Langkah Bersejarah Olahraga Domino Indonesia: PB ORADO Resmi Bergabung dengan KONI untuk Prestasi Dunia

Fajar Nugroho | InfoNanti
05 Jun 2026, 00:51 WIB
Langkah Bersejarah Olahraga Domino Indonesia: PB ORADO Resmi Bergabung dengan KONI untuk Prestasi Dunia

InfoNanti — Gebrakan baru tengah mewarnai kancah olahraga nasional seiring dengan transformasi besar-besaran yang dilakukan oleh Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO). Organisasi yang menaungi para atlet domino ini secara resmi telah melangkah ke level yang lebih tinggi setelah diterima sebagai anggota ke-82 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Pencapaian ini menandai babak baru bagi olahraga domino di tanah air, yang kini tidak lagi hanya dipandang sebagai permainan rakyat di waktu senggang, melainkan sebagai cabang olahraga prestasi yang diakui secara konstitusional.

Sebagai bagian dari langkah penguatan organisasi, jajaran pengurus pusat PB ORADO baru-baru ini menggelar pertemuan strategis dengan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra. Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni biasa, melainkan bentuk koordinasi tingkat tinggi untuk memastikan bahwa tata kelola olahraga domino di Indonesia berjalan di atas rel hukum yang benar dan memiliki visi jangka panjang yang jelas untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Baca Juga

PSG Melaju ke Final Liga Champions: Tembok Kokoh Les Parisiens Redam Agresi Bayern Munich di Allianz Arena

PSG Melaju ke Final Liga Champions: Tembok Kokoh Les Parisiens Redam Agresi Bayern Munich di Allianz Arena

Resmi Menjadi Anggota KONI: Amanah dan Tanggung Jawab Besar

Diterimanya PB ORADO sebagai anggota ke-82 KONI Pusat merupakan validasi atas kerja keras seluruh pengurus dalam memenuhi standar organisasi olahraga yang profesional. Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial, dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini. Menurutnya, status sebagai anggota KONI bukan hanya sekadar pengakuan administratif, melainkan sebuah amanah besar untuk membina bakat-bakat potensial di seluruh penjuru negeri.

“Alhamdulillah, ORADO telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar KONI Pusat. Kami telah menyampaikan kabar baik ini secara langsung kepada Bapak Yusril Ihza Mahendra. Bagi kami, capaian ini adalah tanggung jawab untuk membangun ekosistem olahraga domino yang profesional, terstruktur, dan tentu saja berorientasi pada prestasi tinggi,” ujar Yooky Tjahrial dengan nada optimis.

Baca Juga

John Herdman dan Evolusi Taktis Timnas Indonesia: Mengulas Catatan Gemilang di FIFA Matchday 2026

John Herdman dan Evolusi Taktis Timnas Indonesia: Mengulas Catatan Gemilang di FIFA Matchday 2026

Proses panjang telah dilalui oleh ORADO sebelum sampai pada titik ini. Dukungan demi dukungan mengalir dari berbagai instansi strategis, mulai dari Kementerian Hukum Republik Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), hingga Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Dengan adanya sinergi ini, ORADO kini berdiri tegak sebagai induk organisasi tunggal yang mengatur regulasi dan pembinaan domino secara nasional.

Landasan Hukum dan Struktur Organisasi yang Masif

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, kehadiran induk organisasi yang definitif sangatlah krusial. Status hukum ini memberikan kepastian bagi para atlet dan pelatih dalam meniti karier profesional mereka. Yooky menegaskan bahwa aspek legalitas adalah fondasi utama agar pembinaan atlet tidak terhambat oleh masalah birokrasi di masa depan.

Baca Juga

Sinyal Kepergian Rafael Leao: Antara Romantisme Manchester United dan Pesona Arsenal

Sinyal Kepergian Rafael Leao: Antara Romantisme Manchester United dan Pesona Arsenal

Tidak hanya kuat secara legalitas, PB ORADO juga menunjukkan taringnya melalui struktur organisasi yang sangat masif. Saat ini, kepengurusan ORADO telah terbentuk di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Tidak berhenti di tingkat wilayah, sayap organisasi ini telah menjangkau 309 pengurus cabang di tingkat kabupaten/kota. Jaringan yang luas ini menjadi modal utama dalam menjaring bibit-bibit unggul dari pelosok daerah yang selama ini belum terjamah.

Dengan struktur yang solid, PB ORADO berkomitmen untuk menciptakan sistem pembinaan yang berjenjang. Artinya, seorang atlet berbakat dari tingkat desa memiliki jalur yang jelas untuk berkompetisi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga akhirnya mewakili Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

Baca Juga

Hujan Kartu Merah di Estadio Azteca: Rekor Baru Tercipta dalam Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Hujan Kartu Merah di Estadio Azteca: Rekor Baru Tercipta dalam Laga Pembuka Piala Dunia 2026

The Law of Domino 101: Standarisasi Menuju Olahraga Modern

Salah satu tantangan terbesar dalam memprofesionalkan domino adalah adanya keragaman aturan permainan di setiap daerah. Untuk mengatasi hal ini, PB ORADO telah meluncurkan pedoman resmi yang bertajuk The Law of Domino 101. Dokumen ini menjadi kitab suci bagi para pelaku olahraga domino di Indonesia, yang mencakup aturan permainan baku, sistem kompetisi, standar perangkat pertandingan, hingga kualifikasi wasit dan juri.

“Olahraga yang besar harus memiliki aturan yang jelas dan standar yang seragam. Melalui The Law of Domino 101, kami ingin memastikan bahwa setiap kejuaraan nasional atau turnamen lokal memiliki standar kualitas yang sama. Ini penting untuk menjaga sportivitas dan integritas permainan,” tambah Yooky. Dengan adanya standarisasi ini, domino bertransformasi menjadi olahraga kecerdasan yang setara dengan catur atau bridge, di mana strategi dan perhitungan matang menjadi kunci kemenangan.

Membangun Ekosistem Kompetisi yang Berkelanjutan

PB ORADO telah menyiapkan peta jalan kompetisi yang komprehensif untuk memastikan produktivitas atlet terjaga sepanjang tahun. Kategori yang dipertandingkan pun sangat beragam, mencakup perorangan putra dan putri, pasangan putra dan putri, pasangan campuran, hingga kategori beregu yang menuntut kerja sama tim yang solid.

Sistem liga juga tengah dirancang untuk memberikan jam terbang yang cukup bagi para atlet. Rangkaian kompetisi akan dimulai dari Kejuaraan Cabang (Kejurcab), meningkat ke Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), dan puncaknya adalah Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Selain kompetisi resmi pemerintah, ORADO juga mendorong lahirnya kompetisi antar-klub untuk menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif di sekitar dunia olahraga.

Pembinaan usia dini juga menjadi fokus utama. ORADO berencana masuk ke lingkungan pendidikan, seperti sekolah dan perguruan tinggi, untuk memperkenalkan domino sebagai olahraga berbasis kecerdasan. Pengenalan kurikulum domino diharapkan dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, konsentrasi, dan pembentukan karakter kompetitif yang sehat bagi generasi muda Indonesia.

Domino Sebagai Instrumen Pemersatu Bangsa

Lebih dari sekadar permainan angka di atas meja, domino di mata PB ORADO adalah instrumen sosial yang luar biasa. Olahraga ini memiliki nilai-nilai luhur seperti kejujuran, sportivitas, dan persatuan. Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, meja domino seringkali menjadi tempat bertemunya berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.

“Kami meyakini bahwa domino mampu membangun karakter dan kontribusi sosial bagi masyarakat. ORADO ingin menjadi wadah yang menyatukan seluruh potensi domino Indonesia dalam satu visi besar: membawa Merah Putih berkibar di podium tertinggi dunia,” tegas Yooky menutup pembicaraan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah melalui Menko Kumham Imipas dan KONI Pusat, masa depan prestasi olahraga domino Indonesia kini tampak lebih cerah dari sebelumnya.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *