Strategi Jitu MyRepublic: Mengawinkan FTTH dan FWA demi Ambisi Digitalisasi Nasional

Dewi Lestari | InfoNanti
09 Apr 2026, 12:26 WIB
Strategi Jitu MyRepublic: Mengawinkan FTTH dan FWA demi Ambisi Digitalisasi Nasional

InfoNanti — Langkah konkret dalam mewujudkan pemerataan akses digital di tanah air terus digulirkan oleh para pemain industri telekomunikasi. Kali ini, MyRepublic Indonesia menegaskan posisi tawar mereka melalui pemikiran strategis dalam sebuah seminar bergengsi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Tidak sekadar hadir, MyRepublic membawa visi besar mengenai masa depan infrastruktur digital yang lebih inklusif dan efisien.

Dalam forum yang mempertemukan para akademisi dan praktisi tersebut, Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, memaparkan bagaimana kolaborasi antara berbagai teknologi jaringan menjadi kunci utama. Di atas panggung diskusi, Hendra bersanding dengan sejumlah tokoh penting seperti Ian Josef Matheus Edward (Dosen STEI ITB), Denny Setiawan (Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi), hingga Merza Fachys (Sekjen ATSI).

Baca Juga

Gebrakan Hijau Apple: Rekor Baru Penggunaan Material Daur Ulang Menuju Ambisi Bebas Karbon 2030

Gebrakan Hijau Apple: Rekor Baru Penggunaan Material Daur Ulang Menuju Ambisi Bebas Karbon 2030

Harmonisasi FTTH dan FWA: Bukan Rival, Tapi Rekanan

Salah satu poin krusial yang diangkat adalah perdebatan mengenai keunggulan Fiber to the Home (FTTH) dibandingkan Fixed Wireless Access (FWA). Bagi MyRepublic, melihat keduanya sebagai kompetitor adalah paradigma lama yang harus ditinggalkan. Sebaliknya, kedua teknologi ini merupakan instrumen yang saling melengkapi dalam memperluas jangkauan koneksi internet di Indonesia.

“Pembangunan jaringan FTTH memang membutuhkan investasi yang masif dan proses konstruksi fisik yang tidak sederhana. Di sisi lain, FWA menawarkan kecepatan dalam proses penyebaran, meskipun kita tidak bisa menutup mata terhadap tantangan keterbatasan spektrum,” jelas Hendra Gunawan. Strategi yang diterapkan MyRepublic pun sangat terukur: FTTH difokuskan untuk menyasar kawasan padat penduduk yang memerlukan stabilitas tinggi dan bandwidth besar, sementara FWA menjadi solusi akselerasi untuk menjangkau wilayah semi-urban yang belum terjamah kabel serat optik.

Baca Juga

YouTube Terancam Blokir: Komdigi Beri Rapor Merah ke Google Soal Aturan Perlindungan Anak

YouTube Terancam Blokir: Komdigi Beri Rapor Merah ke Google Soal Aturan Perlindungan Anak

Tantangan Industri dan Peran Regulasi

Meskipun dinamika harga pasar FWA saat ini tidak memberikan dampak langsung terhadap ekosistem FTTH, MyRepublic tetap pasang mata. Perusahaan menyadari bahwa tren harga di pasar akan membentuk ekspektasi konsumen di masa depan. Oleh karena itu, efisiensi dan adaptabilitas menjadi harga mati dalam menjaga kelangsungan teknologi broadband di tanah air.

Hendra juga menggarisbawahi bahwa kecepatan ekspansi jaringan sangat bergantung pada keberpihakan regulasi. Dukungan pemerintah melalui insentif dan kebijakan yang tepat akan menjadi angin segar bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. Dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan, MyRepublic optimistis bahwa visi Indonesia yang terkoneksi sepenuhnya bukanlah sekadar impian di atas kertas.

Baca Juga

Menyingkap Tabir Langit: Departemen Perang AS Rilis Situs Web UFO, Antara Transparansi dan Manuver Politik

Menyingkap Tabir Langit: Departemen Perang AS Rilis Situs Web UFO, Antara Transparansi dan Manuver Politik

Membangun Ekosistem Digital Berkelanjutan

Kehadiran MyRepublic di kampus ITB juga mengemban misi edukatif. Perusahaan ingin memberikan gambaran nyata kepada para mahasiswa mengenai kompleksitas dan realita implementasi teknologi di lapangan. Sinergi lintas sektor antara industri, akademisi, dan pemerintah diharapkan mampu memperkuat fondasi pemerataan digital nasional.

Hingga saat ini, MyRepublic terus bergerak agresif memperluas jaringan full fiber optic di berbagai kota untuk menopang kebutuhan produktivitas dan hiburan masyarakat. Komitmen ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menghapus kesenjangan akses informasi, memastikan seluruh pelosok negeri dapat menikmati kemajuan teknologi tanpa terkecuali.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Fokus pada teknologi dan AI, aktif mengikuti perkembangan inovasi global.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *