Bocoran Eksklusif: Samsung Galaxy Z Fold8 dan Flip8 Lolos Sertifikasi TKDN, Muncul Model ‘Wide’ yang Misterius
InfoNanti — Peta persaingan ponsel pintar kelas atas di Indonesia tampaknya akan segera memanas dalam waktu dekat. Kabar terbaru yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, tengah bersiap meluncurkan amunisi terbarunya di kategori layar lipat. Kepastian ini muncul setelah tiga perangkat misterius dengan kode model terbaru terpantau telah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI.
Jejak Digital di Situs TKDN: Sinyal Kuat Kehadiran Trio Foldable
Berdasarkan pantauan mendalam pada pangkalan data TKDN, terdapat tiga nomor model yang menarik perhatian publik, yakni SM-F776B, SM-F976B, dan SM-F971B. Ketiga perangkat ini didaftarkan secara resmi oleh PT Samsung Electronics Indonesia. Secara historis, kode-kode ini merujuk pada lini perangkat smartphone lipat premium yang selama ini menjadi ikon inovasi Samsung.
Era Baru IoT Oppo: Bedah Spesifikasi dan Harga Oppo Enco Clip2 serta Watch X3 yang Resmi Masuk Indonesia
Nomor model SM-F776B diyakini kuat sebagai Galaxy Z Flip8, sementara SM-F976B merujuk pada sang kakak, Galaxy Z Fold8. Namun, yang paling memicu perdebatan di kalangan antusias gadget adalah kemunculan kode SM-F971B. Kode ini disinyalir merupakan varian baru yang belum pernah ada sebelumnya, yang kemungkinan besar akan dipasarkan dengan nama Galaxy Z Fold Wide.
Dari data yang dirilis, ketiga ponsel ini telah memenuhi standar minimal komponen lokal. Galaxy Z Fold8 dan varian Fold Wide tercatat memiliki nilai TKDN sebesar 36,10 persen. Sementara itu, Galaxy Z Flip8 yang menyasar segmen lifestyle tampil lebih unggul dengan nilai TKDN mencapai 39,03 persen. Pencapaian ini menjadi lampu hijau bagi Samsung untuk segera memasarkan perangkat Samsung Galaxy terbaru mereka di pasar tanah air.
Update Harga Paket Roaming Haji 2026: Cek Perbandingan Telkomsel, XL, dan Indosat
Menguak Sosok Misterius: Mengenal Lebih Dekat Galaxy Z Fold Wide
Kehadiran model SM-F971B atau Galaxy Z Fold Wide seolah mematahkan tradisi dua model lipat yang selama ini dipertahankan Samsung. Perangkat ini diprediksi akan mengisi celah pasar bagi pengguna yang menginginkan pengalaman tablet yang lebih nyata dalam genggaman. Berbeda dengan Fold reguler yang cenderung memanjang, varian ‘Wide’ ini dirumorkan membawa aspek rasio 4:3 saat layar utama dibuka.
Dengan ukuran layar internal 7,6 inci, rasio 4:3 akan memberikan ruang visual yang lebih lebar secara horizontal. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi para profesional yang sering melakukan multitasking berat atau menikmati konten visual tanpa gangguan black bar yang dominan. Pendekatan desain ini menunjukkan bahwa Samsung mulai mendengarkan masukan pengguna yang menginginkan layar lipat dengan proporsi yang lebih proporsional untuk produktivitas.
Menakar Kekuatan Acer Predator Triton 300 SE: Estetika Profesional Bertemu Performa Gaming Ganas
Meski mengusung layar yang lebih lebar, sektor kamera pada varian Wide tampaknya akan sedikit lebih sederhana dibandingkan model Fold8 utama. Bocoran yang beredar menyebutkan penggunaan konfigurasi kamera ganda di bagian belakang dengan sensor utama 50MP dan lensa ultrawide 50MP. Untuk menunjang mobilitas, baterai berkapasitas 4.800 mAh dengan pengisian cepat 45W disematkan dalam bodi yang dirancang lebih ringan, yakni hanya sekitar 200 gram saja.
Performa Tanpa Kompromi: Spesifikasi Monster Samsung Galaxy Z Fold8
Sebagai kasta tertinggi, gadget premium Galaxy Z Fold8 dipastikan akan membawa spesifikasi yang sangar. Jantung pacunya dikabarkan akan mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm. Chipset ini tidak hanya menjanjikan kecepatan pemrosesan data yang kilat, tetapi juga efisiensi daya yang jauh lebih baik berkat arsitektur terbaru yang dioptimalkan untuk kecerdasan buatan (AI).
Kontroversi DDLC: Mengapa Google Menghapus Game Horor Psikologis Ikonik Ini dari Play Store?
Samsung juga melakukan lompatan besar dalam hal desain fisik. Galaxy Z Fold8 diklaim akan menjadi ponsel lipat tertipis yang pernah diproduksi Samsung, dengan ketebalan hanya 4,1 mm saat layar dibuka. Beratnya pun terpangkas menjadi 210 gram, sebuah pencapaian teknik yang luar biasa mengingat perangkat ini mengemas baterai yang lebih besar dari generasi sebelumnya, yakni 5.000 mAh.
Di sektor fotografi, Samsung tetap mempertahankan sensor utama 200MP yang legendaris untuk menjamin kualitas foto tingkat profesional. Peningkatan signifikan justru terlihat pada lensa ultrawide yang kini naik kelas ke resolusi 50MP. Dengan perpaduan sensor kamera mutakhir dan pemrosesan gambar berbasis AI, Fold8 siap merebut kembali takhta ponsel dengan kamera terbaik di kelasnya.
Galaxy Z Flip8: Estetika dan Fungsionalitas yang Semakin Matang
Tak hanya fokus pada produktivitas, Samsung juga memberikan perhatian besar pada Galaxy Z Flip8. Sebagai perangkat yang sangat populer di kalangan anak muda, Flip8 diharapkan membawa perubahan pada ukuran layar luar (cover screen) yang lebih fungsional. Integrasi fitur Galaxy AI akan menjadi nilai jual utama, di mana pengguna bisa berinteraksi dengan asisten pintar tanpa harus membuka ponsel.
Sertifikasi TKDN yang tinggi untuk model Flip8 mengindikasikan bahwa Samsung serius dalam menggarap pasar Indonesia untuk model ini. Pilihan warna yang lebih berani dan peningkatan pada ketahanan engsel (hinge) diprediksi akan membuat perangkat ini tetap menjadi pemimpin di pasar clamshell foldable meskipun persaingan dari merek lain semakin agresif.
Panggung Megah di London: Menanti Gelaran Galaxy Unpacked 2026
Rumor yang beredar di kalangan internal menyebutkan bahwa Samsung tengah menyiapkan panggung megah untuk ajang Galaxy Unpacked yang akan digelar di London pada 22 Juli 2026. Acara tahunan ini diprediksi akan menjadi momen bersejarah di mana trio ponsel lipat ini akan diperkenalkan secara resmi kepada publik global. Pemilihan London sebagai lokasi peluncuran mengisyaratkan ambisi Samsung untuk memperkuat dominasinya di pasar Eropa dan Barat.
Selain lini ponsel lipat, bintang lain yang ditunggu adalah Galaxy Glasses. Ini merupakan perangkat kacamata pintar pertama Samsung yang sepenuhnya terintegrasi dengan teknologi terbaru berbasis AI. Perangkat ini disebut-sebut akan menjadi ekosistem pendukung yang sempurna bagi pengguna Galaxy Z series, menciptakan cara baru dalam berinteraksi dengan dunia digital melalui Augmented Reality (AR).
Tantangan Kompetitor dan Dominasi Pasar Foldable di Indonesia
Langkah Samsung yang mendaftarkan tiga model sekaligus di TKDN bukanlah tanpa alasan. Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang berat bagi pasar ponsel lipat. Kompetitor dari Tiongkok semakin gencar merilis perangkat serupa dengan harga yang lebih kompetitif. Belum lagi rumor mengenai Apple yang sedang mengembangkan iPhone lipat pertamanya, yang tentu menjadi ancaman serius bagi posisi Samsung.
Dengan menghadirkan varian Galaxy Z Fold Wide, Samsung tampaknya mencoba melakukan strategi diversifikasi produk. Mereka ingin memastikan bahwa setiap segmen pengguna, mulai dari pencinta estetika hingga penggila produktivitas, memiliki opsi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Keberanian Samsung untuk bereksperimen dengan form factor baru menunjukkan posisi mereka sebagai pionir yang belum berniat menyerahkan takhta pasar layar lipat kepada siapa pun.
Meski telah lolos TKDN, calon pembeli di Indonesia masih harus bersabar. Hingga saat ini, perangkat-perangkat tersebut belum muncul di situs sertifikasi Postel Komdigi, yang merupakan langkah terakhir sebelum sebuah perangkat elektronik resmi dijual secara bebas di Indonesia. Namun, dengan segala bocoran dan persiapan yang sudah matang, kehadiran Galaxy Z Fold8 dan saudara-saudaranya di tanah air hanyalah tinggal menunggu waktu.