Membidik Prestasi Dunia: Gelaran Patriot Equifest & Kartini Cup 2026 Buktikan Kebangkitan Equestrian Indonesia

Fajar Nugroho | InfoNanti
13 Apr 2026, 23:50 WIB
Membidik Prestasi Dunia: Gelaran Patriot Equifest & Kartini Cup 2026 Buktikan Kebangkitan Equestrian Indonesia

InfoNanti — Olahraga ketangkasan berkuda atau equestrian di Indonesia kini tidak lagi dipandang sebelah mata. Seiring dengan meningkatnya antusiasme masyarakat, langkah ambisius kini tengah dipacu oleh Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) untuk mentransformasi stable-stable lokal menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya atlet nasional yang mampu berbicara banyak di panggung internasional.

Menuju Panggung Asian Games Nagoya 2026

Geliat kebangkitan disiplin ketangkasan ini bukan tanpa alasan. Momentum besar sudah di depan mata, di mana untuk pertama kalinya, equestrian akan memperebutkan medali pada ajang bergengsi Asian Games Nagoya 2026 yang dijadwalkan berlangsung September mendatang. Menanggapi tantangan tersebut, PP Pordasi bergerak cepat dengan menyusun agenda latihan rutin dan rangkaian kompetisi yang digelar hampir setiap bulan guna mengasah insting dan teknik para penunggang kuda tanah air.

Baca Juga

Misi Pemulangan ‘The Special One’: Richard Rios Memohon Jose Mourinho Tolak Real Madrid Demi Masa Depan Benfica

Misi Pemulangan ‘The Special One’: Richard Rios Memohon Jose Mourinho Tolak Real Madrid Demi Masa Depan Benfica

Salah satu bukti nyata dari komitmen ini adalah suksesnya penyelenggaraan ‘Patriot Equifest & Kartini Cup 2026’. Bertempat di The Hub Indonesia, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, ajang yang berlangsung pada 9-12 April 2026 ini menjadi panggung bagi sekitar 200 atlet dari 50 klub berkuda yang tersebar dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, hingga Sulawesi Utara dan DI Yogyakarta.

Semangat Kartini di Atas Pelana

Acara yang sekaligus memperingati hari jadi Kota Bekasi ke-29 dan Hari Kartini ini menyajikan persaingan sengit namun penuh sportivitas. Setelah para atlet wanita menunjukkan kebolehannya dalam perebutan Piala Kartini pada hari Jumat, kemeriahan berlanjut hingga babak final di hari Minggu. Meskipun sempat terhambat oleh guyuran hujan deras di menit-menit akhir, semangat para peserta tidak luntur sedikit pun. Pertandingan tetap dilanjutkan dengan aman setelah cuaca mereda.

Baca Juga

Dominasi PSG di Eropa: Jalan Terjal Menuju Final Liga Champions Setelah Taklukkan Para Mantan Juara

Dominasi PSG di Eropa: Jalan Terjal Menuju Final Liga Champions Setelah Taklukkan Para Mantan Juara

Eddy Saddak, Ketua Harian PP Pordasi, yang memantau langsung jalannya laga final menekankan bahwa tantangan alam seperti hujan adalah bagian dari dinamika olahraga berkuda. “Saat ini memang musim pancaroba, jadi kendala cuaca sulit diprediksi. Namun, alhamdulillah semua berjalan lancar. Ini adalah event ketiga kami di The Hub, dan rencana kami akan ada sekitar 40 kejuaraan serupa hingga akhir tahun dengan tingkatan yang lebih kompetitif,” ujar Eddy.

Dominasi Ayat Hidayatulloh dan Bakat Muda Cut Syifa

Sorotan utama pada hari final tertuju pada sosok Ayat Hidayatulloh. Menunggangi kuda andalannya, King Almor, Ayat tampil dominan di kelas 120-125 cm Open. Dengan catatan waktu 72,37 detik tanpa kesalahan satu pun (clear round), ia berhasil mengungguli Brandon Toa dan Dinov Zayan Fatih yang harus puas di posisi berikutnya. Pria yang akan genap berusia 30 tahun pada Juni mendatang ini mengakui bahwa kemenangannya adalah buah dari kedekatan emosional dengan sang kuda.

Baca Juga

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Tekuk Persita 2-0, Perburuan Gelar Juara Super League Kian Memanas

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Tekuk Persita 2-0, Perburuan Gelar Juara Super League Kian Memanas

“Sehari-hari hidup saya memang untuk berkuda dan melatih. Saya merasa sudah sangat menyatu dengan King Almor. Meski lintasan terasa lebih berat setelah hujan, jika chemistry dengan kuda sudah kuat, semuanya terasa aman,” ungkap peraih medali perunggu PON Jabar 2016 tersebut dengan rendah hati.

Tak hanya di kelas utama, talenta muda juga mencuri perhatian. Cut Syifa dari stable AR Team Equestrian tampil memukau di kelas Jumping 60 cm Open. Bersama kudanya yang bernama Rindu, ia berhasil mengamankan podium pertama, mengungguli Mochamad Nur Rizqi dan Jashley Francesa Wy dalam persaingan yang sangat ketat.

Bekasi Sebagai Hub Strategis Equestrian

Keberhasilan acara ini juga mendapat apresiasi tinggi dari KONI Bekasi. Agus Irianto selaku Ketua Harian KONI Bekasi menyatakan kebanggaannya atas terpilihnya Bekasi sebagai tuan rumah. Ia berharap atmosfer positif dari equestrian Indonesia ini dapat terus terjaga hingga pelaksanaan Porprov XV Jabar 2026 mendatang.

Baca Juga

Bukan Karena Lelah, Mikel Arteta Beberkan Penyebab Utama Arsenal Tumbang di Markas Bournemouth

Bukan Karena Lelah, Mikel Arteta Beberkan Penyebab Utama Arsenal Tumbang di Markas Bournemouth

Melalui konsistensi kompetisi dan pembinaan di tingkat stable, harapan PP Pordasi untuk melihat lebih banyak bendera Merah Putih berkibar di kancah internasional tampaknya bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang sangat mungkin diraih dalam waktu dekat.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *