RD Kongo Melaju Dramatis ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Setelah Bungkam Uzbekistan 3-1
InfoNanti — Panggung megah Piala Dunia 2026 kembali menyuguhkan drama tingkat tinggi yang menguras emosi para penggemar sepak bola di seluruh penjuru dunia. Dalam laga penentuan yang berlangsung di Atlanta Stadium, Georgia, Amerika Serikat, Tim Nasional RD Kongo berhasil menunjukkan mentalitas baja mereka. Sempat tertinggal lebih dulu, tim berjuluk Les Leopards tersebut sukses membalikkan keadaan untuk mengandaskan perlawanan Uzbekistan dengan skor meyakinkan 3-1.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa bagi perwakilan Afrika tersebut. Tambahan poin penuh di laga pamungkas Grup K memastikan langkah RD Kongo menuju babak 32 besar melalui jalur salah satu peringkat ketiga terbaik. Sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat mereka harus bersaing di grup neraka bersama raksasa seperti Portugal dan Kolombia. Sementara itu, bagi Uzbekistan, kekalahan ini menjadi pil pahit yang menutup perjalanan debut mereka di turnamen paling prestisius sejagat raya ini tanpa satu poin pun di kantong.
Dentuman Meriam Vinicius Junior: Lebih dari Sekadar Gol, Sebuah Manifesto Budaya Brasil di Piala Dunia 2026
Babak Pertama: Uzbekistan Menghentak Lebih Dulu
Pertandingan yang digelar pada Minggu (28/6/2026) pagi WIB ini dimulai dengan tensi tinggi. Uzbekistan yang dilatih oleh legenda sepak bola Italia, Fabio Cannavaro, tampil tanpa beban meski peluang lolos mereka sudah sangat tipis. Di sisi lain, RD Kongo tampak sedikit tegang di menit-menit awal, menyadari bahwa nasib mereka di turnamen ini bergantung sepenuhnya pada hasil laga ini.
Hanya butuh sepuluh menit bagi The White Wolves (julukan Uzbekistan) untuk membungkam pendukung RD Kongo. Melalui sebuah skema serangan balik yang rapi dan terukur, Eldor Shomurodov membuktikan kelasnya sebagai penyerang tajam. Pemain senior tersebut berhasil melepaskan diri dari kawalan bek ketat lawan dan menceploskan bola ke gawang yang dijaga oleh Mpasi-Nzau. Skor 1-0 untuk keunggulan Uzbekistan bertahan hingga turun minum, meninggalkan banyak pekerjaan rumah bagi pelatih RD Kongo untuk membenahi strategi permainan mereka di babak kedua.
Misi Pemantauan John Herdman: Rayhan Hannan Jadi Fokus Utama di Laga Persija Jakarta vs Semen Padang
Transformasi Taktis dan Kebangkitan Les Leopards
Memasuki babak kedua, suasana di Atlanta Stadium kian memanas. RD Kongo keluar dari ruang ganti dengan intensitas yang jauh berbeda. Mereka mulai mendominasi lini tengah dan menekan pertahanan Uzbekistan dari berbagai sisi. Kehadiran Yoane Wissa di lini depan menjadi momok menakutkan bagi barisan belakang Uzbekistan yang dipimpin oleh Abdukodir Khusanov.
Upaya pantang menyerah RD Kongo akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Kecepatan Wissa memaksa Khusanov melakukan pelanggaran fatal di dalam kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Wissa sendiri yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Tendangan kerasnya bersarang di pojok gawang Nematov, mengubah skor menjadi imbang 1-1 dan membangkitkan asa kemenangan dramatis bagi tim Afrika tersebut.
Gemuruh Ketidakpuasan di Anfield: Arne Slot Tanggapi Sorakan Fans Usai Liverpool Ditahan Imbang Chelsea
Dominasi Total di Sepuluh Menit Terakhir
Gol penyama kedudukan tersebut benar-benar meruntuhkan moral pemain Uzbekistan. Sebaliknya, RD Kongo semakin percaya diri untuk terus menggempur. Memasuki menit ke-78, publik Atlanta kembali bergemuruh. Fiston Mayele yang baru masuk sebagai tenaga segar berhasil memanfaatkan umpan terukur untuk membawa RD Kongo berbalik unggul 2-1. Gol ini menjadi titik balik krusial yang merubah peta permainan secara keseluruhan.
Uzbekistan mencoba keluar menyerang untuk mencari gol penyeimbang, namun pertahanan RD Kongo yang dipimpin oleh Chancel Mbemba dan Aaron Wan-Bissaka tampil sangat solid. Di masa injury time, ketika Uzbekistan mengerahkan seluruh pemainnya ke depan, RD Kongo melancarkan serangan balik kilat. Yoane Wissa kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus mengunci kemenangan menjadi 3-1. Hasil ini memicu perayaan emosional dari para pemain dan staf pelatih RD Kongo di pinggir lapangan.
Skandal Pencurian Timnas Inggris di Kansas City: Drama di Balik Persiapan Piala Dunia 2026 yang Mengguncang The Three Lions
Evaluasi Grup K: Langkah Berat Menuju Babak Gugur
Dengan hasil ini, klasemen akhir Grup K menunjukkan dominasi Kolombia sebagai juara grup, diikuti oleh Portugal di posisi runner-up. RD Kongo yang menempati posisi ketiga dengan koleksi empat poin akhirnya dinyatakan lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 pun dipastikan berlanjut ke babak sistem gugur yang diprediksi akan jauh lebih menantang.
Bagi Uzbekistan, meski harus pulang lebih awal dengan tiga kekalahan beruntun, pengalaman ini sangat berharga bagi perkembangan sepak bola mereka di masa depan. Tim asuhan Cannavaro ini sempat memberikan perlawanan sengit di setiap laga, namun faktor pengalaman di level dunia tampaknya masih menjadi pembeda yang signifikan.
Susunan Pemain Kedua Tim
Berikut adalah daftar pemain yang turun dalam laga krusial antara RD Kongo melawan Uzbekistan:
- RD Kongo (4-3-3): Mpasi-Nzau; Arthur Masuaku, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, Aaron Wan-Bissaka; Cipenga, Samuel Moutoussamy, Noah Sadiki; Nathanael Mbuku, Yoane Wissa, Cedric Bakambu.
- Uzbekistan (5-4-1): Nematov; Nasrulloev, Ashurmatov, Urozov, Abdukodir Khusanov, Alidzhanov; Abbosbek Fayzullayev, Otabek Shukurov, Mozgovoy, Khamdamov; Eldor Shomurodov.
Kemenangan RD Kongo ini sekali lagi membuktikan bahwa sepak bola Afrika terus berkembang dan mampu berbicara banyak di kancah internasional. Para penggemar kini menantikan siapa yang akan menjadi lawan Les Leopards di fase selanjutnya. Akankah mereka terus melaju dan menciptakan kejutan yang lebih besar lagi? Ikuti terus perkembangan berita sepak bola internasional hanya di InfoNanti.
Drama Piala Dunia belum berakhir. Masih banyak pertandingan dari grup lain yang akan menentukan siapa saja yang berhak melaju ke fase 32 besar. Dengan format baru yang melibatkan lebih banyak tim, setiap gol dan setiap poin menjadi sangat berharga, seperti yang baru saja dibuktikan oleh perjuangan luar biasa RD Kongo di Atlanta.