Ketegangan di Trigoria: Isu Perang Dingin Gasperini dan Ranieri Guncang Internal AS Roma

Fajar Nugroho | InfoNanti
14 Apr 2026, 18:22 WIB
Ketegangan di Trigoria: Isu Perang Dingin Gasperini dan Ranieri Guncang Internal AS Roma

InfoNanti — Atmosfer di kamp latihan Trigoria dikabarkan sedang mencekam, namun bukan karena intensitas taktik menjelang laga krusial, melainkan akibat keretakan hubungan yang semakin nyata antara pelatih kepala Gian Piero Gasperini dan penasihat senior klub, Claudio Ranieri. Di tengah performa tim yang sedang fluktuatif, isu “perang dingin” di jajaran petinggi teknis ini menjadi sorotan tajam para penggemar AS Roma.

Berdasarkan laporan mendalam dari Corriere dello Sport, pemandangan ganjil terlihat dalam sesi latihan di Trigoria pada Senin (13/4) waktu setempat. Ranieri dan Gasperini kedapatan duduk saling berjauhan dan nyaris tidak melakukan interaksi sama sekali. Momen keheningan yang canggung ini dianggap sebagai puncak dari ketegangan yang telah membara dalam beberapa pekan terakhir, menyusul hasil minor yang diraih Giallorossi di lapangan hijau.

Baca Juga

Dominasi Tak Terbendung, PSG Tebar Ancaman Pertahankan Takhta Liga Champions Usai Singkirkan Liverpool

Dominasi Tak Terbendung, PSG Tebar Ancaman Pertahankan Takhta Liga Champions Usai Singkirkan Liverpool

Kritik Pedas dan Polemik Penunjukan Pelatih

Pemicu utama memanasnya hubungan ini disinyalir berawal dari kritik terbuka yang dilontarkan Ranieri. Sang penasihat senior tersebut secara blak-blakan menyoroti merosotnya performa tim di bawah komando Gian Piero Gasperini, yang tercatat hanya mampu mengamankan 3 kemenangan dari 10 pertandingan terakhir di lintas kompetisi.

Dalam sebuah sesi wawancara yang emosional akhir pekan lalu, Ranieri bahkan memberikan isyarat bahwa Gasperini sebenarnya bukan pilihan utamanya saat manajemen mencari suksesor pelatih sebelumnya. Ia menilai bahwa kesulitan yang dialami klub saat ini adalah konsekuensi dari keputusan manajemen yang lebih memilih eks pelatih Atalanta tersebut dibandingkan opsi lain yang ia sarankan.

“Tugas saya jelas berbeda. Saya memberikan masukan jika diminta oleh manajemen, bukan oleh pelatih. Saya jarang mencampuri urusan teknis di lapangan,” ujar Ranieri dengan nada tegas. Ia juga membeberkan bahwa dirinya sempat mengajukan lima hingga enam nama pelatih potensial, namun klub akhirnya menjatuhkan pilihan pada Gasperini karena rekam jejaknya yang gemilang selama menukangi Atalanta.

Baca Juga

Barcelona Raja Spanyol! Daftar Lengkap Juara LaLiga Sepanjang Masa usai Blaugrana Pertahankan Takhta

Barcelona Raja Spanyol! Daftar Lengkap Juara LaLiga Sepanjang Masa usai Blaugrana Pertahankan Takhta

Transparansi Rekrutmen Pemain

Meski mengkritik performa tim, Ranieri menegaskan bahwa pihak klub telah memenuhi seluruh permintaan teknis sang pelatih. Ia menekankan bahwa kedatangan pemain-pemain muda seperti Ziolkowski, Ghilardi, Venturino, hingga Zaragoza adalah atas persetujuan penuh Gasperini. “Tidak ada satu pun pemain yang bergabung tanpa lampu hijau darinya. Semua ini dilakukan agar pelatih memiliki skuat yang kompetitif untuk menembus zona Liga Champions,” tambahnya.

Hingga saat ini, Gasperini sendiri masih memilih untuk bungkam dan tidak menanggapi serangan verbal dari rekan sejawatnya tersebut. Di sisi lain, pemilik klub asal Amerika Serikat, Dan Friedkin, dikabarkan merasa terkejut dengan friksi internal ini. Meski menghormati senioritas Ranieri, Friedkin kabarnya masih memberikan dukungan moral kepada Gasperini dan menganggap kinerjanya masih berada dalam jalur yang dapat diterima.

Baca Juga

Bukan Karena Lelah, Mikel Arteta Beberkan Penyebab Utama Arsenal Tumbang di Markas Bournemouth

Bukan Karena Lelah, Mikel Arteta Beberkan Penyebab Utama Arsenal Tumbang di Markas Bournemouth

Misi Mengejar Tiket Liga Champions

Di tengah badai internal ini, fokus utama tim kini tertuju sepenuhnya pada kompetisi domestik Serie A. Saat ini, AS Roma masih tertahan di peringkat keenam klasemen dengan raihan 57 poin hingga pekan ke-32. Peluang untuk mencicipi kompetisi kasta tertinggi Eropa musim depan masih terbuka lebar, mengingat mereka hanya terpaut tiga angka dari Juventus yang menduduki peringkat keempat.

Dengan tersingkirnya klub dari ajang Liga Europa dan Coppa Italia, sisa musim ini menjadi pertaruhan hidup mati bagi masa depan Gasperini di ibu kota. Para pendukung berharap konflik ego di jajaran manajemen ini segera berakhir demi menjaga stabilitas tim di jalur Liga Italia yang semakin kompetitif.

Baca Juga

Dramatis! Arsenal Tundukkan West Ham Lewat Gol Trossard dan Kontroversi VAR di Menit Berdarah

Dramatis! Arsenal Tundukkan West Ham Lewat Gol Trossard dan Kontroversi VAR di Menit Berdarah
Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *