Ekspresi Muram Zinedine Zidane: Saksi Bisu Tumbangnya Real Madrid di Tangan Bayern Munich

Fajar Nugroho | InfoNanti
08 Apr 2026, 18:00 WIB
Ekspresi Muram Zinedine Zidane: Saksi Bisu Tumbangnya Real Madrid di Tangan Bayern Munich

InfoNanti — Atmosfer Santiago Bernabeu yang biasanya angker bagi tim tamu mendadak berubah menjadi panggung drama yang menyesakkan bagi tuan rumah. Di antara ribuan pasang mata yang memadati tribun, terselip satu sosok legendaris yang kehadirannya selalu mengundang perhatian: Zinedine Zidane. Namun, alih-alih memberikan keberuntungan, sang maestro justru tertangkap kamera dengan raut wajah yang begitu muram menyaksikan mantan anak asuhnya dipaksa bertekuk lutut.

Dalam laga leg pertama perempatfinal Liga Champions yang berlangsung pada Rabu dini hari WIB, Real Madrid harus menelan pil pahit setelah ditumbangkan oleh Bayern Munich dengan skor tipis 1-2. Kekalahan ini terasa kian menyakitkan karena terjadi di hadapan publik sendiri, di mana dominasi di lapangan seolah sirna oleh efektivitas serangan balik tim tamu.

Baca Juga

Reuni Berdarah di Horsens: Menilik Rekor Pertemuan Indonesia vs Denmark Jelang Perempat Final Uber Cup 2026

Reuni Berdarah di Horsens: Menilik Rekor Pertemuan Indonesia vs Denmark Jelang Perempat Final Uber Cup 2026

Dominasi yang Berakhir Antiklimaks

Bayern Munich membuka keunggulan melalui aksi Harry Kane sesaat setelah babak kedua dimulai, tepatnya di menit ke-46. Tak butuh waktu lama bagi raksasa Jerman tersebut untuk menggandakan keunggulan. Pada menit ke-61, Luis Diaz berhasil mengoyak jala gawang Real Madrid, membuat seisi stadion terdiam membisu. Harapan sempat membuncah ketika Kylian Mbappe memperkecil ketertinggalan di menit ke-74, namun hingga peluit panjang ditiupkan, skor tetap tidak berubah.

Zinedine Zidane, yang hadir langsung bersama anak-anaknya, tak mampu menutupi kekecewaannya. Sosok yang pernah mempersembahkan hattrick trofi Si Kuping Besar bagi El Real itu tampak lesu di kursinya. Raut wajahnya yang mendung seolah mewakili perasaan jutaan Madridista di seluruh dunia. Zidane seolah melihat bayangan kehebatan timnya dulu yang kini kesulitan menembus tembok pertahanan lawan.

Baca Juga

Masa Depan Enzo Fernandez di Chelsea Bergantung Tiket Liga Champions, Sinyal Hengkang Menguat?

Masa Depan Enzo Fernandez di Chelsea Bergantung Tiket Liga Champions, Sinyal Hengkang Menguat?

Tembok Kokoh Manuel Neuer

Secara statistik, Bayern Munich sebenarnya berada di bawah tekanan hebat. Real Madrid melepaskan setidaknya 10 tembakan tepat sasaran, jauh mengungguli Bayern yang hanya mencatatkan empat tembakan ke arah gawang. Namun, penampilan gemilang Manuel Neuer di bawah mistar gawang menjadi faktor pembeda. Sang kiper veteran itu tampil perkasa dan melakukan berbagai penyelamatan krusial yang membuat lini depan Madrid frustrasi.

Ada catatan menarik yang membuat kekalahan ini terasa lebih ironis bagi Zidane. Selama masa kepemimpinannya di kursi kepelatihan Madrid, ia memiliki rekor yang nyaris sempurna saat berhadapan dengan Bayern Munich. Dari empat pertemuan, Zidane tidak pernah sekalipun merasakan kekalahan, dengan torehan tiga kemenangan dan satu hasil imbang.

Baca Juga

Perburuan Besar Manchester United: Mengapa Aurelien Tchouameni Jadi Kunci Revolusi Lini Tengah Setan Merah?

Perburuan Besar Manchester United: Mengapa Aurelien Tchouameni Jadi Kunci Revolusi Lini Tengah Setan Merah?

Misi Berat Menuju ‘Remontada’

Kini, beban berat ada di pundak skuat asuhan Carlo Ancelotti. Mereka harus bertandang ke Allianz Arena pada leg kedua yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (16/4) mendatang. Tantangannya jelas: menang dengan selisih dua gol jika ingin melaju ke babak semifinal.

Apakah Real Madrid mampu melakukan remontada atau kebangkitan dramatis seperti yang sering mereka tunjukkan di masa lalu? Ataukah raut wajah muram Zinedine Zidane akan menjadi pertanda berakhirnya perjalanan mereka di kompetisi kasta tertinggi Eropa musim ini? Publik sepak bola dunia kini menanti jawaban tersebut di Munich pekan depan.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *