Malut United Kian Terengah-engah, Dewa United Berhasil Curi Poin Penuh di Ternate
InfoNanti — Ambisi Malut United untuk terus menjaga konsistensi di papan atas kasta tertinggi sepak bola Indonesia kembali menemui jalan terjal. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim berjuluk Laskar Kie Raha tersebut justru harus bertekuk lutut setelah ditumbangkan oleh Dewa United dengan skor tipis 1-2 pada laga pekan ke-27 Super League 2025/2026, Minggu (12/4/2026).
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, ini sejatinya berjalan sangat sengit sejak menit awal. Dewa United membuka keran gol mereka lebih dulu melalui aksi predator Alex Martins pada menit ke-22. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama karena Malut United merespons cepat lewat eksekusi penalti dingin dari David da Silva di menit yang sama.
Misi Budapest: Bukayo Saka Bawa Arsenal Menembus Final Liga Champions Setelah Dua Dekade
Sayangnya, drama terjadi di penghujung laga. Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, konsentrasi lini belakang tuan rumah buyar di masa injury time babak kedua. Alex Martins kembali menjadi momok menakutkan dengan mencetak gol keduanya, sekaligus memastikan kemenangan dramatis bagi tim tamu dan membungkam publik Ternate.
Tren Negatif Laskar Kie Raha yang Mengkhawatirkan
Kekalahan ini memperpanjang catatan kelam Malut United dalam beberapa pekan terakhir. Skuad asuhan Hendri Susilo kini tercatat puasa kemenangan dalam tiga pertandingan beruntun, dengan rincian dua kali imbang dan satu kekalahan menyakitkan. Meski saat ini masih mampu bertahan di posisi keempat klasemen sementara, posisi mereka kian terancam karena jarak poin dengan tim-tim papan atas semakin melebar jauh.
Visi Sang Maestro: Michael Carrick Lepas Belenggu Bruno Fernandes demi Kejayaan Manchester United
Hingga pekan ke-27, Malut United kini tertinggal 18 poin dari Persib Bandung yang kokoh di puncak, 14 poin dari Borneo FC Samarinda di posisi kedua, serta selisih sembilan angka dari Persija Jakarta yang menghuni peringkat ketiga. Situasi ini tentu menjadi sinyal bahaya bagi manajemen tim jika ingin tetap bersaing di zona elit.
Kekecewaan Mendalam Hendri Susilo
Penurunan performa ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan putaran pertama musim ini. Kala itu, Malut United tampil perkasa dengan catatan 11 laga tak terkalahkan dan sempat bertengger di posisi ketiga. Namun, memasuki putaran kedua, efektivitas serangan dan kedisiplinan bertahan mereka seolah menguap. Dari 10 laga terakhir, mereka baru mampu mengemas tiga kemenangan.
Tragedi Amex Stadium: Chelsea Terkapar di Markas Brighton, Rekor Kelam 114 Tahun Terulang Kembali
Pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya usai peluit panjang dibunyikan. Menurutnya, masalah utama timnya bukan terletak pada skema permainan secara umum, melainkan kedisiplinan pemain dalam menjalankan instruksi taktis di lapangan.
“Lagi-lagi kami gagal meraih poin penuh di kandang. Hasil ini sangat mengecewakan karena para pemain tidak patuh dengan game plan yang sudah disiapkan tim pelatih. Kami sebenarnya menguasai laga dan menciptakan banyak peluang, namun penyelesaian akhir masih sangat lemah. Sebaliknya, lawan yang hanya punya sedikit peluang bisa mencetak gol karena lini pertahanan kami tidak disiplin,” ungkap Hendri dengan nada getir.
Meski dalam kondisi sulit, Hendri menegaskan bahwa timnya tidak akan mengibarkan bendera putih. Ia menjanjikan adanya evaluasi besar-besaran dan perubahan strategi untuk sisa musim ini. Fokus utama tim saat ini adalah mengembalikan performa terbaik demi menjaga martabat dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat Maluku Utara serta Maluku yang selalu memberikan dukungan total.
Krisis Lini Belakang Manchester United: Harry Maguire Dipastikan Absen Kontra Chelsea