Update Pasar Kripto 22 Mei 2026: Bitcoin Berupaya Bangkit di Tengah Koreksi Ethereum yang Berlanjut

Andi Saputra | InfoNanti
22 Mei 2026, 08:51 WIB
Update Pasar Kripto 22 Mei 2026: Bitcoin Berupaya Bangkit di Tengah Koreksi Ethereum yang Berlanjut

**InfoNanti** — Dinamika pasar aset digital kembali menunjukkan volatilitas yang menarik untuk dicermati pada penutupan pekan ini. Memasuki hari Jumat, 22 Mei 2026, para pelaku pasar disuguhkan dengan pemandangan papan perdagangan yang bervariasi. Meski sebagian besar aset utama masih berjuang melepaskan diri dari tekanan jual, Bitcoin sebagai pemimpin pasar mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan tipis, memberikan sedikit napas lega bagi para investor yang telah memantau pergerakan harga bitcoin sejak awal pekan.

Berdasarkan pantauan mendalam tim redaksi melalui data real-time, pergerakan harga kripto pada pukul 07:00 WIB menunjukkan tren yang cukup kontras antara aset satu dengan lainnya. Fenomena ‘mixed signal’ ini seringkali menjadi indikator bahwa pasar sedang mencari titik keseimbangan baru setelah mengalami fluktuasi yang cukup tajam dalam tujuh hari terakhir. Sebagian besar altcoin terpantau masih betah berada di zona merah, namun kecepatan penurunannya mulai melambat, menandakan adanya resistensi dari pihak pembeli.

Baca Juga

Kado Perayaan 250 Tahun Amerika: Menanti Pengesahan RUU Kripto Bersejarah di Tanggal 4 Juli

Kado Perayaan 250 Tahun Amerika: Menanti Pengesahan RUU Kripto Bersejarah di Tanggal 4 Juli

Dominasi Bitcoin dan Upaya Rebound di Level Psikologis

Bitcoin (BTC), aset dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, kembali membuktikan ketangguhannya sebagai ‘digital gold’. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, Bitcoin berhasil mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,19 persen. Meskipun angka ini terlihat kecil, signifikansinya cukup besar mengingat tekanan makroekonomi yang sedang terjadi. Saat ini, satu keping Bitcoin dibanderol di level USD 77.589, atau jika dikonversikan ke mata uang Garuda mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar Rp 1,37 miliar dengan asumsi kurs Rp 17.681 per dolar AS.

Namun, para investor tetap harus waspada. Jika ditarik garis waktu selama sepekan terakhir, performa Bitcoin sebenarnya masih menyisakan rapor merah dengan penurunan sebesar 4,27 persen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada penguatan harian, tren jangka menengah masih cenderung mengalami koreksi. Para analis di analisis kripto menyarankan agar pelaku pasar memperhatikan level dukungan (support) kuat guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi ambil untung (profit taking) lanjutan.

Baca Juga

Update Harga Kripto 12 April 2026: Bitcoin Bertahan di Level Psikologis, Hyperliquid Jadi Primadona Baru

Update Harga Kripto 12 April 2026: Bitcoin Bertahan di Level Psikologis, Hyperliquid Jadi Primadona Baru

Ethereum Masih Terjebak dalam Tren Pelemahan

Berbeda nasib dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) tampaknya masih harus bersabar untuk kembali ke jalur hijau. Aset kripto nomor dua ini terpantau mengalami koreksi harian sebesar 0,20 persen. Tekanan jual pada Ethereum terasa lebih berat jika kita menilik performa mingguannya yang merosot hingga 6,01 persen. Saat ini, harga Ethereum tertahan di level Rp 37,6 juta per koin. Pelemahan ini disinyalir terjadi akibat perpindahan likuiditas ke aset yang dianggap lebih aman serta adanya penyesuaian portofolio oleh institusi besar.

Kendati demikian, banyak pengamat melihat kondisi ini sebagai peluang bagi mereka yang percaya pada fundamental jangka panjang ekosistem teknologi blockchain. Ethereum tetap menjadi tulang punggung bagi berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan kontrak pintar, sehingga fluktuasi harga jangka pendek dianggap sebagai bagian dari siklus pasar yang wajar. Ketangguhan ekosistemnya seringkali menjadi alasan mengapa koreksi tajam justru sering dimanfaatkan untuk akumulasi aset.

Baca Juga

Analisis Pasar Kripto 11 April: Bitcoin Kokoh di Level USD 72.900, Hyperliquid Curi Perhatian dengan Lonjakan 5%

Analisis Pasar Kripto 11 April: Bitcoin Kokoh di Level USD 72.900, Hyperliquid Curi Perhatian dengan Lonjakan 5%

Performa Altcoin: Solana dan BNB Tunjukkan Taji

Di jajaran aset lapis kedua, Binance Coin (BNB) dan Solana (SOL) tampil cukup impresif di tengah ketidakpastian pasar. BNB berhasil menguat tipis 0,92 persen dalam satu hari terakhir, membuat harganya kini berada di kisaran Rp 11,6 juta. Meskipun secara mingguan masih terkoreksi 2,47 persen, performa harian BNB menunjukkan adanya minat beli yang stabil di platform bursa kripto terbesar tersebut. Hal ini sering dikaitkan dengan kegunaan praktis koin tersebut dalam ekosistem Binance.

Sementara itu, Solana kembali membuktikan diri sebagai salah satu favorit investor ritel. SOL mencatatkan kenaikan 0,91 persen dalam 24 jam terakhir, membawa harganya ke level Rp 1,54 juta per koin. Kecepatan transaksi dan biaya yang rendah tetap menjadi daya tarik utama yang menjaga permintaan terhadap SOL tetap tinggi, meskipun dalam rentang tujuh hari terakhir aset ini masih tertekan sebesar 4,87 persen. Pergerakan pasar altcoin yang variatif ini mencerminkan selektivitas investor dalam memilih aset di masa-masa penuh ketidakpastian.

Baca Juga

Ekspansi Global Bithumb: Mengapa Vietnam Menjadi Target Strategis Bursa Kripto Korea Selatan?

Ekspansi Global Bithumb: Mengapa Vietnam Menjadi Target Strategis Bursa Kripto Korea Selatan?

Kabar dari Cardano, XRP, dan Fenomena Koin Meme

Cardano (ADA) juga tak mau ketinggalan memberikan sinyal positif dengan kenaikan tipis 0,12 persen secara harian, meski secara mingguan masih harus menanggung beban penurunan cukup dalam sebesar 6,83 persen. Kini, ADA diperdagangkan di level Rp 4.424 per koin. Di sisi lain, XRP juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan penguatan 0,11 persen dalam sehari, membawa harganya ke angka Rp 24.266 per koin, walaupun rapor mingguannya masih memerah 7,02 persen.

Yang menarik perhatian adalah performa koin meme terpopuler, Dogecoin (DOGE). Di tengah pasar yang cenderung bergerak lambat, DOGE mampu melesat 1,50 persen dalam satu hari. Kenaikan ini menjadikannya salah satu aset dengan performa harian terbaik di jajaran sepuluh besar. Saat ini, DOGE diperdagangkan di level Rp 1.866 per token. Spekulasi dan dukungan komunitas yang masif seringkali menjadi motor penggerak utama bagi koin meme, yang kerap kali bergerak melawan arus tren pasar utama.

Stabilitas Market Cap dan Pandangan Kedepan

Bagi para pencari keamanan, aset stabil seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) tetap menjalankan perannya dengan baik di kisaran harga USD 1,00. Keduanya terpantau menguat tipis masing-masing 0,45 dan 0,43 persen, mencerminkan adanya aliran modal yang masuk ke dalam instrumen lindung nilai saat pasar bergejolak. Kondisi kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan saat ini berada di level USD 2,59 triliun atau setara dengan Rp 45.840 triliun, tumbuh sekitar 0,54 persen dalam satu hari terakhir.

Pertumbuhan total kapitalisasi pasar ini memberikan sinyal bahwa meskipun banyak koin individual mengalami pelemahan mingguan, minat secara global terhadap aset digital belum surut. Investor nampaknya mulai beradaptasi dengan kondisi ekonomi makro dan mencari titik masuk yang tepat. Namun, perlu diingat bahwa investasi kripto memiliki risiko yang sangat tinggi. Setiap pergerakan harga dipengaruhi oleh ribuan faktor, mulai dari regulasi pemerintah hingga sentimen di media sosial.

Sebagai penutup, kami mengingatkan bahwa laporan ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan Anda sebagai investor. Pastikan untuk selalu melakukan riset mendalam dan analisis mandiri sebelum menempatkan dana pada aset digital apa pun. Dunia kripto menjanjikan peluang besar, namun diiringi dengan risiko yang sepadan bagi mereka yang tidak berhati-hati.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *