Skandal Kacamata Martin Odegaard: Aksi Usil Ben White Warnai Parade Juara Arsenal

Fajar Nugroho | InfoNanti
02 Jun 2026, 04:51 WIB
Skandal Kacamata Martin Odegaard: Aksi Usil Ben White Warnai Parade Juara Arsenal

InfoNanti — Euforia luar biasa tengah menyelimuti London Utara. Setelah penantian panjang selama lebih dari dua dekade, trofi kasta tertinggi sepak bola Inggris akhirnya kembali pulang ke Emirates Stadium. Namun, di balik kemegahan perayaan gelar Premier League musim 2025/2026 tersebut, terselip sebuah kisah jenaka yang melibatkan kapten tim, Martin Odegaard, dan sang bek kanan yang dikenal eksentrik, Ben White.

Arsenal resmi mengakhiri dahaga gelar liga selama 22 tahun setelah pasukan Mikel Arteta tampil konsisten sepanjang musim. Mengoleksi 85 poin di puncak klasemen akhir, The Gunners membuktikan bahwa proses panjang yang mereka bangun telah membuahkan hasil manis. Namun, pesta juara yang digelar pada 31 Mei 2026 tersebut menyisakan satu ‘korban’ yang tak terduga: sepasang kacamata hitam milik sang kapten.

Baca Juga

Krisis Identitas Rafael Leao: Di Balik Kegagalan AC Milan Menembus Liga Champions Musim Ini

Krisis Identitas Rafael Leao: Di Balik Kegagalan AC Milan Menembus Liga Champions Musim Ini

Penantian 22 Tahun dan Pesta Rakyat di Jalanan London

Sejak terakhir kali mencicipi gelar juara pada musim legendaris ‘The Invincibles’ tahun 2004, publik Arsenal seolah haus akan kejayaan. Ketika peluit panjang terakhir musim 2025/2026 dibunyikan, emosi yang meluap tak lagi terbendung. Parade bus atap terbuka yang menyusuri jalanan London pun berubah menjadi lautan manusia berwarna merah putih.

Menariknya, parade kali ini bukan hanya milik tim pria. Keberhasilan tim Arsenal Women yang sukses merengkuh gelar juara Piala Dunia Antarklub turut menambah kemeriahan suasana. Kedua tim berbagi momen kebahagiaan yang sama, menyapa ribuan pendukung yang telah setia menunggu di bawah terik matahari dan kepulan asap flare warna-warni.

Baca Juga

Ketegangan di Balik Transfer Marcus Rashford: Mengapa Manchester United Murka Terhadap Barcelona?

Ketegangan di Balik Transfer Marcus Rashford: Mengapa Manchester United Murka Terhadap Barcelona?

Ben White: Sang ‘Chaos Agent’ dengan Lutut Berbalut Gips

Jika ada satu sosok yang paling mencuri perhatian dalam parade tersebut, dia adalah Ben White. Meski kondisinya tidak sepenuhnya fit—terlihat dari gips yang membalut lututnya—bek asal Inggris ini seolah tidak kehilangan energi untuk menjadi pusat perhatian. White tampil dengan karakter yang benar-benar lepas, jauh dari kesan serius yang biasa ia tunjukkan di atas lapangan hijau.

Berbagai aksi konyol terekam oleh kamera penggemar dan tersebar luas di media sosial. Mulai dari memimpin nyanyian atau chant yang menyentil Piero Hincapie, hingga momen unik ketika ia menangkap burger yang dilemparkan oleh salah satu fans dari pinggir jalan. Tanpa ragu, White menangkap makanan tersebut di atas bus parade dan langsung melahapnya di depan kerumunan yang bersorak kegirangan.

Baca Juga

Dahaga Gelar di Istora: Indonesia Puas Jadi Runner-up Indonesia Open 2026

Dahaga Gelar di Istora: Indonesia Puas Jadi Runner-up Indonesia Open 2026

Kronologi ‘Terbangnya’ Kacamata Martin Odegaard

Puncak dari segala keusilan Ben White terjadi saat ia mengincar kacamata hitam yang tengah dikenakan oleh Martin Odegaard. Sang kapten, yang terlihat sedang menikmati suasana kemenangan, tidak menyadari rencana jahat rekan setimnya itu. Dalam sebuah video yang viral, White dengan gerakan cepat merebut kacamata tersebut dari wajah Odegaard.

Bukannya mengembalikan atau memakainya sendiri, White justru melakukan hal yang tak terduga: ia melempar kacamata mahal tersebut ke tengah kerumunan lautan fans yang memadati area parade. Martin Odegaard hanya bisa tertegun melihat aksesorisnya melayang dan menghilang di antara ribuan tangan pendukung Arsenal. Ben White sendiri tampak tertawa tanpa dosa setelah melakukan aksi nekat tersebut.

Baca Juga

Hasil Kualifikasi MotoGP Prancis 2026: Francesco Bagnaia Rebut Pole Position di Tengah Drama Le Mans

Hasil Kualifikasi MotoGP Prancis 2026: Francesco Bagnaia Rebut Pole Position di Tengah Drama Le Mans

Momen ini segera menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Banyak penggemar yang menjuluki White sebagai pemain dengan ‘vibes’ paling liar selama perayaan berlangsung. Aksi tersebut dianggap sebagai representasi dari keakraban dan atmosfer ruang ganti Arsenal yang sangat solid di bawah arahan Arteta.

Sayembara Lucu di Media Sosial Resmi Klub

Pihak klub nampaknya tidak ingin melewatkan momen jenaka ini begitu saja. Melalui akun media sosial resminya, Arsenal mengunggah foto Odegaard saat masih mengenakan kacamata tersebut sebelum insiden ‘pencurian’ oleh Ben White terjadi. Unggahan tersebut dibalut dengan narasi yang sangat menghibur dan mengundang tawa netizen.

“Apakah kalian pernah melihat kacamata ini? Terakhir terlihat di wajah Martin sebelum dilempar dari bus tim juara kami, tanpa menyebut nama siapa pun…,” tulis admin akun Arsenal dengan nada menyindir Ben White. Unggahan ini langsung dibanjiri komentar dari para Gooners yang berseloroh bahwa siapapun yang menemukannya kini memiliki artefak suci dari hari paling bersejarah bagi klub dalam dua dekade terakhir.

Transformasi Arsenal di Bawah Mikel Arteta

Di luar segala kegilaan parade tersebut, kesuksesan Arsenal musim ini adalah buah dari ketekunan. Mikel Arteta telah berhasil mengubah keraguan menjadi keyakinan. Dengan rata-rata usia skuad yang relatif muda, mereka mampu bersaing di level tertinggi dan mengungguli rival-rival berat seperti Manchester City dan Liverpool.

Kehadiran pemain kunci seperti Martin Odegaard sebagai dirigen permainan, ketangguhan lini belakang yang dikawal Ben White dan William Saliba, serta ketajaman lini depan telah membentuk fondasi yang sangat kokoh. Gelar Premier League ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari strategi transfer yang tepat dan pengembangan pemain yang luar biasa.

Harapan untuk Musim Mendatang

Gelandang andalan Arsenal, Declan Rice, juga turut memberikan pesan emosional kepada para pendukung. Ia berjanji bahwa trofi ini hanyalah awal dari era baru kejayaan Arsenal. Rice menegaskan bahwa timnya memiliki rasa lapar yang lebih besar untuk meraih lebih banyak trofi di musim depan, termasuk ambisi besar di kancah Liga Champions.

Meskipun kacamata Odegaard mungkin sudah berpindah tangan ke seorang penggemar beruntung di jalanan London, semangat yang dibawa oleh tim ini tetap utuh. Parade juara 2026 akan selalu diingat bukan hanya karena trofinya, tetapi juga karena karakter-karakter unik di dalam tim yang mampu menyatukan seluruh elemen klub dengan cara yang sangat manusiawi dan menghibur.

Kini, publik Emirates menatap masa depan dengan kepala tegak. Dengan skuad yang semakin matang dan ikatan batin yang kuat antar pemain, Arsenal siap untuk kembali mendominasi sepak bola Inggris dan Eropa. Dan untuk Ben White, mungkin musim depan ia perlu diawasi lebih ketat jika tidak ingin ada lagi barang-barang pemain lain yang menjadi ‘korban’ keusilannya di atas bus parade.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *