Upaya Tottenham Hotspur Memikat Andy Robertson di Tengah Bayang-bayang Degradasi
InfoNanti — Panggung Premier League musim ini menyuguhkan drama yang cukup ironis bagi Tottenham Hotspur. Di satu sisi, klub asal London Utara tersebut berada di posisi terdepan untuk mengamankan jasa bek legendaris Liverpool, Andy Robertson. Namun di sisi lain, mereka harus berjuang mati-matian agar tidak terlempar dari kompetisi kasta tertinggi Inggris demi mewujudkan transfer impian tersebut.
Kabar mengenai kepergian Robertson dari Anfield sudah terkonfirmasi secara resmi pekan ini. Setelah sembilan tahun mengabdi dan mempersembahkan berbagai trofi bergengsi, bek berusia 32 tahun asal Skotlandia itu sepakat untuk tidak memperpanjang kontraknya yang akan berakhir pada Juni mendatang. Statusnya sebagai pemain dengan transfer gratis tentu menjadikannya komoditi panas di bursa transfer musim panas nanti.
Dominasi Aprilia Hantui Kemenangan Alex Marquez di Jerez: Sinyal Bahaya Bagi Ducati?
Syarat Mutlak: Bertahan di Premier League
Spurs sebenarnya sudah mencoba mendekati kapten timnas Skotlandia ini pada jendela transfer Januari lalu. Namun, saat itu Liverpool masih enggan melepas sang pemain di tengah ketatnya kompetisi. Kini, saat kesempatan terbuka lebar, sebuah tembok besar menghalangi ambisi The Lilywhites. Menurut laporan eksklusif dari The Athletic, Robertson hanya bersedia merapat ke Tottenham jika klub tersebut tetap berlaga di Premier League musim depan.
Situasi ini tentu menjadi tekanan besar bagi manajemen Spurs. Ketertarikan Robertson untuk bergabung ke London Utara memang nyata, namun ia tidak ingin menghabiskan sisa karier profesionalnya di divisi Championship. Hingga saat ini, belum ada kesepakatan hitam di atas putih karena sang pemain masih ingin fokus menuntaskan komitmennya bersama Liverpool hingga akhir musim.
Dominasi Bayern Munich di Semifinal Liga Champions: Mengapa Real Madrid Masih Menjadi ‘Tembok’ yang Sulit Diruntuhkan?
Persaingan Skuad dan Tantangan De Zerbi
Merosotnya menit bermain Robertson di Liverpool musim ini menjadi faktor utama di balik keputusannya untuk hengkang. Kehadiran Milos Kerkez pada musim panas tahun lalu membuat posisinya di skuad utama mulai tergeser. Meski mencatatkan 31 penampilan di semua kompetisi, Robertson tercatat hanya enam kali dipercaya sebagai starter di liga domestik.
Sementara itu, Tottenham Hotspur saat ini sedang terpuruk di peringkat ke-18 klasemen Liga Inggris. Mengumpulkan 30 poin dari 31 pertandingan, posisi mereka benar-benar berada di ujung tanduk. Dengan sisa tujuh pertandingan krusial, pelatih anyar Roberto De Zerbi memiliki tugas berat untuk melakukan keajaiban di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
4 Kandidat Pelatih Baru Chelsea Pengganti Liam Rosenior: Siapa yang Pantas Menakhodai The Blues?
Masa depan Andy Robertson kini seolah berbanding lurus dengan nasib Tottenham. Jika De Zerbi mampu menyelamatkan klub dari jurang degradasi, maka Robertson kemungkinan besar akan mengenakan jersey putih kebanggaan publik London Utara. Namun jika gagal, Spurs harus merelakan salah satu bek kiri terbaik di era modern ini jatuh ke tangan klub pesaing lainnya.