berjudi dengan Max Dowman di Etihad?

Kini, publik menunggu apakah strategi pemulihan mental ala De Zerbi mampu menyelamatkan tim dari jurang degradasi sebelum musim berakhir. Tugas berat menanti di sisa laga sisa untuk membuktikan bahwa Spurs masih memiliki martabat untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *