Ambisi Meta Menguasai Gaya Hidup: Dari Liontin AI hingga Revolusi Kacamata Pintar ‘Modelo’

Dewi Lestari | InfoNanti
01 Jun 2026, 10:52 WIB
Ambisi Meta Menguasai Gaya Hidup: Dari Liontin AI hingga Revolusi Kacamata Pintar 'Modelo'

InfoNanti — Di bawah kepemimpinan Mark Zuckerberg, Meta tampaknya tidak lagi puas hanya sekadar menghuni layar smartphone Anda. Raksasa teknologi ini tengah bersiap untuk melakukan lompatan besar, beralih dari sekadar aplikasi sosial menuju perangkat keras yang melekat pada tubuh manusia. Kabar terbaru mengungkapkan bahwa Meta sedang dalam tahap pengembangan serius untuk merilis liontin berbasis kecerdasan buatan (AI) dan berambisi meluncurkan hingga empat model kacamata pintar baru sebelum tirai tahun 2026 ditutup.

Menembus Batas Layar: Era Wearable AI Dimulai

Laporan eksklusif yang dihimpun oleh tim redaksi menyebutkan bahwa Meta tidak main-main dalam mengeksekusi strategi perangkat pakainya (wearable). Langkah ini dipicu oleh keinginan kuat perusahaan untuk membawa AI ke dalam aktivitas sehari-hari pengguna secara lebih organik. Meta dijadwalkan akan mulai menguji perangkat berbentuk pendant atau liontin ini dalam kurun waktu 12 bulan ke depan. Ini bukan sekadar aksesori fesyen, melainkan perpanjangan dari otak digital yang dirancang untuk mendampingi setiap napas penggunanya.

Baca Juga

Fenomena MacBook Neo di Indonesia: Alasan di Balik Antrean Panjang dan Mengapa Pengguna Pro Justru Berpindah Haluan

Fenomena MacBook Neo di Indonesia: Alasan di Balik Antrean Panjang dan Mengapa Pengguna Pro Justru Berpindah Haluan

Strategi ini semakin terlihat nyata setelah Meta resmi mengakuisisi Limitless pada tahun 2025 lalu. Bagi mereka yang mengikuti perkembangan teknologi terbaru, Limitless dikenal luas sebagai inovator di balik “Pendant”, sebuah perangkat mikrofon Bluetooth yang sangat ringkas. Alat ini mampu merekam percakapan dan suara di sekitar pengguna dengan presisi tinggi, menjadikannya basis yang sempurna bagi visi besar Meta.

Warisan Limitless: Ketika Liontin Menjadi Asisten Pribadi

Perangkat liontin AI yang sedang dikembangkan Meta diprediksi akan memiliki kemampuan yang jauh melampaui mikrofon biasa. Bayangkan sebuah alat yang tidak hanya merekam, tetapi juga mampu membuat transkrip otomatis secara real-time, menyusun ringkasan pertemuan yang padat, hingga membangun database percakapan pribadi yang dapat dicari kembali hanya dengan perintah suara. Meta ingin menciptakan apa yang disebut sebagai personal superintelligence.

Baca Juga

Fenomena iPhone 17: Rekor Penjualan Terbesar Apple di Tengah Krisis Komponen Global

Fenomena iPhone 17: Rekor Penjualan Terbesar Apple di Tengah Krisis Komponen Global

CEO Limitless, Dan Siroker, saat proses akuisisi berlangsung, sempat memberikan bocoran bahwa visi Meta adalah mendemokrasikan kecerdasan super bagi semua orang. Dengan membawa AI keluar dari keterbatasan layar ponsel dan menempatkannya langsung di tubuh pengguna, Meta berharap interaksi manusia dengan mesin menjadi jauh lebih intuitif dan tanpa hambatan. Perangkat ini tidak lagi menunggu Anda membuka aplikasi; ia sudah ada di sana, mendengar, memahami, dan siap membantu.

Sederet Kacamata Pintar: Dari Modelo hingga Mojito

Selain liontin misterius tersebut, fokus utama Meta juga tertuju pada ekspansi besar-besaran lini kacamata pintar mereka. Tidak tanggung-tanggung, ada empat model baru yang sedang dipersiapkan untuk meluncur ke pasaran. Salah satu yang paling dinanti memiliki nama sandi “Modelo”. Jika sesuai jadwal, kacamata pintar ini akan melakukan debutnya paling cepat pada Juni tahun ini.

Baca Juga

Xiaomi 14T: Mahakarya Flagship Killer dengan Lensa Leica Summilux dan Kecerdasan AI Masa Depan

Xiaomi 14T: Mahakarya Flagship Killer dengan Lensa Leica Summilux dan Kecerdasan AI Masa Depan

Namun, kejutan tidak berhenti di situ. Meta juga tengah menggodok proyek bernama “Luna” dan “RBM2 Refresh” yang ditargetkan rilis pada musim gugur mendatang. Para analis teknologi meyakini bahwa “RBM2 Refresh” merupakan pembaruan signifikan dari seri populer Ray-Ban Meta yang telah sukses di pasaran sebelumnya. Tak berhenti di sana, nama-nama seperti “Mojito VIP” yang dijadwalkan rilis Desember, serta proyek masa depan seperti “Artemis” dan “SSG” (Supersensing Glasses), menunjukkan betapa masifnya investasi Meta di sektor ini.

Hatch: Agen AI Konsumen dalam Ekosistem Baru

Untuk memastikan perangkat keras yang canggih ini memiliki “jiwa”, Meta juga sedang mengembangkan model AI baru yang diberi nama agen AI konsumen “Hatch”. Meskipun detail teknis mengenai Hatch masih tertutup rapat, rumor yang berkembang di kalangan industri menyebutkan bahwa agen AI ini akan menjadi jembatan utama antara perangkat wearable dengan strategi berlangganan terbaru Meta.

Baca Juga

Krisis Pasokan Chip Intel Series 3: Ambisi Besar yang Berujung Kepanikan Produsen Laptop Global

Krisis Pasokan Chip Intel Series 3: Ambisi Besar yang Berujung Kepanikan Produsen Laptop Global

Tak hanya menyasar pengguna umum, Meta juga menyiapkan layanan khusus bertajuk “Wearables for Work”. Layanan ini ditujukan bagi sektor komersial yang ingin mengintegrasikan perangkat AI dalam alur kerja profesional mereka. Dalam sebuah memo internal yang bocor, Alex Himel selaku VP Wearables Meta, menegaskan ambisi perusahaan untuk mendorong lebih banyak orang menggunakan model AI Meta dan secara bertahap mengonversi mereka menjadi pelanggan layanan berbayar.

Transformasi Bisnis: Meta One dan Era Media Sosial Berbayar

Di balik gemerlap teknologi wearable, Meta juga melakukan perombakan besar pada struktur bisnis aplikasinya. Strategi ini melahirkan ekosistem baru bernama “Meta One”. Ini adalah langkah berani Meta untuk mulai menguji berbagai model berlangganan, beralih dari ketergantungan total pada pendapatan iklan ke arah model freemium yang lebih stabil.

Kini, pengguna WhatsApp, Instagram, dan Facebook mulai diperkenalkan dengan versi “Plus”. Layanan premium ini hadir dengan berbagai fitur eksklusif yang tidak ditemukan pada versi standar. Di Amerika Serikat, Meta telah mematok harga langganan untuk Instagram Plus dan Facebook Plus sebesar USD 3,99 per bulan. Sementara itu, WhatsApp Plus ditawarkan dengan harga yang sedikit lebih kompetitif, yakni USD 2,99 per bulan.

Eksklusivitas WhatsApp Plus dan Instagram Plus

Apa yang didapatkan pengguna dengan membayar biaya langganan tersebut? Bagi pelanggan Instagram Plus, Meta menawarkan akses ke fitur-fitur “dewa” seperti Statistics Stories. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat siapa saja yang menonton ulang konten mereka dan melacak daftar penonton dengan detail yang jauh lebih mendalam. Ada juga fitur Stealth View yang memungkinkan pengguna melihat konten tanpa terdeteksi, serta Super Heart dan Multi-audience Stories.

Sementara itu, WhatsApp Plus lebih menitikberatkan pada personalisasi dan produktivitas. Pengguna berbayar akan mendapatkan akses ke tema aplikasi yang eksklusif, nada dering khusus, stiker tambahan yang lebih ekspresif, hingga kemampuan untuk menyematkan (pin) lebih banyak obrolan penting di bagian atas layar. Langkah ini merupakan respons Meta terhadap tren industri di mana platform besar seperti X, Snapchat, dan YouTube telah lebih dulu sukses dengan model paket berlangganan serupa.

Tantangan Privasi di Balik Teknologi Canggih

Meskipun inovasi ini terdengar sangat futuristik, Meta tetap dihadapkan pada tantangan besar yang klasik: isu privasi. Perangkat seperti liontin AI yang memiliki kemampuan merekam sepanjang hari tentu akan memicu perdebatan hangat mengenai keamanan data dan batasan etika. Bagaimana Meta menjamin bahwa data suara yang direkam tidak akan disalahgunakan? Sejauh mana batas kenyamanan pengguna saat mereka menyadari bahwa setiap kata yang terucap dapat diarsipkan secara digital?

Selain itu, divisi Reality Labs milik Meta hingga kini masih mencatatkan kerugian finansial yang signifikan. Investasi besar-besaran pada perangkat keras ini adalah sebuah pertaruhan tingkat tinggi. Zuckerberg tampaknya sedang membangun fondasi untuk masa depan di mana kita tidak lagi memegang ponsel, tetapi memakainya. Pertanyaannya kini bukan lagi tentang kapan teknologi ini hadir, melainkan apakah masyarakat sudah siap membayar untuk fitur yang selama ini mereka nikmati secara cuma-cuma, dan apakah mereka bersedia menyerahkan sedikit lebih banyak privasi demi kenyamanan teknologi super cerdas.

Meta sedang berada di persimpangan jalan sejarah. Dengan liontin AI di leher dan kacamata pintar di wajah, wajah interaksi sosial kita mungkin akan berubah selamanya. Dan InfoNanti akan terus mengawal perkembangan ini untuk Anda.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Fokus pada teknologi dan AI, aktif mengikuti perkembangan inovasi global.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *