Update Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, TRON Tampil Perkasa di Zona Hijau

Andi Saputra | InfoNanti
22 Jun 2026, 08:51 WIB
Update Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, TRON Tampil Perkasa di Zona Hijau

InfoNanti — Dinamika pasar aset kripto dalam 24 jam terakhir kembali menunjukkan wajah volatilitasnya yang khas. Berdasarkan pantauan terkini pada Senin, 22 Juni 2026, mayoritas mata uang digital berkapitalisasi pasar besar terpaksa parkir di zona merah. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dua raksasa yang selama ini menjadi kompas pergerakan pasar, terpantau mengalami koreksi yang cukup signifikan, menyeret sebagian besar altcoin ke dalam tren penurunan yang serupa.

Meskipun sentimen negatif tampak mendominasi layar perdagangan, tidak semua aset digital menyerah pada tekanan jual. Di tengah lautan warna merah, beberapa aset seperti Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan TRON (TRX) justru menunjukkan resiliensi dengan mencatatkan kenaikan tipis. Fenomena ini menarik perhatian para pelaku pasar yang mencoba mencari instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian yang membayangi lantai bursa digital global.

Baca Juga

Update Harga Kripto 1 Juni 2026: Bitcoin Bertahan di Level Psikologis, Mayoritas Altcoin Masih Terjebak di Zona Merah

Update Harga Kripto 1 Juni 2026: Bitcoin Bertahan di Level Psikologis, Mayoritas Altcoin Masih Terjebak di Zona Merah

Bitcoin Tergelincir di Bawah Dominasi Tekanan Jual

Bitcoin sebagai raja investasi bitcoin dunia masih kokoh mempertahankan posisinya dengan kapitalisasi pasar fantastis mencapai US$ 1,28 triliun. Namun, angka besar tersebut tidak membebaskannya dari koreksi harian. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, harga BTC tercatat mengalami penurunan sebesar 1,30%. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di level US$ 63.367,43.

Penurunan ini mencerminkan adanya aksi ambil untung (profit taking) atau kehati-hatian investor dalam merespons isu makroekonomi global. Meskipun terkoreksi, banyak analis melihat bahwa posisi di atas US$ 60.000 masih merupakan level psikologis yang kuat bagi Bitcoin. Para trader kini tengah mengamati apakah Bitcoin mampu melakukan rebound atau justru akan menguji level support yang lebih rendah dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga

Update Harga Kripto 10 Juni 2026: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Mayoritas Altcoin Masuk Zona Merah

Update Harga Kripto 10 Juni 2026: Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi, Mayoritas Altcoin Masuk Zona Merah

Ethereum dan BNB: Mengikuti Jejak Sang Pemimpin

Tidak jauh berbeda dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) yang merupakan tulang punggung ekosistem smart contract juga harus merelakan nilainya tergerus. ETH terpantau melemah sebesar 1,95%, sebuah angka yang lebih dalam dibandingkan penurunan Bitcoin. Saat ini, Ethereum diperdagangkan pada kisaran harga US$ 1.705,20 dengan total nilai kapitalisasi pasar yang mencapai US$ 206,59 miliar.

Di sisi lain, Binance Coin (BNB) menunjukkan perlawanan yang sedikit lebih tangguh. Aset asli dari ekosistem Binance ini hanya mengalami pelemahan terbatas sebesar 0,21%. Dengan harga di level US$ 585,84 dan kapitalisasi pasar sebesar US$ 78,98 miliar, BNB tampaknya masih mendapatkan dukungan kuat dari para pengguna setia ekosistemnya, meskipun arus besar pasar sedang bergerak turun.

Baca Juga

Syndicate Labs Resmi Umumkan Penutupan: Pelajaran Berharga dari Pergeseran Tren Infrastruktur Blockchain

Syndicate Labs Resmi Umumkan Penutupan: Pelajaran Berharga dari Pergeseran Tren Infrastruktur Blockchain

Resiliensi Stablecoin: Safe Haven di Tengah Badai

Dalam kondisi pasar yang sedang bergejolak seperti saat ini, peran stablecoin menjadi sangat krusial. Aset-aset yang dipatok pada nilai mata uang fiat seperti Dolar AS sering kali menjadi pelabuhan bagi para investor untuk mengamankan nilai aset mereka dari volatilitas ekstrem. Hal ini terlihat pada pergerakan Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) hari ini.

Tether (USDT) mampu menguat tipis sebesar 0,01%, menempatkan harganya di posisi US$ 0,9989 dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 186,23 miliar. Senada dengan itu, USD Coin (USDC) juga mencatatkan kenaikan tipis 0,01% ke level US$ 0,9998. Kestabilan kedua aset ini di tengah koreksi pasar massal menegaskan fungsinya sebagai instrumen likuiditas yang paling diandalkan oleh para trader profesional.

Baca Juga

Bitcoin Japan Resmi Masuk ke SpaceX: Menakar Strategi Investasi di Balik Raksasa Antariksa Elon Musk

Bitcoin Japan Resmi Masuk ke SpaceX: Menakar Strategi Investasi di Balik Raksasa Antariksa Elon Musk

Pergerakan Variatif: Dari XRP hingga Kejutan TRON (TRX)

Menelisik lebih dalam ke jajaran altcoin lainnya, XRP nampaknya sedang berada di bawah tekanan yang cukup berat. Aset digital ini mengalami penurunan sebesar 1,95%, membuat harganya berada di level US$ 1,12. Penurunan ini cukup terasa mengingat kapitalisasi pasarnya yang besar, yakni sekitar US$ 70,04 miliar. Sementara itu, Solana (SOL) juga tak kuasa membendung arus merah dengan pelemahan sebesar 0,70%, diperdagangkan di angka US$ 72,80.

Namun, sorotan utama kali ini jatuh pada TRON (TRX). Di saat hampir semua aset papan atas bertumbangan, TRX justru berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,49%. Saat ini, TRX diperdagangkan pada level US$ 0,3278 dengan kapitalisasi pasar US$ 31,10 miliar. Performa positif ini menjadikan TRON salah satu dari sangat sedikit aset yang mampu memberikan imbal hasil hijau bagi para pemegangnya di periode perdagangan kali ini.

Aset dengan Penurunan Terdalam: Zcash dan Hyperliquid

Pasar kripto hari ini juga mencatat beberapa aset yang mengalami koreksi cukup dalam. Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu yang paling terdampak dengan penurunan mencapai 5,40%. Harga HYPE kini merosot ke level US$ 66,97. Namun, rekor penurunan tertajam dalam daftar 15 besar aset hari ini dipegang oleh Zcash (ZEC).

Aset yang berfokus pada privasi ini harus rela kehilangan nilainya sebesar 6,45%, sebuah angka yang cukup telak bagi para investor jangka pendek. ZEC kini diperdagangkan di level US$ 442,26. Penurunan tajam pada aset-aset jenis ini seringkali dipengaruhi oleh berkurangnya minat risiko (risk-off sentiment) dari para pelaku pasar yang lebih memilih aset dengan fundamental atau likuiditas yang lebih stabil saat kondisi pasar sedang tidak menentu.

Nasib Meme Coin dan Aset Privasi Lainnya

Dogecoin (DOGE), meme coin yang selalu memiliki basis komunitas besar, ternyata belum mampu melepaskan diri dari jerat zona merah. DOGE terpantau melemah sebesar 1,41% dan kini berada di posisi US$ 0,08251. Meskipun kapitalisasi pasarnya masih cukup kuat di angka US$ 12,77 miliar, ketergantungan DOGE pada sentimen sosial membuatnya rentan ketika pasar secara umum sedang lesu.

Penurunan juga merambah ke aset lain seperti Stellar (XLM) yang terkoreksi 2,53% ke harga US$ 0,2105, serta Monero (XMR) yang turun 1,10% ke level US$ 319,36. Penutupan daftar pergerakan 15 aset teratas adalah CC, yang juga melemah sebesar 1,77% ke harga US$ 0,1497. Secara keseluruhan, potret pasar hari ini menunjukkan bahwa dominasi jual masih memegang kendali atas arah pergerakan harga global.

Strategi Menghadapi Volatilitas Pasar

Bagi Anda yang berkecimpung dalam trading kripto, fluktuasi seperti ini adalah bagian dari ekosistem yang tidak terpisahkan. Sangat penting bagi setiap investor untuk selalu melakukan riset mendalam dan tidak terjebak dalam kepanikan (panic selling) maupun euforia yang berlebihan. Manajemen risiko yang baik, seperti penggunaan stop loss dan diversifikasi portofolio, tetap menjadi kunci utama untuk bertahan dalam jangka panjang.

Setiap perubahan harga, baik itu kenaikan maupun penurunan, selalu membawa peluang baru. Tetap pantau informasi terkini dan analisis teknikal secara berkala untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai arah pasar selanjutnya. Pastikan setiap keputusan finansial yang Anda ambil telah melalui pertimbangan yang matang.

Disclaimer: Seluruh informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi resmi. Keputusan untuk membeli atau menjual aset kripto sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan segala risiko yang menyertainya.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *