Langkah Berani Sektor Geothermal: API Desak Penyesuaian Tarif Demi Bangun Raksasa Energi Hijau

Rizky Pratama | InfoNanti
08 Apr 2026, 14:22 WIB
Langkah Berani Sektor Geothermal: API Desak Penyesuaian Tarif Demi Bangun Raksasa Energi Hijau

InfoNanti — Indonesia saat ini berdiri di atas potensi energi yang luar biasa besar, namun pemanfaatannya masih jauh dari kata optimal. Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) secara resmi menyuarakan urgensi pemberian insentif serta penyesuaian tarif guna memacu akselerasi sektor panas bumi nasional. Langkah ini dipandang krusial mengingat Indonesia memiliki sekitar 40 persen cadangan dunia, namun hingga kini baru 12 persen yang berhasil dikonversi menjadi energi listrik.

Ketua Umum API, Julfi Hadi, menekankan bahwa revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan energi terbarukan menjadi kunci pembuka jalan. Dalam peluncuran The 12th Indonesian International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, ia mengungkapkan harapannya akan adanya perbaikan signifikan pada skema tarif yang lebih akomodatif bagi pelaku usaha.

Baca Juga

Menguak Rahasia Kesuksesan 15 Tokoh Paling Berpengaruh di Amerika yang Memulai Karier dari Nol

Menguak Rahasia Kesuksesan 15 Tokoh Paling Berpengaruh di Amerika yang Memulai Karier dari Nol

“Harapan kami adalah adanya peningkatan signifikan dalam insentif dan penyesuaian skema tarif yang dapat meningkatkan nilai komersialitas proyek panas bumi,” ujar Julfi. Baginya, tanpa ekosistem bisnis yang menarik secara finansial, pengembangan infrastruktur panas bumi akan sulit mencapai target yang ditetapkan pemerintah.

Efisiensi dan Terobosan Teknologi Jadi Kunci

Selain menuntut dukungan kebijakan dari sisi harga, API juga mendorong para produsen listrik independen (IPP) untuk melakukan evaluasi internal. Julfi menyarankan agar pelaku industri mampu menekan belanja modal atau capital expenditure (capex) melalui berbagai terobosan strategis. Strategi kontrak jangka panjang, pemanfaatan teknologi manufaktur terbaru, hingga optimasi produksi pembangkit listrik (PLTP) menjadi solusi paralel yang harus ditempuh.

Baca Juga

Wacana Pembentukan Badan Ekspor Nasional dan Gejolak Rupiah: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Angkat Bicara

Wacana Pembentukan Badan Ekspor Nasional dan Gejolak Rupiah: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Angkat Bicara

Kolaborasi multisektoral pun menjadi benang merah dalam visi besar ini. Ia menekankan bahwa sinergi antara IPP, perusahaan jasa (service company), PLN, hingga kementerian terkait adalah fondasi utama untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.

Catatan Kritis dari Dewan Energi Nasional

Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Dadan Kusdiana, memberikan pandangan yang lebih berimbang. Meski sepakat bahwa kolaborasi dan komunikasi antara pemerintah serta pengusaha harus diperkuat, ia mengingatkan agar orientasi industri tidak semata-mata tertuju pada tuntutan kenaikan harga jual.

Dadan menegaskan bahwa indikator kesuksesan pengembangan energi terbarukan tidak seharusnya hanya diukur dari tingginya tarif yang didapat pelaku usaha. “Jika panas bumi sukses hanya karena harganya tinggi, menurut saya itu bukanlah sebuah kesuksesan yang hakiki,” tuturnya. Ia mendorong agar upaya peningkatan efisiensi energi tetap menjadi prioritas utama agar transisi energi hijau tetap memberikan manfaat yang kompetitif bagi masyarakat luas.

Baca Juga

Update Harga Perak Antam 19 Juni 2026: Merosot Tajam ke Rp 43.150 per Gram di Tengah Tekanan Global

Update Harga Perak Antam 19 Juni 2026: Merosot Tajam ke Rp 43.150 per Gram di Tengah Tekanan Global

Kini, bola panas berada di tangan regulator. Apakah revisi regulasi mendatang mampu menjawab tantangan komersialitas ini, atau justru menuntut pelaku usaha untuk lebih kreatif dalam menekan biaya operasional di tengah desakan transisi energi global?

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *