Masa Depan Bitcoin 2026: Bayang-Bayang Konflik Iran dan Tantangan Ekonomi Global

Andi Saputra | InfoNanti
13 Apr 2026, 16:21 WIB
Masa Depan Bitcoin 2026: Bayang-Bayang Konflik Iran dan Tantangan Ekonomi Global

InfoNanti — Dinamika pasar kripto kembali berada di persimpangan jalan yang krusial. Meski grafik menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, fondasi reli kali ini dinilai masih sangat rapuh. Tekanan besar yang bersumber dari ketegangan geopolitik, khususnya perseteruan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), menjadi faktor utama yang menahan laju pemulihan sentimen pasar secara total.

Mengacu pada data terkini dari Coinmarketcap per Senin (13/4/2026), harga Bitcoin terpantau masih berfluktuasi di kisaran level psikologis USD 71.000. Data TradingView mempertegas posisi tersebut di angka USD 71.276 pada sesi perdagangan terbaru. Kondisi ini menggambarkan betapa beratnya perjuangan aset kripto nomor satu di dunia ini untuk mempertahankan momentum kenaikan yang berkelanjutan di tengah badai ketidakpastian.

Baca Juga

Justin Sun vs World Liberty: Mengurai Gugatan Hukum dan Prahara Tata Kelola di Balik Token WLFI

Justin Sun vs World Liberty: Mengurai Gugatan Hukum dan Prahara Tata Kelola di Balik Token WLFI

Narasi Konflik yang Mendominasi Hingga Pertengahan 2026

Nic Puckrin, analis pasar sekaligus pendiri Coin Bureau, memberikan peringatan tajam mengenai dampak jangka panjang dari konflik di Timur Tengah. Menurutnya, eskalasi militer antara Iran dan AS bukan sekadar gangguan jangka pendek, melainkan faktor determinan yang akan mewarnai wajah pasar sepanjang tahun ini.

“Sekalipun gencatan senjata terjadi hari ini, residu dari konflik ini kemungkinan besar tetap akan membentuk arah pergerakan pasar hingga kuartal kedua tahun 2026,” ungkap Puckrin. Ia menekankan bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini sangat bergantung pada faktor-faktor eksternal yang berada di luar kendali teknis pasar kripto itu sendiri.

Skenario Bitcoin Menuju USD 90.000

Banyak investor yang bertanya-tanya, apa yang dibutuhkan agar Bitcoin bisa menembus level fantastis USD 90.000? Puckrin menjelaskan bahwa target tersebut bukanlah hal yang mustahil, namun memerlukan kombinasi sempurna dari beberapa kondisi global. Syarat utamanya meliputi:

Baca Juga

Strategi Revolusioner JPMorgan: Tokenisasi Dana Pasar Uang di Jaringan Ethereum Mengubah Wajah Wall Street

Strategi Revolusioner JPMorgan: Tokenisasi Dana Pasar Uang di Jaringan Ethereum Mengubah Wajah Wall Street
  • Adanya kesepakatan gencatan senjata yang solid untuk meredakan tensi geopolitik.
  • Penurunan harga minyak dunia hingga ke level USD 80 per barel untuk menekan inflasi.
  • Rilis data ekonomi yang menunjukkan pendinginan pasar, guna meredakan ancaman stagflasi global.

Jika Bitcoin mampu menutup pekan ini secara konsisten di atas angka USD 71.000, peluang untuk melesat ke area USD 74.000 sebenarnya terbuka lebar. Namun, jalur menuju investasi kripto yang menguntungkan tetap harus melewati jalan terjal yang dipengaruhi oleh sentimen “risk-on” dan perkembangan situasi di Timur Tengah yang sulit ditebak.

Dilema Kebijakan The Fed dan Inflasi yang Membandel

Selain faktor perang, tantangan makroekonomi menjadi beban ganda bagi pasar digital. Laporan dari U.S. Bureau of Labor Statistics menunjukkan lonjakan inflasi yang dipicu oleh biaya energi akibat konflik bersenjata. Situasi ini secara otomatis mempersempit ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Baca Juga

Harga Kripto Hari Ini 13 April 2026: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Siapa yang Bertahan?

Harga Kripto Hari Ini 13 April 2026: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Siapa yang Bertahan?

Berdasarkan pantauan FedWatch Tool dari CME Group, probabilitas suku bunga tetap bertahan di level 3,50% hingga 3,75% mencapai angka yang sangat tinggi, yakni di atas 98%. Hal ini memberikan sinyal kuat bahwa kebijakan moneter ketat masih akan menghantui para pelaku pasar setidaknya hingga paruh kedua tahun 2026. Bagi para pemburu aset digital, kondisi ini menciptakan dilema antara harapan akan pelonggaran kebijakan dan realita tekanan inflasi yang masih tinggi.

Sebagai catatan bagi pembaca, setiap keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi. Sangat penting untuk melakukan analisis mendalam sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi jual maupun beli di pasar kripto yang penuh risiko ini.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *