Raksasa Gula BUMN Segera Terbentuk: Sugar Co Siap Caplok Seluruh Bisnis Gula ID Food Bulan Depan
InfoNanti — Gebrakan baru tengah dipersiapkan pemerintah dalam memperkuat lini industri pangan di tanah air. Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, secara resmi mengungkapkan rencana besar untuk mengonsolidasikan seluruh lini bisnis gula milik negara. Dalam langkah strategis ini, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau yang lebih dikenal dengan Sugar Co, akan mengambil alih seluruh unit bisnis gula yang selama ini berada di bawah naungan Holding BUMN Pangan, ID Food.
Target Ambisius: Merger Tuntas dalam Satu Bulan
Langkah restrukturisasi ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Dony menegaskan bahwa proses merger ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada bulan depan. Transformasi ini akan melibatkan pengalihan seluruh aset dan operasional gula dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) atau ID Food ke dalam dekapan Sugar Co.
Kilau Perak Antam 13 Mei 2026: Harga Naik Saat Emas Tertekan, Simak Analisis Lengkapnya
“Target kami, proses merger ini harus selesai bulan depan. Seluruh perusahaan gula milik ID Food akan kami ambil alih dan disatukan ke dalam SGN,” ujar Dony saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, belum lama ini.
Langkah transformasi BUMN ini diprediksi akan mengubah peta persaingan industri manis di Indonesia. Dengan penggabungan ini, Sugar Co akan bertransformasi menjadi Holding Pabrik Gula BUMN yang sangat dominan, dengan proyeksi penguasaan pasar mencapai 60 persen di tingkat nasional.
Efisiensi Peran: Antara Produksi dan Perdagangan
Selain memperkuat pangsa pasar, konsolidasi ini bertujuan untuk menciptakan fokus bisnis yang lebih tajam. Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, menjelaskan bahwa pasca-merger, akan ada pembagian peran yang jelas. ID Food nantinya akan didorong untuk lebih fokus pada sektor perdagangan, sementara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) melalui Sugar Co akan berkonsentrasi penuh pada pengelolaan pabrik serta optimalisasi lahan perkebunan tebu.
Gejolak Pasar Global 2026: Elon Musk Tetap di Puncak Saat Harta Miliarder Dunia Menyusut Tajam
Upaya ini diharapkan dapat memperbaiki rapor merah industri gula nasional. Dony menyoroti kerugian signifikan yang sempat dialami Sugar Co pada tahun 2025 yang mencapai Rp 680 miliar. Kerugian tersebut ditengarai akibat tidak terkendalinya arus impor gula dan bocornya gula rafinasi ke pasar konsumsi, yang mengacaukan stabilitas harga di tingkat petani maupun industri.
Menuju Swasembada Gula dan Kesejahteraan Petani
Visi besar di balik merger ini tidak lepas dari mandat Presiden Prabowo Subianto untuk segera mewujudkan swasembada pangan, khususnya pada sektor gula. Perbaikan tata kelola ini diharapkan tidak hanya menyehatkan korporasi, tetapi juga memberikan napas baru bagi para petani tebu di berbagai daerah.
“Kami sedang merancang tata kelola baru agar industri ini lebih sehat. Jika perusahaan sekelas SGN saja bisa merugi, tentu masyarakat dan petani lebih terdampak. Dengan sistem baru ini, petani akan lebih bersemangat menanam tebu karena BUMN akan hadir sebagai off-taker yang menjamin penyerapan hasil panen mereka,” tambah Dony penuh optimisme.
Buntut Skandal Prank Pemadam Kebakaran: AFPI Resmi Pecat PT TIN dari Keanggotaan, Bukti Ketegasan Industri Fintech
Dengan integrasi yang lebih solid, pemerintah berharap kebocoran distribusi dan ketergantungan pada impor dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga kedaulatan pangan nasional bukan lagi sekadar impian.